Showing posts with label Blessed. Show all posts
Showing posts with label Blessed. Show all posts
Kapan yah saya menuliskan bahwa post ini akan dilanjutkan.....sepertinya sudah lama sekali. Akhirnya malam ini saya ada di depan laptop ngetik di blog lagi (hooray!!)

So I did mentioned two of my close friends in the previous post and here I would like to congratulate my other two friends which are just as amazing.

I found this girl Perwitasari Yekti Mumpuni to be close to my life since high school. Pertama kali kenal ketika kelas 10, dan kesan pertama adalah bahwa Wita ini sangat pintar. Ikut olimpiade dan lomba ini itu sejak SMP, tetapi sangat rendah hati, hebat sekalii. Her most stand out personality is that she is very loving! baik dan sangat perhatian sama teman-temannya. Sejak SMA sudah sering cerita-cerita, she knows exactly every of my love story, tanpa kecuali! hahaha
Ketika saya bersekolah di Amerika untuk program pertukaran, skyping sama dia jadi salah satu hal yang ga pernah ketinggalan. I tell my lil host sister about her and she draws for her! Gambar adik saya untuk Wita ini saya bawa pulang dan sekarang masih ada tersimpan di kamar.
Ketika saya pulang dan melanjutkan kelas 3 SMA sementara dia melanjutkan kuliah di Teknik Kimia, kami masih sering mengobrol. Selain Meutia, Wita ini yang jadi rujukan saya untuk bertanya lebih jauh mengenai Teknik Kimia dan akhirnya memutuskan untuk mengambil jurusan yang sama setahun setelahnya.
Sekarang saya sudah tingkat akhir di Tekkim, Wita sudah wisuda Agustus kemarin (yeay!!) dan sekarang sedang memulai peruntungan hidup di dunia yang sebenarnya (?)

Good luck ya Wita! Terima kasih atas segala hal yang kamu berikan, terima kasih untuk semua buku-buku dan materi perkuliahan yang selalu kamu kasih ke saya setiap pergantian semester, terima kasih untuk menjadi pengingat segala macam hal dan tidak lelah memberikan informasi-informasi penting untuk saya, terima kasih sudah selalu menampung saya di kosmu dan menjadi pendengar yang super baik untuk setiap curhatan saya dari yang sangat serius sampai yang enggak penting, terima kasih pernah mengenalkan saya dengan seseorang yang menjadi bagian pembelajaran untuk hidup saya, terima kasih untuk selalu menguatkan di saat saya berada di titik titik bawah menjalani hidup di teknik kimia, I can't never thank you enough for everything you did. I always try to be like you who would give attentions and spread loves to people around, but I know I'll never beat you :)
This post is a small gift to let you know how this truly is a blessing for me to have you.

Cheers!
Selanjutnya adalah mas Aditya Herdy Permadi. Mas Adit ini juga sudah wisuda bulan November kemarin, dan cumlaude juga. Eh saya baru sadar teman-teman saya kok pintar sekali ya, harusnya kan bisa nular ke saya *hahaha

Icha (yang bawa samir kuning) dan Mas Adit (yang punya samir kuning)
Itu foto waktu wisudaan Mas Adit. Sekarang Mas Adit udah ga di Jogja, udah kembali ke rumahnya ya meskipun sekali-sekali masih suka main ke Jogja. Sama kaya Wita juga, sedang mencari peruntungan di dunia yang baru.

Saya kenal Mas Adit semenjak tahun pertama kuliah. Ketika itu saya baru saja masuk Teknik Kimia dan tergabung dalam satu organisasi di Bidang 3 KMTK. Ngomongin Bidang 3 ini ga bisa lepas dari perasaan bahagia :) Saya dapat banyak sekali pelajaran di organisasi ini, dapat banyak sekali teman dekat di sini, banyak memberi dan banyak menerima. 

Long story short, di tahun kedua saya memutuskan untuk menerima tawaran Mas Adit sebagai sekretaris Bidang 3, yang saat itu diketuai oleh Mas Adit sendiri. Semenjak itu saya jadi lebih sering diskusi dengan Mas Adit, lebih sering bertemu, lebih sering rapat bareng, makan bareng, main bareng sampai curhat bareng, tentunya dengan Pengurus Inti yang lain. PI di bidang 3 ada 4 orang, namun memang kedua teman saya yang lain itu ada kesibukan lain di luar bidang 3 yang menyebabkan saya dan Mas Adit harus siap memback-up mereka. Setahun itu susah-susah gampang, sedih-sedih bahagia, tapi saya banyak sekali belajar dari sosok seorang Mas Adit. Mas Adit itu baik sekali, dan selalu mau menolong adik-adiknya tanpa pamrih, selalu menyempatkan dan meluangkan waktu untuk adik-adiknya meskipun dia sendiri harus repot. Luar biasa baiknya. Saya jarang sekali mengenal orang yang akan dengan ringan tangan membantu orang lain seperti Mas Adit ini.

Pernah suatu ketika kami selesai rapat rutin Bidang 3, lalu saya harus lembur untuk menyelesaikan laporan praktikum. Waktu itu sudah malam, kampus sudah hampir ditutup, jadi saya harus segera pindah ke tempat lain untuk meneruskan pekerjaan saya. Pas saya lagi beres-beres tiba-tiba Mas Adit dateng terus nawarin buat nemenin lembur, simply karna kasian liat saya cewek sendirian keluar malam-malam sendiri. Baik sekali ya :"

Lalu ada waktu-waktu rapat yang sering kali diselipin di tengah-tengah kesibukan Mas Adit. Ketika itu Mas Adit semester 5-6, kegiatan kampus lagi banyak-banyaknya, selain itu Mas Adit juga nyambi beberapa kegiatan di luar kampus. Saya kebetulan juga sedang ada tanggung jawab yang lain, sehingga persiapan proker-proker Bidang 3 dilakukan di tengah-tengah waktu senggang yang sempit-sempitan. Sering kali kami ketemu untuk rapat dengan keadaan kaya zombie (lelah, kurang tidur, kurang fokus) alhasil rapat efektif cuman beberapa saat di awal, nanti kalau sudah capek tak tertahankan pembahasan proker bisa berubah jadi, "aku lagi pusing nih Cha ada2 aja akhir2 ini"/ "weh kenapa Mas? baik2 aja to sama Mbaknya?"/ "iya gituu pokoknya, km sendiri gmn sama Masnya Cha?", lalala....lilili... wkwkwk
dan rapat pun seketika berubah jadi dunia curhatan.

Dulu saya dan teman-teman saya sering minta diajarin Mas Adit kalau mau ujian mata kuliah tertentu yang susah susah, dan kalau Mas Adit sedang luang maka dengan entengnya langsung menyusul kami ke Ind*maret Point lalu ikut lembur, untuk ngajarin kami. Atau sekarang-sekarang ini Mas Adit juga sesekali jadi rujukan saya dan partner saya untuk ngerjain TA, apalagi kalau dia sedang di Jogja.

Sampai sekarang Mas Adit tetaplah kakak yang baik hati dan selalu mau membantu adik-adiknya, selalu bisa kasih pandangan saran dan nasihat, selalu bisa kasih semangat dan motivasi. Terima kasih banyak ya Mas Adit, dari dulu banget pengen ngucapinnya, baru sekarang akhirnya bisa ketulis di blog, hehehe
Sukses selalu untuk Mas Adit, semoga segera bertemu dengan pekerjaan yang cocok ya Mas, orang seperti Mas Adit pasti banyak yang membutuhkan :)))
I am so blessed to have met this girl over the struggling-life of college. Saya harus (sekali lagi) berterima kasih sama kakak-kakak yang mengajak kami untuk ikut PKM kala itu, yang membuat saya pertama kalinya bekerja sama dengan Sari, yang kemudian diteruskan dengan kerja bersama lainnya hingga sekarang. 
I've learnt a lot with you yah Sar, bareng-bareng bertransformasi dari anak ingusan yang baru masuk kuliah sampai sekarang sudah tingkat akhir. I've spent so many times with you in which we've built up this kind of friendship where we can laugh over stupid things we did yet be professional for the works we need to do.

One thing that I adore so much from you: despite all of your achievements you remain to be low profile. Sari itu pintar sekali, dan selalu mau membantu teman-temannya untuk banyak urusan perkuliahan. Kemarin kami baru saja mengikuti lomba. Kebetulan itu di tengah-tengah tugas perkuliahan dan deadline TA dan lain-lain. Kebetulan lagi, di tengah-tengah itu ada kuis PPK yang mana sudah bisa ditebak Icha masih belum belajar hingga H-1. Karena sedang mengikuti lomba jadi kami menginap di tempat yang sama, dan setelah presentasi lomba hingga sebelum kuis dimulai itu Sari ngajarin banyak materi ke saya. Ya ampun kalo saya belajar sendiri ga mungkin mudeng materi secepat itu. Thanks a lot untuk Sari yang menyelamatkan kuis PPK saya :))
Selain itu, Sari adalah salah satu orang yang sangat multi-tasking yang pernah saya temui, which I always envy :( wkwkwk
Terbukti sekali dengan tugas yang sama beratnya, persiapan lomba yang sama bobotnya, tapi Sari sudah belajar PPK dari jauh jauh hari sedangkan Icha.......
hehehe
Padahal dia baru pulang dari exchange ke Jepang which means dia sebenarnya ketinggalan materi kuliah untuk beberapa waktu, tapi toh tetap dia yang ngajarin Icha :) so amazing.

Tadi malam itu adalah pengumuman hasil lomba. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk menjadi juara. Bersyukur sekaliii....dan terima kasih banyak untuk Sari ya, sudah menjadi partner yang luar biasa kooperatif! Couldn't do it without you :)

Tadi malam setelah pengumuman itu kami balik ke kamar. Saya merasa saya pantas mendapatkan self reward dan oleh karenanya saya balik kamar lalu tiduran sambil nonton TV. While this girl beside me, was on her laptop doing something. She keeps typing which makes me so curious about what she's doing, which then I make an ask, "kamu ngapain e Sar?" which was followed by her answer, "ngerjain T3 Cha" dengan muka datar tetep ngadep laptop. Masyaallah :")))
Kadang saya wondering kenapa ini orang bisa sangat produktif. Habis menang lomba njuk nggarap tugas. Lalu reaksi saya gimana? Sempat tergelitik sih, apa saya belajar aspen aja ya soalnya lusa saya ada ujian aspen. Tapi lalu saya tetap keukeuh dengan self reward saya dan terus nonton tv wkwkw *cry*

Terima kasih ya Sari, sudah menjadi partner PKM, partner penelitian, partner lomba sampai partner nggosip dan partner curhat yang luar biasa. Inii foto-foto sejak jaman dulu, yang enggak dulu dulu banget sih (?)

Ini pas mau berangkat ke Kendari yeayy
Waktu exhibition PKM di PIMNAS
Waktu lembur penelitian. Dinginnya minta ampun tapi tetep selfie
Waktu ambil sampel di sumur geothermal, lagi-lagi sempat selfie :3
Iniii finally kita seminar penelitian yeayy!!!
Gala Dinner Kulker, alhamdulillah sesekali cantik ya 
So, to wrap this up, good luck ya untuk TA dan KP kita masing-masing. I am always looking forward to our next teamwork, and always ready to listen to your up-coming stories. Terima kasih juga telah mendengarkan my endless curhat bcs I just can tell everything to you. Tetap menjadi Sari yang low profile and warm-hearted yet still so inspiring ya! Remember the dreams we share, we need to believe that they're meant to be achieved! Then I know I will see you on top one day. Be that strong women we always wanted to be. Terus belajar bersama ya Sar! *hugs*
Finally have the right time to write about you guys, some of those special ones of mine.
This post is dedicated for the three of you, for your kindness, for your determination, for your very warm welcome on every chances we got to see each other. You're just those perfect friends that always have the perfect timing!

Icha-Trendy-Ucik-Budi
Hai kalian bertiga! sedang apa?
Sudah lama sekali ingin membuat post ini, baru kesampean sekarang ya #ceritalama.
Seneng banget kemarin Trendy sama Budi habis main ke Jogja, sayangnya Ucik gabisa ikut :( dan sayangnya cuman sehari dan sayangnya lagi pas Icha ada kelas jadi gabisa full nemenin. Banyak banget ya sayang nya emang Icha sayang sama kalian kok -eeaaak.


Jadi, mereka bertiga ini adalah teman saya semenjak SMA -yang angkatan asli (?)
wkwkw maksudnya yang angkatan 2012. Trendy sempat jadi satu tim pas lomba, Budi dan Ucik malah sekelas, dan bahkan Ucik ini malah teman sebangku saya, bayangkan sedekat apa kami dulu. Sempat gaktau kabarnya Ucik beberpa lama bukan karena Ucik hilang lho, cuman awal-awal kuliah kan pasti hectic penyesuaian di daerah baru, secara Ucik pas itu sedang pindahan ke Bandung kan, dan saya juga saat itu sedang penyesuaian dengan kelas yang baru bersama adik angkatan. Jadi ya gitu deh, tapi sekarang sudah sering ngobrol lagi, karaoke bareng juga sudah jalan (?) wkwkw.
Well anyway, mereka bertiga ini pintar-pintar banget lho semenjak dulu SMA -yaiyalah kalau ga pintar ga mungkin masuk ITB ya.


Sebenarnya saya suka bertukar kabar dengan mereka, atau sekedar ngobrol di Line, tapi memang jarang sekali bertemu. Kami berempat mulai jadi geng main (?) ketika saya pertama kali ke Bandung selama 3 tahun kuliah di Jogja ini. Kala itu saya ikut IChEC, lomba yang diadakan sama Teknik Kimia ITB. Saya kasi tau mereka kalau saya ke Bandung dan mereka langsung excited ngajak kumpul. Waaa saya seneng banget dong ya. Saya ketemu sama mereka di hari kedua apa ketiga di Bandung gitu setelah lombanya selesai -atau lebih tepatnya, setelah saya tidak lolos ke tahap selanjutnya hahaha ngomong aja dari tadi chak. Mereka bertiga nyamperin saya ke tempat penginapan, kan secara saya ga ada kendaraan dan ga ngerti jalan-jalan Bandung yang riweuh dan banyak jalan searahnya itu. Padahal pas itu gerimis lo, hiks saya jadi terharu. Terus biasa sih jalan cari makan ngobrol haha hihi dari ujung timur sampai barat diomongin semua, maklum udah lama banget ga ketemu, saling catch up dengan what we are doing right now yang enggak jauh-jauh dari cerita perjuangan anak-anak tingkat akhir. wkwkw

Setelah itu kami jalan-jalan dan foto-foto, menikmati udara terbuka Bandung nan sejuk dan mendamaikan -halah. Tapi sungguhan lho, karena tau kan di Jogja sepanas apah *kipaskipas*
Terus sampai agak malam saya baru balik lagi ke tempat penginapan, emang dipol-polin soalnya cuman hari itu aja bisa main sama mereka, hari berikutnya saya sudah ada kegiatan lain di lombanya itu, dan mereka juga sudah kembali ke rutinitas perjuangan mereka masing-masing. Cuma sebentar, tapi sangat berkesan :)


Setelah itu kami udah ga ketemuan lagi, paling cuma ngobrol di Line, sambil bertanya-tanya kapan saya bisa ke Bandung lagi.

Beberapa bulan kemudian, saya melaksanakan tugas mulia kenegaraan yaitu mengabdi melalui kegiatan KKN -halah. Dan kebetulan kelompok saya KKN di Soreang, Kabupaten Bandung, which is dekat dengan Bandung. Ga deket-deket banget sih, 2 jam lah Soreang-Bandung (by angkot yha kan uwe nag angkot). Nahh saya seneng banget nih ke Bandung rasanya pengen ketemu mereka bertiga lagii terus jalan-jalan dan melupakan kewajiban mengabdi astagfirullah. Enggak ding, saya tetap selesaikan tugas KKN saya dulu dong. Di akhir periode KKN dimana most of tugas-tugas sudah selesai, saya kontak mereka lagi ajak ketemu. Seperti biasa mereka menyambut dengan hangat dan antusias ga tau aja saya ternyata mereka sedang stress ngerjain TA makanya butuh jalan-jalan juga. Nah lalu ke Bandunglah saya bertemu dengan mereka, nginep di kosan Ucik, secara kan ga bisa ya nginep di kosan Trendy atau Budi. (?) Thanks to Budi yang udah jauh jauh jemput ke Kopo, sehingga saya tidak harus naik angkot selama dua jam ke Bandung yeayy. Kebetulan sekali hari itu pas ada wisudaan anak ITB, jadi ya saya sekalian lihat. Mereka juga kan mau bertemu dan menyelamati temen-temen mereka yang sudah wisuda duluan njuk mereka jadi baper. Saya sih seneng-seneng aja lihat wisudaan, kebetulan juga ada anak SMAN 1 Salatiga teman kami yang juga wisuda saat itu, namanya Danang. Dia dari SMA sudah luar biasa hebat dalam hal menggambar melukis dan kawan-kawannya, sehingga tak heran saat ini dia sudah menyelesaikan S1nya di FSRD, dan ga tanggung-tanggung langsung melanjutkan S2 sekalian di ITB juga. Congrats ya Danang! doakan kami segera menyusul :)

Nah lalu selesai dengan perwisudaan kami caw jalan-jalan cantik (re:kuliner) iyeayy favorit Ichak sekali ^^
Untuk urusan kuliner Ucik yang jagolah ya, jadi kita tanya-tanya Ucik dimana bisa mendapatkan kuliner yang enak dan murah ala anak kosan wkwkw. Lalu berangkatlah kita ke beberapa tempat untuk memanjakan lidah sampai penuh perut ini terisi makanan dan tipislah dompet ini dibuatnya. Lalu si dua lelaki ini mengantarkan kami berdua ke kosan Ucik, dengan rencana akhir besok pagi mau bangun pagi dan berangkat ke Tebing Keraton untuk lihat sunrise, waaa ide yang menarik! sekaligus penuh keraguan mengingat kami harus bangun pagi. Kami janjian untuk habis solat subuh enggak tidur, siap-siap lalu berangkat, karena tempatnya agak jauh dan kalau telat nanti sudah panas ga dapet sunrise nya dong.

Dan apakah kami bangun?
Iya dong! yeayyyy tapi telat sejam dari yang direncanakan. #byechak.

Langsung cap cus alhamdulillah masih dapat sunrisenya kok, bagussss sekaliiiii. Bagi yang mau wisata ke Bandung ini tempat recommended banget buat dikunjungin. ga bohong. ciyuss.
Sayangnya hari itu juga saya harus balik ke tempat KKN karena siang harinya ada kegiatan. Alhasil setelah dari Tebing Keraton saya balik lagi ke tempat KKN setelah mampir untuk sarapan bersama dulu. Dan seperti ketika berangkat, Budi dengan paksaan sari saya sangat baik hatinya mengantar saya sampai ke Kopo.

Nah, setelah saat-saat itu saya jadi suka baper kangen sama mereka, apalagi kalau pas suntuk-suntuknya berjuang sebagai anak tingkat akhir ini, rasanya pengen jalan-jalan aja. Makanya saya senang sekali kemarin pas Trendy dan Budi main ke Jogja, waah rasanya pengen diajak jalan-jalan kemana-mana.
Sedih sih waktunya hanya sebentar. Maaf ya belum sempat menemani kalian jalan-jalan, seperti ketika kalian mengajak saya jalan-jalan waktu di Bandung :"
Malah di Jogja pun kalian yang tetep menemani saya, karena malam harinya saya harus lembur kena deadline laporan penelitian :"
Terima kasih banyak ya, terima kasih sudah menjadi teman-teman yang super baik hati dan super seru. Semoga lain kali bisa main ke Jogja lagi, bersama Ucik, di waktu yang lebih longgar. Jadi nanti kita bisa jalan-jalan lagi rame-rame keliling Jogja sampai pegel sampai capek tapi super bahagia, aamiin....

Selamat menjalankan aktivitas masing-masing ya kalian, lancar dan sukses selalu untuk kita berempat sampai nanti kita wisuda ya aamiiin ya rabbal alamin....pokoknya saling mendoakan yang terbaik.

Untuk Trendy, selamat menikmati waktu bersama keluarga di Salatiga ya karena besok sudah harus kembali lagi ke Bandung. Untuk Ucik semangat selalu ya penelitiannya! I Feel you kok Cik, penelitian memang melelahkan dan butuh kesabaran ekstra :"-mulai baper.
Dan untuk Budi yang sedang mencari jodoh (eeaaak) semoga segera dipertemukan ya Bud, ndang dapet yang cucok ndang cap cus (?) wkwkw

Semangat semua!! Sampai bertemu lagi di next jadwal kita untuk jalan-jalan ya!
Aamiin
With so many things going on, this and that, deadlines and everything makes me so in to my college life right now. These things are taking most of my time, thought, and attention. I've never thought that people out there are going through a rough time. It was the past hour that I found out bad hurricane had just hit the town. Seeing the pictures and videos of how terrible this was and how bad this had affected the people had brought me up to think about one family right there. This makes me so very worried about those beloved people where I left part of my heart to. Then I just realized how long I haven't heard from them. How long I haven't talked to them. In that same second I was looking for a way to contact one person whom I love and miss so much.

"Mom what happened? Are y'all safe?" was the first line I wrote. Suddenly the picture of the family comes up to my mind, the pictures I rarely think about these past times, the pictures I miss the most, the pictures that remind me of the best year ever in my life, the pictures that gave me so much to learn, so much values, so much love, so much invaluable experiences that changing me into who I am today. Then I realized how bad I am as a daughter, a sister, a friend to have this attitude: I am really bad at staying in touch.
The strong feeling of missing them brought me into tears, I miss them very much! It aches here inside my heart just to think about them, when suddenly a call came in.
They called me.

Couldn't be more happy than to hear their voices and to see their beautiful faces again. It was so relieving to know that they are all safe. Thanks Mom. Thank you so much for calling me and letting me talk to all of you this night. Sorry Daddy for waking you up because I just can't help not to talk to you. Good luck Kayla for your college life and the little girls -that are not so little anymore, Baylee, Skyler, Morgan, be good to Mom and Dad okay. And finally Uncle Robby and aunt Michelle I hope both of you are doing fine and I hope I'll get to talk to you in our next call.

I love every one of you so much, since the very first day I came to the house and you welcomed me so warm as part of the family. I will come home again one day, promise to try my best.
So please take care, always stay safe and healthy.

Love,
your daughter, sister, niece, best friend, roommate, partner in crime, or any other role I could fit in,
Annisa Coleman.

This post is dedicated to those super amazing friends, whom happen to be very close to my life. The ones that are very inspiring, the ones that have helped me a lot through this and that, and the ones that always be there to give supports and strengths. I am very thankful to have the opportunity to build this very beautiful friendship with them.

It is a pleasure for me to write this post and to congratulate them of finishing their study in chemical engineering. Congratulations my dear! you've been able to finish this one big step in your life, and are going to start another new chapter in the real world. I am excited for you!

Meutia Ermina Toif



Alhamdulillah, sudah pendadaran ya Meut :))
Meutia ini teman saya dari semenjak SMA. Dua tahun sekelas terus, ekskulnya bareng, organisasinya bareng, mainnya juga bareng. Ternyata kuliahnya di tempat yang sama pula. Meutia banyak banget membantu saya dari awal masuk kuliah -eh sebelum masuk malah. Ketika saya pulang dari exchange dan melanjutkan kelas 3 sementara Meutia sudah kuliah duluan, saya banyak sekali tanya-tanya tentang teknik kimia ke dia. Saya ingat salah satu percakapan kami ketika saya sedang bingung-bingungnya menentukan jurusan kuliah, saya ngobrol dengan dia untuk tanya-tanya lebih banyak seputar kuliah.

"Meut, di tekkim gimana?"
"Kenapa Cha? kamu mau masuk tekkim po?"
"Belum tau Meut, aku masih cari-cari info"
"Kalau boleh jujur sih, berat Cha di sini, km pikirin baik-baik dulu ya sebelum ambil keputusan kalau mau ke tekkim Cha"
"Susah banget kah Meut?"
"Ya...lumayan Cha. Butuh belajar banget, harus rajin gitu."
"Wah...."
"Iya pokoknya dipikirin baik-baik ya Cha, kalau udah bener-bener mantep mau ambil tekkim monggo, tp kalau belum mantep jangan."

Boom! dan saya sudah 3 tahun berada di sini sekarang. Ketika itu saya pada akhirnya memang mantap memilih teknik kimia, tetapi harus saya akui bahwa saya agak menyepelekan ucapan Meutia. Waktu itu pikir saya, ah iya masa sesusah itu sih. dan ternyata,
............
hehehe. sudah ketawa aja ya.

Percakapan itu masih saya ingat sampai sekarang. Mungkin juga akan saya ingat seumur hidup ya.

Semenjak tahun-tahun awal saya banyak sekali dibantu sama Meutia, dan terus begitu sampai sekarang. Informasi-informasi tentang mata kuliah, dosen, dan lain sebagainya banyak saya dapatkan dari dia. Ketika saya masuk kuliah pun, (lagi-lagi) saya berada di organisasi yang sama dengan Meutia. Makan bareng main bareng masih sampai sekarang, karena tempat main kami kebetulan sama: saya dan Meutia sama-sama suka sekali main Pump (yang di time zone itu) dan karaoke (wkwkw). Gils sekali lho kalau saya sudah duet sama dia (?)
hahaha

Saya agak sedih ga bisa datang ke pendadarannya, karena saya sedang KKN. Tapi doaku selalu bersamamu kok Meut :))

Thanks a lot ya, for being that kind of friend to me, for all your help, for always be there when I needed, for getting my back when I met someone whom I see so many potential in but turned out to be completely wrong, for all the stories, all the loves and supports. I've learnt a lot with you, and from you. Good luck for your next step in life, for your dreams and future!
May Allah always bless and lead your way, and keep having that beautiful heart ya Meut J

Muhamad Hartono



Iya, ini Mas Anton yang ada di post saya sebelumnya, dan yup akhirnya dia sudah pendadaran, di hari pertama anak 2012 mulai pendadaran. Greget banget. Meskipun sama seperti Meutia, saya juga nggak bisa datang ke pendadaran Mas Anton. Sudah begitu ternyata saya nggak bisa pula datang ke wisuda mereka karena tanggal wisuda pas banget kulker. Bhay sudah, hikz.

So, he is still that great Mas Anton whom I adore so much. For some reason I didn’t get to talk to him that much recently, so I haven’t catched up with what he is doing these couple weeks, but I’m really looking forward to hanging out with him again later after my community service.

Well anyway, congratulations yah Mas! You finally did it! Doakan daku bisa menyusulmu tahun depan ya, aaaamiiiiiin..hehe.

Good luck Mas Anton for your after-graduation life. Go catch your biggest dream! Seeing how hard you always try and how wise you see things today I strongly believe you will go beyond what you’ve planned. Thanks for sharing stories, knowledge and experience with me. I’m looking forward to catching things up with you yah!


and the next,
...is to be continued...
Sedang agak suntuk, karena ini dan itu.
Sedang agak lelah, karena beberapa hal.
Lalu lihat ini,



Jadi tersenyum :)


Jadi ceritanya saya sedang beberes kertas-kertas materi kuliah yang baru saja saya dapatkan beberapa hari yang lalu. Iya, minggu depan sudah UTS dan saya baru memulai memilah-milah materi #deadliner #always.

Di lain hal, di AFS sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan Open House yang akan dilaksanakan besok Minggu, dan untuk pertama kalinya OH AFS Jogja dilaksanakan di tempat segede Amplaz,
means: lots of things to be prepared!
Dan, saya jadi apa?
Entah kenapa saya dapat tugas untuk masak kuliner US. Well. Saya yang gabisa masak dan gapunya dapur ini dapat jatah untuk somehow mempersiapkan makanan khas US untuk bisa disuguhkan di Stand kami besok pada waktu OH. Sambil mengingat-ngingat dulu saya setahun pernah makan apa aja, sambil balasin chat, sambil juga memilah-milah materi-materi kuliah tadi. What a great combination!

-Sebelum lanjut ke sesi cerita berikutnya, maaf hal di atas hanyalah pembuka yang sebenarnya tidak begitu berhubungan dengan hal yang akan saya ceritakan. Ya, suka gitu emang, maaf ya. -

Oke lanjut.

Ditengah-tengah memperdebatkan whether to cook cookies, fried oreo, smores, or so other things, grup sebelah rame sekali. Group HIU: 93 chats. Batin saya, buset ini pada ngomongin apa rame banget. For info's, HIU adalah grup kami bertiga: saya, dan dua teman saya Ucun dan Mbak Hum. Yes, HIU stands for Humai Icha Ucun. Cheesy. I know. Still funny tho. wkwkw
and for another info, this group was established sekitaran 3 bulan lalu ketika mbak Humai mengajak kami untuk ke Thailand. Iya, literally mengajak.
And because of those related things to be discussed later by us three, jadi grup itu kami gunakan sampai sekarang.
Nah....lalu saya buka grup HIU yang sudah banyak chatnya itu, dan mendapati kami bertiga tetiba dapat tugas untuk buka Stand Thailand di OH besok Minggu. Ya Tuhan. What is the relation between me and Thai. Kami kesana karena ada training dan itu cuman kaya 10 hari, bukan untuk exchange dan ga ada hubungannya sama sekali dengan AFS.
Lalu, kami dikasih tugas untuk masak masakan Thai.
..............

Actually, the first thing I remember about Thai food is....jangkrik. Yes. They fried lots of insects. serius.
Tapiii enggak kok, kami ga akan masak jangkrik untuk disuguhkan di OH. #haha ya kali
We ended up dengan akan memasak.......Thai tea *applause* *takeabow*
wkwkwk habis dah gatau mau bikin apa dan kami ga ada yang mau rempong :(

-Anyway lagi, hal di atas masih belum inti dari tulisan saya kali ini. Maaf suka meleber kemana-mana kalo sudah cerita, kek badan aja ya meleber :(-

Jadi saya mau ngomongin apa?
Nah sebenarnya yang akan saya bahas adalah dua orang di grup HIU tadi:
1. Ucun
2. Mbak Hum

Two best friends that I could really ask for. Literally bisa ngomongin apa aja sama mereka, terlebih tentang masa depan, since they are two super bright young ladies with amazing personalities and tons of life achievements. I guess we share some common things that we can really get along to one another.

Ucun.
Siti Nurul Faizatus Solikha.
-hope I get your name right. Tho I doubt it cause I can relate to always have wrong spelling of your name. Haha. Jenengmu uangel Cun. Nak salah yo sepurane.
Jadi, Ucun ini adalah ketua organisasi di mana saya sedang mengabdi saat ini. Iya, dia adalah ketua harian Bina Antarbudaya Chapter Jogja. What I mean by amazing personality is real. You won't imagine how great she is as a person dibalik sosoknya yang sering kali kita bully (?). Yha memang di AFS yang paling sering di bully adalah ketuanya -hahaha.
Meskipun, I need to admit that,
the way she thinks positively, the way she behaves through all the obstacles in life, they way she cares to her surroundings, I secretly admire that, a lot. Tho we argue sometimes, because of different opinions we have, or because she's being so very annoying -.-
wkwkw

Mbak Humai.
Choirunnisa Nur Humairo.
This time I'm quite sure that I have her name in the right spelling. (ya kan mbak?)
Nah, mbak yang satu ini adalah kakak yang super sangat perhatian. She's so loving! She's been our real older sister :)
Tempat berbagai petuah, nasihat dan kasih sayang muncul dari seorang kakak kepada adik-adiknya. Saya bisa cerita alias curhat tentang banyak hal dan selalu mendapat response super positive dan super perhatian dari Mbak Hum. Mbaknya sibuk, sedang skripsi, tapi selalu punya waktu untuk sekedar tanya how we are doing. Di AFS, saya dan Mbak Hum satu divisi yaitu di bagian Volunteer Development. Senang sekali bisa partner an sama orang yang super nyambung. Mbak Hum hanya 1 tahun lebih tua dari kami, tapi embak ini selalu bisa kasih kami insight dan advice tentang banyak sekali hal. Saya dulu selalu berkeingingan dan berdoa untuk dapat memiliki kakak cowok, ternyata it was that I haven't found out yet how fun and helpful it could be to have an older sister. It's like, you have another you, in a more mature way, and more inspiring way, that you can always seek advice to. Sounds pretty amazing, huh?
Well that is what I feel every time I talk to her.
Seperti yang kami bicarakan malam ini.




That was me...yang sedang pamer kamar berantakan, dan mau sedikit curhat bahwa pikiran sedang berat memikirkan minggu depan UTS dan masih banyak sekali hal yang saya belum paham - tho it sounds familiar [OMG did I do it every semester or what :(].

Terus, somehow, pembicaraan kami bertiga turns out to be a quite serious one. Tentang apakah itu.....
Tentang, laki-laki. #astaga...
Ceritanya awalnya Ucun becanda minta cowok sama mbak Hum (?) yang diikuti Icha juga yang minta dicarikan cowok (?)
Tapi kami becandaaa enggak serius kok, we're totally fine to be single. -we used to be anyway. Hahaha
Nah...kemudian beranjak ke yang lebih serius, Ucun mulai curhat tentang seseorang yang sedang potensial dekat sama dia. -eeaaa
Tapi pembicaan ini tidak dilanjutkan dengan Icha -simply karena tidak ada yang bisa diceritakan sama Icha. wkwk
Nah, jadi saya dan Mbak Hum sedang sangat nggatekke dengan ceritanya si Ucun, saya sampai melupakan kertas-kertas yang super berantakan ada di depan saya. Maaf ya kertas-kertas, you're not interesting enough ternyata :(

Lalu, pembicaraan kami mulai masuk ke tahap yang lebih serius.....dan Mbak Hum dengan sangat baik hatinya kasih kami insight, kaya gini:



Edan. Baper maksimal :(

Ya Allah sungguh, siapa kah yang akan ngeman-ngeman saya seperti Mbak Hum ini....terharu sekali bahkan saya bisa menitikkan air mata....
-tapi enggak jadi. 

Mbak Hum ini orangnya sangat empowering sekali, terutama sama adik-adiknya. Saya yang masih cupu sangat ini bisa dibuatnya jadi percaya diri dengan sedikit kemampuan yang saya punya. Dan semalaman kami chat bertiga itu, terlihat sekali bahwa Mbak Hum ingin kita bisa sama-sama sukses dan tidak salah memilih pasangan hidup kelak. Jika sekarang memang belum ada, ya jangan diada adakan. Jangan buru-buru, Focus on your dreams! Be successful, and the rest will follow....including that one person, the significant other.

So, to wrap this up, there will be a quote comes from Michelle Obama. A quote that was also sent by Mbak Hum to close our conversation last night.

"There's no boy at this age that is cute enough or interesting enough to stop you for getting your education. If I had worried about who liked me and who thought that I was cute when I was your age, I wouldn't be married to The President of United States today." -Michelle Obama-

Couldn't be more agree....right?


Baru saja kami menghabiskan uang berkumpul dan bercengkrama kembali setelah sekian lama tidak bertemu. Well, not literally tidak bertemu sih, tapi yang emang bener-bener kumpul diniati ketemu berlima gitu dah jarang banget. Inipun kumpul karna diiming-imingi makan enak. Ya mungkin memang karna sudah tidak ada yang dikerjakan bareng-bareng lagi ya emang temenan kalo ada perlunya aja, haha...enggak enggak, mungkin karna beda angkatan beda kesibukan jadi cuma sesekali papasan di kampus aja. Aku Sari Adiyat satu angkatan yang masih berjuang kuliah sedangkan Mas Fajar dan Mas Andhika sudah angkatan atas dan sedang mengejar kelulusan masing-masing.

Berawal di akhir tahun 2014 -ea kaya nulis diary- Mas Fajar dan Mas Andhika yang sedang sibuk menyusun proposal untuk penelitian mereka, dihimbau oleh Sang Bapak Pembimbing untuk mengajukan proposal tersebut ke PKM bidang Penelitian, dengan harapan dapat didanai sehingga meringankan biaya penelitian yang lumayan mahal. Akan tetapi, untuk mengajukan suatu proposal PKM ada beberapa hal yang disarankan untuk dilakukan, di antaranya adalah memiliki anggota kelompok yang berasal dari jurusan berbeda, atau angkatan yang berbeda. Karena penelitiannya memang tekkim banget, jadi mereka memutuskan untuk mengajak anak tekkim aja. Akhirnya mereka memilih untuk mengajak adek kelas supaya ada variasi angkatan yang berbeda. Nah, dari latar belakang itulah....muncul tiga krucil tak tahu diri yang awalnya cuman ikut-ikutan aja. Ketiga krucil itu tentulah saya, Sari, dan Adiyat. Apakah mereka memilih kami karena sudah kenal? Oh tidak. Kami sama sekali tidak saling kenal, saya bahkan ingat sekali pertemuan pertama kami, ya disitu saya baru tau Mas Fajar tu yang mana, Mas Andhika tu yang mana. Begitu juga dengan mereka, saat itu juga kali pertama mereka mengenal kami. Lalu bagaimana kok bisa kami yang diajak? Nah kalo itu saya sampe sekarang juga gak tau kenapa, mungkin memang sudah takdir kami yang bejo diajak oleh Kakak-Kakak itu, jadi bisa ndempel nama di proposal mereka (?).

Singkat cerita, proposal kami akhirnya lolos didanai dan bahkan -tanpa diduga- lolos PIMNAS juga. Wah! saya tiba-tiba merasa super hebat dan amazing!!! padahal saya gak kontribusi apa-apa. Semuanya kaget, tanpa terkecuali Mas Fajar dan Mas Andhika sendiri yang tidak berekspektasi sampai lolos pimnas. Malah begitu tau lolos sempat pusing karena Mas Fajar sedang KP (kerja praktek) dan Mas Andhika persiapan pendadaran. Nah loh. Sisanya kami bertiga, iya benar-benar sisa. Saya sendiri merasa agak...bingung ini harus berperasaan seperti apa, senang? tapi kok ya merasa bukan apa-apa, sedih? la wong lolos kok malah sedih. Saya jadi bingung dan juga merasa bersalah, karena kemarin saya malas-malasan eh kok ternyata malah dikasih hasil yang begitu baik. Jadi, atas dasar perasaan bersalah itulah kemudian kami-saya Sari dan Adiyat bertekad untuk berkontribusi sebanyak-banyaknya dan mengerahkan segenap tenaga yang kami miliki untuk persiapan pimnas dengan sebaik mungkin. Saya dan Sari jadi rajin banget mempersiapkan ini itu, latihan segala macam, nulis artikel untuk di publish, sampai nyari pernak-pernik sebagai properti untuk dibawa kesana. Adiyat pun gak kalah semangat, yang biasanya cuman hobi makan dan menggendutkan badan dia jadi mati-matian bikin ppt. Sampai di edit berkali-kali, punya berpuluh-puluh versi ppt, bikin animasi sampai lembur-lembur, semuanya dilakukan deh biar bisa punya ppt yang bagus, menarik dan informatif. Kerja keras kami tidak sia-sia kok, meskipun pada saat pimnasnya kami tidak mendapatkan juara, masing-masing dari kami sudah mempersembahkan yang terbaik. Dan lebih dari itu, kami mendapatkan bonus pertemanan ini ^^


Sekarang semuanya sudah selesai. Semua urusan pasca pimnas juga sudah beres. Hanya tadi tetiba ada uang saku turun dari langit dan daripada dibagi ke masing-masing orang kami memutuskan untuk berfoya-foya menggunakannya untuk makan malam bersama. Saya nggak tau apa kami berlima besok-besok masih bisa berkumpul dan bercanda ngalor ngidul seperti tadi *kok jadi sedih* tapi semoga pertemanan ini terus terjalin sepanjang masa ya. :)

Saya pribadi senang sekali dan sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim PKM ini, banyak sekali pembelajaran baru yang saya dapat. Terkhusus untuk Mas Fajar dan Mas Andhika, terima kasih banyak telah mengajak kami bertiga untuk ikut dalam penelitian ini, telah mempercayai kami untuk ikut andil dalam persiapan lomba yang luar biasa ini. Dan untuk Sari serta Adiyat, makasih juga ya sudah mau menerima saya apa adanya *halah* wkwkw pokoke seneng sekali bisa kenal kalian lebih dekat :)))

Good luck untuk kita semua ya, semoga nanti semuanya jadi orang hebat di jalan masing-masing....dan tetap selalu ingat satu sama lain meskipun sudah beda ranah kegiatannya. Sukses selalu!! <3 nbsp="" p="">
Mas Andhika - Mas Fajar - Sari - Icha - Adiyat

Semalam saya membuka berkas-berkas lama saya yang ada di kamar, saya sedang mencari suatu file yang saya butuhkan. Map besar berisi rapor saya semenjak SD hingga SMA serta beberapa file penting lainnya saya buka dan lihat satu persatu. Saat itulah saya menemukan lembar demi lembar piagam penghargaan milik saya yang saya kumpulkan jadi satu di dalam map ini. Seketika ada rasa haru dalam benak saya, rasa haru atas berbagai macam hal yang pernah saya raih. Bukan-ini bukan untuk menyombongkan diri, sama sekali bukan. Saya merasa terharu karena saya teringat akan prestasi-prestasi yang pernah saya peroleh. Saya lupa akan rasa itu karena sudah lama sekali tidak merasakannya. Jangankan untuk berprestasi, sekedar mencari nilai saja sulit sekali bagi saya saat ini. Haru itu hadir karena saya seperti merasakan kembali bagaimana rasa bahagia itu dulu-yang sekarang tidak lagi saya rasakan. Saya ingat betapa dulu saya lah yang menjadi tempat bertanya teman-teman lain, dan bahkan sesungguhnya dari SD hingga SMA saya tidak pernah merasakan beban akademik yang begitu berarti, yang ternyata, sangat berbeda dengan apa yang saya rasakan saat ini. Sekarang, saya bahkan harus bertanya ke sana ke sini untuk mendapat jawaban, usaha ini dan itu supaya mengerti materi-materi yang telah diajarkan, semua-muanya dilakukan. Dan tidak, saya tidak menulis ini untuk mengeluh. Saya sudah terlalu banyak mengeluh. Hanya saja ada satu hal yang saya sadari, bahwa ada roda kehidupan yang sedang dan akan terus berputar. Mungkin ini yang dinamakan dinamika hidup, saya tak akan mulu-mulu jadi yang pintar. Mungkin saya memang harus merasakan menjadi yang tidak pintar agar saya mengerti bagaimana caranya berusaha, memahami bagaimana lelahnya berusaha, sehingga saya akan lebih menghargai usaha yang dilakukan oleh orang lain. Mungkin saya ingin diajarkan hal yang lebih dari sekedar mendapat nilai bagus. Mungkin saya saat ini tidak pintar agar saya tetap rendah hati. Mungkin saya ingin diajarkan untuk menjadi orang yang pantang menyerah. Tetap kukuh meskipun terkadang realita tidak sesuai dengan usaha yang diberikan. That's tough, but yes, we need to accept that things are not always meant to be like what we've expected. Sometimes, we need to be down below to make sure that we are strong enough to push our self to be up above, maybe not now, but yes one day it will happen, because the wheel is still rotating, right?
Aku pernah kehilangan, bahkan sebelum aku benar-benar mengerti arti dari sebuah kehilangan

Aku tau bagaimana rasanya kehilangan, karena hari-hari buruk setelahnya yang selalu bisa tergambar jelas dalam benakku

Aku hilang arah kala itu, seperti tak punya pegangan untuk berdiri di kakiku sendiri

Lalu kamu datang membawa harapan, yang perlahan-lahan menguatkanku untuk berdiri dan bangkit lagi

Tidak, rasa kehilangan itu tidak lantas membuatku berhenti menyayanginya

Bukan, dan bukan pula kehadiranmu lantas menggantikan ruangnya di dalam hatiku

Dia tetap ada di hati ini, seburuk apapun rasa kehilangan itu memisahkan kami

Namun tak bisa kupungkiri, bahwa dirimu yang tulus ikhlas berada disampingku, telah banyak membantuku, telah banyak merubah hidupku

dan aku juga tidak memungkiri, bahwa diriku sangat membutuhkanmu

hingga aku sadar, hatiku sudah membuatkan ruang baru bagimu untuk tinggal disana, tanpa ada yang harus saling menggantikan antara kamu dan dia

Aku tau bagaimana rasanya kehilangan. Terima kasih untuk datang dalam hidupku, terima kasih untuk tidak lelah memberikan perhatianmu, terima kasih untuk selalu ada di sini.....dan tidak pergi.

Aku persembahkan hari ini untukmu, seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Semoga Tuhan membiarkan kita bersama untuk waktu yang lebih lama, agar tiada di antara kita yang harus merasakan pedihnya kehilangan (lagi). Semoga Tuhan senantiasa melindungimu dari bahaya apapun di luar sana, dan semoga Tuhan memberikanku kesempatan untuk dapat membahagiakanmu, selagi kita masih bersama. Aamiin.
ibu ibu ramah yang menyapa,
beramah tamah hingga mendoakan kesuksesan kuliah
anak anak yang berlarian, bergembira melihat kereta yang datang dan pergi, tanpa tau kereta mana yang akan mereka tumpangi
anak kecil yang disuruh berjalan sendiri, tidak digandeng sama sekali, malah terkadang kehilangan jejak ibunya di keramaian orang yang berebut menaiki kereta, ibunya? atau kakaknya? atau siapa entah tak tahu
dan saya,
saya yang duduk di kursi tunggu menanti kereta untuk mengantarkan saya kembali ke jogja, kembali ke hiruk pikuk kota jogja dengan segala kegiatannya, kembali ke realita katanya, kembali ke waktu2 perjuangan nan menyenangkan....insyaallah.
bismillah, kereta saya sudah datang...
Bukan Icha namanya kalau nggak ngerepotin orang. Bukan Icha namanya kalau nggak ngerusuhin temen.
Dua orang terpilih yang harus rela direpotin saya hari ini adalah: Kanda dan Tiwik.

Tadi sore saya berada di kampus untuk mengikuti kegiatan MM yang sekarang sedang diselenggarakan setiap hari. Saya mengikuti sesi sore kemudian berniat pulang terlebih dahulu sebelum kembali lagi untuk mengikuti sesi malam. Lalu berjalanlah saya ke parkiran Mustek, karena saya memarkirkan motor disitu. Saya mengeluarkan motor saya di antara barisan motor yang terparkir, kemudian methangkring di atas motor untuk bersiap pulang ketika tiba-tiba motor saya tidak bisa dihidupkan. Beberapa kali di starter mesinnya nggak bisa nyala, njuk saya bingung. Iki kenopo yo..
Beberapa teman yang lewat sempat berhenti dan membantu saya untuk menstarter motor, ada Michi ada Nopal dan Irul, tetapi tidak berhasil. Lalu karena mereka segera ada kegiatan lain maka kita hentikan usaha ini (?) dan memarkirkan kembali motor saya ke tempat semula. Saya berniat menuju ruang KM dan mencari bantuan, saya bahkan gak tau harus gimana atau harus kemana atau menghubungi siapa, maka saya ingin mencari inspirasi siapa tau mereka bisa memberi saya saran apa yang harus dilakukan. Sebelum saya beranjak menuju ruang KM saya turun dulu ke OTK karena berniat mengembalikan helm Ijah ke motornya (tadi helm Ijah ada di motor saya). Nah, di OTK inilah saya bertemu dengan dua teman super unyu nan baik hati yang kemudian membantu saya mengurusi motor saya yang rewel ini.

Lalu, mulailah asumsi-asumsi kita lontarkan tentang kenapa motor ini gakmau nyala, dari bensin habis yang langsung saya tepis, "enak aja! barusan tak isi full bensinnya" kata saya yang entah kenapa gak terima dibilang bensinnya habis. (?)
Lalu ke aki, yang terus saya komentarin, "waduh, engko nek ganti larang dong :("
Sampai ke sekring yang saya gak tau itu apa letaknya dimana gunanya untuk apa.
Yang saya tau hanya lampu sign oren yang seharusnya menyala saat saya on kan kuncinya, itu nggak nyala disini. Tau kan? Itu lampu yang nyala sebentar ketika kita puter kunci, terus kita tunggu lampunya sampe mati baru motor di starter, nah ini lampunya gak nyala.

Setelah puas berasumsi lalu kita mulai merencanakan tindakan. Saya mikirnya langsung ke dealernya aja, tapi jam segitu tadi dealer udah tutup ._.
Terus akhirnya kita ke bengkel yang ada di Sendowo. Gimana bawa motornya?
Tiwik pakai motor saya lalu didorong sama Kanda yang naik motornya
(?)
ya pokoknya begitu, kalau yang sudah pro masalah beginian pasti ngerti deh hehehe.
Nah, terus saya?
Saya malah bawa motornya Tiwik ._.
Kata Tiwik, "udah mak, aku aja yg bawa. tar km malah gak bisa, dah km pake motorku aja sana."
duh hiks...terharu saya...karena memang sebenernya saya juga nggak ngerti gmn itu bawanya T.T terus jadi saya manut2 aja pas motor saya mau dibawain sama Tiwik.
Terus tadi ke bengkel nya sempet dibantu dorong juga sama mas Adit
*pokoke Icha hari ini versi ngerepotin orang banget*

Sesampainya di bengkel......enggak bisa diperbaiki ternyata ._.
Kata mas bengkelnya kita disuruh langsung ke dealer resminya aja, lahh pak kan sekarang sudah tutup :(
mm...kita mikir sebentar njuk akhirnya memutuskan untuk bawa motor saya pulang aja ke kos...rencananya besok pagi baru mau dibawa ke dealer.

Nha ini. Kita diskusi harus lewat jalan manakah untuk ke kos saya nan jauh disana....akan ribet kalau lewat perempatan yang ada lalin nya, tapi setelah dipikir-pikir, kek nya bakal lebih ribet kalau kita harus nyeberang Jakal. Ya sudah akhirnya kita bawa motornya didorong persis kaya tadi. All by kita bertiga: Kanda Tiwik dan saya, kita bertiga bergantian bawa motornya sampai kos saya. Duh...senang sekali dibantuin sama mereka, gak bayangin kalau saya harus ngedorong motor sambil jalan kaki dari kampus sampai kos...itu jauhnya 3 kilo...saya bisa sekurus apa nanti :(

Terima kasih banyak ya buat Kanda dan Tiwik. Aku tau tadi pasti capek dan pegel banget...jauh amir soalnya yah hiks...saya tuh berkali-kali ga enak dan mereka jawabnya santai banget mesti bilangnya gakpapa Cha selo, gitu...
Pokoknya makasih banget banget buat Kanda sama Tiwik! You both are my hero today!
*grin*

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


....Next challenge: besok pagi gimana bawa ke dealernya.....


Beberapa hari yang lalu saya main ke kos teman. Iya, beberapa hari yang lalu pas di tengah-tengah UTS itu. Kenapa malah main-main? Ya sebenernya enggak main-main juga, cuman kangen aja we've never been able to see each other lately, and we both have something to tell, dan kalau nunggu UTS nya selesai maka akan lama sekali karena she got something to do right after exams over. So well, hari sebelum ujian Kimia Organik itu I spent some quality time with her. Terus pas udah pulang sesampainya di kos, saya jadi males banget belajar. hahaha. Feels like it's not gonna be enough time every time we're together cause we'll just keep talking and talking and talking, and kemarin itu..we need to stop karena we both have exams the next day. Jadinya kaya masih tanggung gitu terus jadi males belajar.... *ada hubungannya ngga sih ._.

So this friend of mine is literally knows almost everything about me. Or, well, I tell everything ._. Ya sebenarnya saya orangnya emang suka cerita. Kalau lagi kenapa gitu misalnya, mesti cerita, sama siapapun yang bisa diajak cerita. Tapi kalau kenapa-napa nya banget malah biasanya enggak cerita. Maksudnya, misal nih saya enggak bisa ngerjain soal ujian ya. Habis itu biasanya saya cerita ke temen 'eh tadi aku nggak bisa ngerjain ig..' lalala, lalala. Tapi kalau saya bener-bener ngga bisa ngerjain, at all sama sekali, misalkan satu nomor pun enggak bisa, saya malah ngga bakal cerita. Diem aja...mungkin karena takut buat cerita (?). Enggak tau sih mungkin saya juga nggak mau banyak orang tau, atau mungkin saya belum siap kalau orang-orang tau.
Nah, dengan sifat saya yang seperti itu, biasanya only certain people yang saya biarkan tau tentang hal-hal tertentu tadi. This one friend, is one of them.
Dari awal masuk tekkim semua-semua cerita sama dia, saya juga dikasih tau macem-macem. Pokoknya she's so helpful baiknya nggak ngerti lagi. Semoga besok kamu dapet orang yang baik juga ya.. *lho kok sampe sini.
Betewee dia juga yang ngenalin saya sama....
sama teman baru :)
ahahaha
Well, about the things I keep myself, actually I'm pretty good at that. Pernah dulu saya punya teman dekat. Kinds of friend you could tell everything to, a very very best friend you could ask for. But for a reason, I could not tell people about our friendship. And for a reason, we remain friends...didn't go further than that, or, we could not go further than that. But for me, having a friend like him was more than enough. He could understand me and I somehow could understand him as well.
....and did I like him?
haha I don't know what kinds of feeling I have towards him. He was just like...a home for me. One that I could go back to wherever I came from. One that always supports me whatever I was doing. He was always that good. He was always that good to me. He was....yes he was.
It's not the same anymore, ever since. Why? We decide to take our own path, or at least..
I did.
It was difficult for me to stay close to him since I know we can't be together. It's difficult for me to settle down the feelings I have and I know that I was just a friend to him. 
And this might also be the reason for me being so careful now every time I start to like someone.
Though it went this way I'm still grateful, that I got the chance to know you that close for a time. I've got the chance to have a beautiful friendship and learn a lot from you, thanks for all the things you've done for me. That one thing I could never say it to you because...because whatever the reason, thank you :)
One thing that doesn't change my mind, is that you're a good person. From the very beginning I know you till the time I write this, you're still a good person to me. And let me tell you something, you might not know about this but people surrounds you have the same opinions as mine, and you deserve that.
I know one day you're gonna meet a good person for you to spent the rest of your life with. And when that day comes, I'll be one of the people that will be happy for you. Yes I will be happy for you :)
_________________________________________________________________________________

That is one of the stories in my life that I keep myself -not until I post this here.
Dan sebelum hari ini, satu-satunya orang yang tahu -atau yang saya beri tahu- hanya teman saya tadi. Karena saya enggak berani memberi tahu yang lain?
So am I brave enough now, that I decide to write it here?
I'm not quite sure about that either. I just feel to write it here after I have this kind of talk with her.
Well everyone might have their own stories that they want to keep 'em themselves or tell it to people, and they also have the choice to cherish those as memories, or just forget about it.

And anyway, thanks for reading.. :)


Pagi Semua!
Cerah sekali ya pagi ini, haha setidaknya buat saya. Buat saya yang baru selesai UTS :D
Ya saya tahu sih UTS selesai artinya "selamat datang kembali PAB" atau, "selamat datang kembali laporan", atau, "selamat datang kembali lembur malam" duh T.T
Tadi malem aja saya harusnya mulai buat laporan yang buat minggu besok mengingat saya belum sama sekali at all bikin sepatah kata pun, tapi cuman, niat hanyalah niat..laporan sementara saya malah menghilang entah kemana. Mungkin ada di tengah tumpukan jerami itu. Eh maksudnya tumpukan soal UTS. Ya deh nanti di cari lagi, nanti....nanti?

UTS kali ini enggak biasa-biasa saja buat saya. Kenapa? Karena soal fisika susah? haha itu sih biasa. Bukan, tapi karena..saya kan baru aja ulang tahun. Yaaaay!! *prokprokprok*
Yah sebenernya dari dulu dari jaman saya mulai sekolah ulang tahun saya pasti berada di tengah-tengah UTS sih ._.
Banyak yang unexpectable di ulang tahun kali ini. Salah satunya because there is this one person, yang saya benar-benar ngga nyangka bakal kasih kado, and...yeah, he's a good friend :)
And there is this one person yang kasih kado juga, bukan kadonya yang unexpectable, tapi suratnya....kok bikin saya terharu ya, makasih lho :')
And there is this one person lagi, yang juga enggak disangka-sangka bakal datang ke kos saya dan ikut kasih surprise, hehe that's cute ;)
Makasih yaa..makasih semua..makasih semua muanya yang ikut bikin ulang tahun saya ini so worth it. Makasih yang sudah menyadarkan saya kalau there's so much I have right now untuk saya habiskan waktu hanya dengan mengeluh. Maaf yah saya emang jadi lebih sering ngeluh semenjak masuk Tekkim ya harusnya enggak boleh saya tahu kok T.T

Oya satu lagi highlighting buat mbak Mai sama Lia yang udah bela-belain ke teknik cuman buat kasih surprise dan kue dan kebahagiaan, ahaha..makasih lho sampai mau parkir aja bingung di sebelah mana baru pertama masuk Teknik ya? :p udah gitu sayanya pakai ngga ada di kampus. Udah melibatkan Lala dengan kedok sosialisasi AFS, dan Doni dengan kedok nitip barang, yah tetep aja saya pas itu engga ada di kampus. Jadinya mereka nungguin saya dateng deh. Lumayan lama sih duh maaf yaa...terus pas dateng saya udah senyum-senyum seneng banget gitu disamperin eh malah terus dibilangin, "ini anak satu susah banget sih cuman mau dikasih surprise. Nih, kue nya nih, tiup sendiri sana, nyanyiin sendiri juga" ahahaa lucu kali sih ni dua orang hihihi...Makasih loh ya...muucih banyak :* sepenuh hati dari Icha :D

Segini dulu ya pagi ini and....keep reading! *ngarep dibaca* Karena saya sedang membuat post yang lain hohohoo *kedip kedip*
Dadaah and have a great day everyone!
aku punya utang nggak sama kalian?
punya mbak, utang waktu..
_____________________________________________________________________________

Akhir-akhir ini saya baru menyadari sesuatu. Saya baru sadar kalau saya kehilangan banyak waktu -bukan untuk hal yang tidak penting, malah sebenarnya penting banget. Tapi tetep aja intinya saya kehilangan banyak waktu. Waktu buat siapa? buat keluarga, buat temen, buat saya sendiri. Saya tidak menyalahkan keberadaan saya yang sekarang kuliah di teknik, saya juga tidak pernah menyesal telah memilih teknik kimia sebagai tempat saya belajar lebih lanjut.

Di teknik sibuk. Di organisasi banyak kegiatan. Semester dua udah mulai praktikum. Laporannya banyak. Tugasnya banyak. Tidurnya dikit. Masyaallah..
Yah saya tau kalau semester atas nanti bakal lebih lagi sibuknya, lebih banyak lagi beban kuliahnya, lebih lalala lilili ah I have enough of them. People keep saying those things.
Pernah suatu hari saya kesal sama kakak angkatan. Komentar-komentar seperti "eh anak 13 kok kayanya lebay banget baru ada praktikum aja sebegitunya", atau, "ya ilah semester dua mah selow, belum ngerasain semester tiga kalian beratnya kaya apa", dan....komentar-komentar sejenisnya yang lain. Saya capek, dan makin capek dikomentarin begitu. Yah saya tau kakak, kalau besok-besok itu makin berat, tau bangeet semua orang di tekkim kalo ditanyain juga bilangnya gitu, ga usah ditanyain aja bilang kok. Jadii, enggak perlu terus-terusan diingetin capek kakaak T.T

Tapi enggak semua orang kaya gitu sih, yang biasa aja juga ada, yang baik juga ada, yang ngasih semangat juga ada.
Terkhusus buat mereka yang kasih semangat, terima kasih ya :)
Menurut saya ini itu bukan masalah mana yang lebih sibuk mana yang enggak, mana yang lebih berat mana yang enggak, tapi lebih ke rasa saling memahami. Mungkin, orang-orang yang pernah kasih komentar begitu, dia merasa....semester duanya memang banyak luang, sementara enggak semua anak semester dua sekarang seluang dia. Atau, dia merasa semester tiga empat lima enam tujuhnya suram (?). Atau, dia emang enggak mau paham aja sih, kalau beban kuliah emang beda dan enggak bisa kalau dibandingin begitu. Maksudnya, ya beban kuliah semester ini segitu, semester itu segini, sudah ada bagiannya masing-masing. Toh semakin ke atas kita akan semakin dewasa, semakin terbiasa di tekkim, jadi semakin bisa menghandle hal-hal seperti ini, wajar kalau bebannya juga jadi makin berat.
Aku sendiri, paham banget sama temen-temen yang pada capek. Kita semester satu belum ikut KM, baru semester dua ikut, eh ternyata praktikum dimajuin, eh terlanjur ikut organisasi lain, eh kegiatan lain juga. Mungkin banyak dari kami yang 'kaget' dengan perubahan yang ada, jadi sering capek, sering lemes.

Beteweee aduh kok saya jadi curhat panjang lebar begini. Tadi yang mau saya tulis bukan ini lho ._.
Saya tuh mau nulis tentang Ethe Andani Azmi sama Ikhsan yang kemarin kasih surprise.
*jauh banget ya ngelanturnya..maap maap*

Iyaa jadi kan kemarin tuh ceritanya saya ulang tahun. Ulang tahun yang ke....20. Iya e, dua puluh ._.
makin banyak aja ini yang panggil mbak di tekkim, duuh.
Kemarin saya kan mid yah, hari pertama dan dua makul: mat sama adin. *adin tu nama makul lho bukan nama orang. #nggak penting XD
Yauda terus habis tes capek kan, tepar saya pulang ke kos. Tidur. Nyaur utang tidur tadi malem yang direnggut sama matematika. Udah deh bobok cantik. Eh tiba-tiba Andani telepon, iya telepon dan tanpa rasa bersalah membangunkan saya dari bobok cantik saya. Ujug-ujug dia udah di depan kos saya, ndodok pintu dan masuklah dia. Saya masih muka bantal begitu. Terus dia tiba-tiba bilang laper dan minta ditemenin makan. Saya baru aja makan dan kenyang banget dan ngantuk banget jadi saya males buat keluar-keluar. Tapi nih anak satu maksanya diiih -.-
Yauda karna kayanya dia emang laper gitu akhirnya tak temenin makan. Dia mintanya makan di foodcourt lagi jauh banget. Biasanya juga di pogung situ~
Yauda deh saya manut aja wong saya enggak makan cuman nemenin *wacana sih, sampe sana saya juga pesen. hahaha*
Nah, yaudah. Di sana pas lagi makan tiba-tiba dari belakang,
"happy birthday to you...."
Saya nengok dan mendapati Ethe Azmi dan Ikhsan di sana ya ampuuun. Terharu :')
Enggak nyangka banget soalnya..
Dinyanyiin sambil dipeluk satu-satu haha habis kangen..padal sama-sama di jogja, tapi jarang ketemu :/
yah biasanya saya sih yang bikin nggak jadi ketemuan hiks maap :(
*kan saya lagi saya lagi*
Yauda sesi selanjutnya foto-foto tiup lilin makan kue daaan....dapat kado XD
hihihi

Ini kadonya jam gitu...lucu yah. Apalagi fotonya saya cantik :3 hahaha
Ikhsan - Icha - Ethe - Azmi

Andani - Icha - Ethe - Ikhsan

habis ini insyaallah bakal lebih berusaha lagi ngatur waktu, biar bisa sering-sering ketemu kalian...makasih ya :)
This One Precious Gift: Annisa Fakhriya Rofi
Yes, this one precious gift in my life I ever received.
I know, just like me, you are currently having a hard time. Messing up with all those papers full of calculations. I want you to know how I wish I could pretending to forget there is an exam tomorrow and be right there besides you to hug and greet my sister in person simply " Selamat Ulang Tahun, mbak ".
Feeling such a terrible, horrible friend

I hope you have a wonderful birthday, setidaknya tidak semumet rumus-rumus tekkim mu mbak yang baru ngeliat angkanya udah cukup bikin rambut rontok.

Just reading through some of your blog posts. One of it was about kebaikan orang-orang di sekitar mu. Jadi keinget our midnight talks about terharunya kita dengan lingkungan abur yang super baik.
Alhamdulillah ya mbak, semoga kita semua bakal selalu diberkahi Allah dengan kind people surround. Tapi ada satu hal yang mau aku ingetin, bahwa kamu juga salah satu dari orang-orang itu. I think God has planned it for you, as a present. You know, you're surroundings reflecting who you are.

Jadi selalu lah jadi gadis baik hati yang selalu aku kenal ya mbak , at least gak sehancur aku lah jadi cewek hehe. Berhubug kamu udah tua, yo aku nyelamatinnya semoga " enteng jodoh " lah yaaa, biar pas wisuda ada yang nemenin HAHA. ehm... 

HAPPY HAPPY BURTHDAY YA, wanita yang gak paham lagi ketangguhannya dalam menjalani hidup. The one that I admire since the first time knowing things deeper in your life. Wishing all your goals would be accomplished soon very very soon! Last, semoga persaudaraan kita would lasted sepanjang panjangnya umur kita ya mbak  Amin. Atau bahkan lebih dari itu

I LOVE YOU. I JUST REALLY DO til the rest of my life ♥♥♥

Love,
Mai Ramadhaningrum
Hello People!
Siapa yang udah libur?
#cung! saya! :D
ehehe, saya udah libur looh, dan seneng banget. Kenapa gitu? ya sebenernya nggapapa sih, cuman seneng aja akhirnya libur, walaupun cuma bentar. Dua minggu doang coba ._. ckck tekkim nih memang yah, libur dua minggu kek anak SD aja -__-
Tapi setidaknya, rehat juga dari kegiatan kampus. Ya walaupun nggak sepenuhnya sih, libur ada deadline event ini itu, tapi it's okay lah. Yang penting sekarang sudah di rumah :))

Jadi, mau bahas apa sekarang?
Mau bahas orang baik. (?)
Iya, orang baik.

Saya tau baik itu relatif, relatif sekali memang. Baiknya satu orang dengan yang lain itu beda, baik menurut satu orang dengan yang lain juga beda. And I used to dislike this word every time people describe someone with it, karena menurut saya kata ini kurang spesifik. Baik? Apanya? Suka menolong kah? Suka membantu kah? Perhatian? Suka tersenyum? Suka menabung dan tidak sombong? Didetailin lah, biar lebih jelas. Karna baik itu luas banget cakupannya.

Cuman sekarang saya jadi suka pakai kata itu. To some people aja sih, highlighting those whom I'm very close to. Why?
Simply because they are that good. They are good dalam segala hal. Sampai-sampai kalau didetailin banyak banget, jadi saya merasa Baik itu adalah kata yang tepat. Bukan karna I don't want to bother myself untuk mendetailkan bagaimana sifat orang itu, tapi balik lagi ke tadi, simply because they are that good.
Jadi sekarang, bagi saya, Baik itu adalah predikat yang cukup tinggi bagi seseorang, yang tentu saja, tidak semua orang cukup baik sehingga bisa saya sebut Baik. *aduh semoga penjelasan saya enggak ribet ya*

Saya sebenarnya heran. Heran sama orang yang bener-bener baik. You know, somehow people turn out to be really nice, well, tentu saja not everyone, just some of them, yang lain? Ada juga yang turn out to be....bad, I guess?
But yeah, Some people are nice, Some people are not. Some people are good, Some people are bad.
Kita pasti tau lah ya hal itu.
Tapi saya nggak mau bahas yang jahat. Yang jahat biarlah jadi jahat, saya mau bahas yang baik-baik aja.
*kok jadi kaya kalimat anak-anak SD*
*kenapa hari ini saya sensi sekali sama anak SD*

Lanjut. Balik lagi ke tadi, saya heran. Maksud saya, kenapa gitu orang mau jadi baik? Apa yang bikin mereka jadi sebaik itu?
Saya sendiri, punya beberapa orang terdekat yang saya anggap baik. Baiik sekali. Orang bilang, kita bakal dapat teman yang sepadan dengan kita. We are what our friends are. Tapi menurut saya, saya belum sebaik orang-orang di sekitar saya. Though I always want to be good, always want to be a better me :)

Saya enggak tau cerita saya yang mau saya tulis ini related to tulisan yang ada di atas atau enggak, tapi saya mau cerita. Jadi, pagi ini saya menemukan sebuah post seseorang di blognya, yang mengena di hati. Iya deh saya ngaku saya sering buka baca-baca blog orang.hehe
I like reading what people write, I love words, I can even fell for it :')
*oke salah fokus*
Lanjut. Saya sebenernya buka blog temen saya ini karna mau mencari sesuatu *woo kepo*
Tapi enggak dapet, malah dapet baca post yang tadi itu. Jadi ceritanya dia lagi memposting tentang tempat-tempat yang dia pengen kunjungi sesegera mungkin, salah satu yang dia tulis adalah Indonesia, dan alasan yang tadi saya baca di tulisannya itu, karena ingin menemui saya :)
Uuhuk! Saya langsung kesedak ._.
I don't need a good cry this early morning ya, hiks.
Terharu? Pasti lah. Buat saya, ketika seseorang menuliskan sesuatu tentang kita tanpa pengen kita tau, tanpa ngasih tau kita, yah.itu tulus :)
When somebody's writing something about you without you knowing it, then by any chance you find it out, doesn't it become the sweetest thing ever? ya, nggak? ngaku!
hihihi
Yah. Yang mau saya soroti dari temen saya itu, mungkin dia baik yang tipe perhatian kali ya. Dia baik ke orang-orang di sekitarnya sampai dia seperhatian itu sama mereka, termasuk sama saya. Walaupun kita belum pernah ketemu *ya makanya dia bilang pengen ketemu*
Semoga nanti kita bisa bener-bener ketemu ya, amiin.

Tipe orang baik emang beda-beda, tapi buat saya, orang baik tetaplah orang baik.
Saya harap saya bisa menjadi orang yang lebih baik dan berbuat baik kepada orang-orang, khususnya mereka yang sangat baik terhadap saya, dan saya selalu bersyukur mempunyai mereka di samping saya :)



Good people do good things, and bad people do bad.
Good person will get a good person, and bad person will get a bad person as well
And you can always choose which one you wanna be :)