Showing posts with label Chemical Engineer. Show all posts
Showing posts with label Chemical Engineer. Show all posts
Kapan yah saya menuliskan bahwa post ini akan dilanjutkan.....sepertinya sudah lama sekali. Akhirnya malam ini saya ada di depan laptop ngetik di blog lagi (hooray!!)

So I did mentioned two of my close friends in the previous post and here I would like to congratulate my other two friends which are just as amazing.

I found this girl Perwitasari Yekti Mumpuni to be close to my life since high school. Pertama kali kenal ketika kelas 10, dan kesan pertama adalah bahwa Wita ini sangat pintar. Ikut olimpiade dan lomba ini itu sejak SMP, tetapi sangat rendah hati, hebat sekalii. Her most stand out personality is that she is very loving! baik dan sangat perhatian sama teman-temannya. Sejak SMA sudah sering cerita-cerita, she knows exactly every of my love story, tanpa kecuali! hahaha
Ketika saya bersekolah di Amerika untuk program pertukaran, skyping sama dia jadi salah satu hal yang ga pernah ketinggalan. I tell my lil host sister about her and she draws for her! Gambar adik saya untuk Wita ini saya bawa pulang dan sekarang masih ada tersimpan di kamar.
Ketika saya pulang dan melanjutkan kelas 3 SMA sementara dia melanjutkan kuliah di Teknik Kimia, kami masih sering mengobrol. Selain Meutia, Wita ini yang jadi rujukan saya untuk bertanya lebih jauh mengenai Teknik Kimia dan akhirnya memutuskan untuk mengambil jurusan yang sama setahun setelahnya.
Sekarang saya sudah tingkat akhir di Tekkim, Wita sudah wisuda Agustus kemarin (yeay!!) dan sekarang sedang memulai peruntungan hidup di dunia yang sebenarnya (?)

Good luck ya Wita! Terima kasih atas segala hal yang kamu berikan, terima kasih untuk semua buku-buku dan materi perkuliahan yang selalu kamu kasih ke saya setiap pergantian semester, terima kasih untuk menjadi pengingat segala macam hal dan tidak lelah memberikan informasi-informasi penting untuk saya, terima kasih sudah selalu menampung saya di kosmu dan menjadi pendengar yang super baik untuk setiap curhatan saya dari yang sangat serius sampai yang enggak penting, terima kasih pernah mengenalkan saya dengan seseorang yang menjadi bagian pembelajaran untuk hidup saya, terima kasih untuk selalu menguatkan di saat saya berada di titik titik bawah menjalani hidup di teknik kimia, I can't never thank you enough for everything you did. I always try to be like you who would give attentions and spread loves to people around, but I know I'll never beat you :)
This post is a small gift to let you know how this truly is a blessing for me to have you.

Cheers!
Selanjutnya adalah mas Aditya Herdy Permadi. Mas Adit ini juga sudah wisuda bulan November kemarin, dan cumlaude juga. Eh saya baru sadar teman-teman saya kok pintar sekali ya, harusnya kan bisa nular ke saya *hahaha

Icha (yang bawa samir kuning) dan Mas Adit (yang punya samir kuning)
Itu foto waktu wisudaan Mas Adit. Sekarang Mas Adit udah ga di Jogja, udah kembali ke rumahnya ya meskipun sekali-sekali masih suka main ke Jogja. Sama kaya Wita juga, sedang mencari peruntungan di dunia yang baru.

Saya kenal Mas Adit semenjak tahun pertama kuliah. Ketika itu saya baru saja masuk Teknik Kimia dan tergabung dalam satu organisasi di Bidang 3 KMTK. Ngomongin Bidang 3 ini ga bisa lepas dari perasaan bahagia :) Saya dapat banyak sekali pelajaran di organisasi ini, dapat banyak sekali teman dekat di sini, banyak memberi dan banyak menerima. 

Long story short, di tahun kedua saya memutuskan untuk menerima tawaran Mas Adit sebagai sekretaris Bidang 3, yang saat itu diketuai oleh Mas Adit sendiri. Semenjak itu saya jadi lebih sering diskusi dengan Mas Adit, lebih sering bertemu, lebih sering rapat bareng, makan bareng, main bareng sampai curhat bareng, tentunya dengan Pengurus Inti yang lain. PI di bidang 3 ada 4 orang, namun memang kedua teman saya yang lain itu ada kesibukan lain di luar bidang 3 yang menyebabkan saya dan Mas Adit harus siap memback-up mereka. Setahun itu susah-susah gampang, sedih-sedih bahagia, tapi saya banyak sekali belajar dari sosok seorang Mas Adit. Mas Adit itu baik sekali, dan selalu mau menolong adik-adiknya tanpa pamrih, selalu menyempatkan dan meluangkan waktu untuk adik-adiknya meskipun dia sendiri harus repot. Luar biasa baiknya. Saya jarang sekali mengenal orang yang akan dengan ringan tangan membantu orang lain seperti Mas Adit ini.

Pernah suatu ketika kami selesai rapat rutin Bidang 3, lalu saya harus lembur untuk menyelesaikan laporan praktikum. Waktu itu sudah malam, kampus sudah hampir ditutup, jadi saya harus segera pindah ke tempat lain untuk meneruskan pekerjaan saya. Pas saya lagi beres-beres tiba-tiba Mas Adit dateng terus nawarin buat nemenin lembur, simply karna kasian liat saya cewek sendirian keluar malam-malam sendiri. Baik sekali ya :"

Lalu ada waktu-waktu rapat yang sering kali diselipin di tengah-tengah kesibukan Mas Adit. Ketika itu Mas Adit semester 5-6, kegiatan kampus lagi banyak-banyaknya, selain itu Mas Adit juga nyambi beberapa kegiatan di luar kampus. Saya kebetulan juga sedang ada tanggung jawab yang lain, sehingga persiapan proker-proker Bidang 3 dilakukan di tengah-tengah waktu senggang yang sempit-sempitan. Sering kali kami ketemu untuk rapat dengan keadaan kaya zombie (lelah, kurang tidur, kurang fokus) alhasil rapat efektif cuman beberapa saat di awal, nanti kalau sudah capek tak tertahankan pembahasan proker bisa berubah jadi, "aku lagi pusing nih Cha ada2 aja akhir2 ini"/ "weh kenapa Mas? baik2 aja to sama Mbaknya?"/ "iya gituu pokoknya, km sendiri gmn sama Masnya Cha?", lalala....lilili... wkwkwk
dan rapat pun seketika berubah jadi dunia curhatan.

Dulu saya dan teman-teman saya sering minta diajarin Mas Adit kalau mau ujian mata kuliah tertentu yang susah susah, dan kalau Mas Adit sedang luang maka dengan entengnya langsung menyusul kami ke Ind*maret Point lalu ikut lembur, untuk ngajarin kami. Atau sekarang-sekarang ini Mas Adit juga sesekali jadi rujukan saya dan partner saya untuk ngerjain TA, apalagi kalau dia sedang di Jogja.

Sampai sekarang Mas Adit tetaplah kakak yang baik hati dan selalu mau membantu adik-adiknya, selalu bisa kasih pandangan saran dan nasihat, selalu bisa kasih semangat dan motivasi. Terima kasih banyak ya Mas Adit, dari dulu banget pengen ngucapinnya, baru sekarang akhirnya bisa ketulis di blog, hehehe
Sukses selalu untuk Mas Adit, semoga segera bertemu dengan pekerjaan yang cocok ya Mas, orang seperti Mas Adit pasti banyak yang membutuhkan :)))


Baru saja kami menghabiskan uang berkumpul dan bercengkrama kembali setelah sekian lama tidak bertemu. Well, not literally tidak bertemu sih, tapi yang emang bener-bener kumpul diniati ketemu berlima gitu dah jarang banget. Inipun kumpul karna diiming-imingi makan enak. Ya mungkin memang karna sudah tidak ada yang dikerjakan bareng-bareng lagi ya emang temenan kalo ada perlunya aja, haha...enggak enggak, mungkin karna beda angkatan beda kesibukan jadi cuma sesekali papasan di kampus aja. Aku Sari Adiyat satu angkatan yang masih berjuang kuliah sedangkan Mas Fajar dan Mas Andhika sudah angkatan atas dan sedang mengejar kelulusan masing-masing.

Berawal di akhir tahun 2014 -ea kaya nulis diary- Mas Fajar dan Mas Andhika yang sedang sibuk menyusun proposal untuk penelitian mereka, dihimbau oleh Sang Bapak Pembimbing untuk mengajukan proposal tersebut ke PKM bidang Penelitian, dengan harapan dapat didanai sehingga meringankan biaya penelitian yang lumayan mahal. Akan tetapi, untuk mengajukan suatu proposal PKM ada beberapa hal yang disarankan untuk dilakukan, di antaranya adalah memiliki anggota kelompok yang berasal dari jurusan berbeda, atau angkatan yang berbeda. Karena penelitiannya memang tekkim banget, jadi mereka memutuskan untuk mengajak anak tekkim aja. Akhirnya mereka memilih untuk mengajak adek kelas supaya ada variasi angkatan yang berbeda. Nah, dari latar belakang itulah....muncul tiga krucil tak tahu diri yang awalnya cuman ikut-ikutan aja. Ketiga krucil itu tentulah saya, Sari, dan Adiyat. Apakah mereka memilih kami karena sudah kenal? Oh tidak. Kami sama sekali tidak saling kenal, saya bahkan ingat sekali pertemuan pertama kami, ya disitu saya baru tau Mas Fajar tu yang mana, Mas Andhika tu yang mana. Begitu juga dengan mereka, saat itu juga kali pertama mereka mengenal kami. Lalu bagaimana kok bisa kami yang diajak? Nah kalo itu saya sampe sekarang juga gak tau kenapa, mungkin memang sudah takdir kami yang bejo diajak oleh Kakak-Kakak itu, jadi bisa ndempel nama di proposal mereka (?).

Singkat cerita, proposal kami akhirnya lolos didanai dan bahkan -tanpa diduga- lolos PIMNAS juga. Wah! saya tiba-tiba merasa super hebat dan amazing!!! padahal saya gak kontribusi apa-apa. Semuanya kaget, tanpa terkecuali Mas Fajar dan Mas Andhika sendiri yang tidak berekspektasi sampai lolos pimnas. Malah begitu tau lolos sempat pusing karena Mas Fajar sedang KP (kerja praktek) dan Mas Andhika persiapan pendadaran. Nah loh. Sisanya kami bertiga, iya benar-benar sisa. Saya sendiri merasa agak...bingung ini harus berperasaan seperti apa, senang? tapi kok ya merasa bukan apa-apa, sedih? la wong lolos kok malah sedih. Saya jadi bingung dan juga merasa bersalah, karena kemarin saya malas-malasan eh kok ternyata malah dikasih hasil yang begitu baik. Jadi, atas dasar perasaan bersalah itulah kemudian kami-saya Sari dan Adiyat bertekad untuk berkontribusi sebanyak-banyaknya dan mengerahkan segenap tenaga yang kami miliki untuk persiapan pimnas dengan sebaik mungkin. Saya dan Sari jadi rajin banget mempersiapkan ini itu, latihan segala macam, nulis artikel untuk di publish, sampai nyari pernak-pernik sebagai properti untuk dibawa kesana. Adiyat pun gak kalah semangat, yang biasanya cuman hobi makan dan menggendutkan badan dia jadi mati-matian bikin ppt. Sampai di edit berkali-kali, punya berpuluh-puluh versi ppt, bikin animasi sampai lembur-lembur, semuanya dilakukan deh biar bisa punya ppt yang bagus, menarik dan informatif. Kerja keras kami tidak sia-sia kok, meskipun pada saat pimnasnya kami tidak mendapatkan juara, masing-masing dari kami sudah mempersembahkan yang terbaik. Dan lebih dari itu, kami mendapatkan bonus pertemanan ini ^^


Sekarang semuanya sudah selesai. Semua urusan pasca pimnas juga sudah beres. Hanya tadi tetiba ada uang saku turun dari langit dan daripada dibagi ke masing-masing orang kami memutuskan untuk berfoya-foya menggunakannya untuk makan malam bersama. Saya nggak tau apa kami berlima besok-besok masih bisa berkumpul dan bercanda ngalor ngidul seperti tadi *kok jadi sedih* tapi semoga pertemanan ini terus terjalin sepanjang masa ya. :)

Saya pribadi senang sekali dan sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim PKM ini, banyak sekali pembelajaran baru yang saya dapat. Terkhusus untuk Mas Fajar dan Mas Andhika, terima kasih banyak telah mengajak kami bertiga untuk ikut dalam penelitian ini, telah mempercayai kami untuk ikut andil dalam persiapan lomba yang luar biasa ini. Dan untuk Sari serta Adiyat, makasih juga ya sudah mau menerima saya apa adanya *halah* wkwkw pokoke seneng sekali bisa kenal kalian lebih dekat :)))

Good luck untuk kita semua ya, semoga nanti semuanya jadi orang hebat di jalan masing-masing....dan tetap selalu ingat satu sama lain meskipun sudah beda ranah kegiatannya. Sukses selalu!! <3 nbsp="" p="">
Mas Andhika - Mas Fajar - Sari - Icha - Adiyat

Semalam saya membuka berkas-berkas lama saya yang ada di kamar, saya sedang mencari suatu file yang saya butuhkan. Map besar berisi rapor saya semenjak SD hingga SMA serta beberapa file penting lainnya saya buka dan lihat satu persatu. Saat itulah saya menemukan lembar demi lembar piagam penghargaan milik saya yang saya kumpulkan jadi satu di dalam map ini. Seketika ada rasa haru dalam benak saya, rasa haru atas berbagai macam hal yang pernah saya raih. Bukan-ini bukan untuk menyombongkan diri, sama sekali bukan. Saya merasa terharu karena saya teringat akan prestasi-prestasi yang pernah saya peroleh. Saya lupa akan rasa itu karena sudah lama sekali tidak merasakannya. Jangankan untuk berprestasi, sekedar mencari nilai saja sulit sekali bagi saya saat ini. Haru itu hadir karena saya seperti merasakan kembali bagaimana rasa bahagia itu dulu-yang sekarang tidak lagi saya rasakan. Saya ingat betapa dulu saya lah yang menjadi tempat bertanya teman-teman lain, dan bahkan sesungguhnya dari SD hingga SMA saya tidak pernah merasakan beban akademik yang begitu berarti, yang ternyata, sangat berbeda dengan apa yang saya rasakan saat ini. Sekarang, saya bahkan harus bertanya ke sana ke sini untuk mendapat jawaban, usaha ini dan itu supaya mengerti materi-materi yang telah diajarkan, semua-muanya dilakukan. Dan tidak, saya tidak menulis ini untuk mengeluh. Saya sudah terlalu banyak mengeluh. Hanya saja ada satu hal yang saya sadari, bahwa ada roda kehidupan yang sedang dan akan terus berputar. Mungkin ini yang dinamakan dinamika hidup, saya tak akan mulu-mulu jadi yang pintar. Mungkin saya memang harus merasakan menjadi yang tidak pintar agar saya mengerti bagaimana caranya berusaha, memahami bagaimana lelahnya berusaha, sehingga saya akan lebih menghargai usaha yang dilakukan oleh orang lain. Mungkin saya ingin diajarkan hal yang lebih dari sekedar mendapat nilai bagus. Mungkin saya saat ini tidak pintar agar saya tetap rendah hati. Mungkin saya ingin diajarkan untuk menjadi orang yang pantang menyerah. Tetap kukuh meskipun terkadang realita tidak sesuai dengan usaha yang diberikan. That's tough, but yes, we need to accept that things are not always meant to be like what we've expected. Sometimes, we need to be down below to make sure that we are strong enough to push our self to be up above, maybe not now, but yes one day it will happen, because the wheel is still rotating, right?
Hai haai..apa kabar liburan?
Masih setia menunggu portal?

Ahaha..ngga usah la ya, seneng-senengin dulu aja la ya, mumpung masih libur.
Entar kalo dah masuk juga pusing (lagi).

Yah. Saya sudah gatal ini tangannya pengen nulis lagi. Kemarin sempet berenti karena ini dan itu, sempet ke pacitan juga lo. Liburaannn, sama temen-temen rada koplak rame-rame ke Gua Gong dan Pantai Klayar. Seneng. Banget. Capek juga. Tapi tetep seneng :)
Hehehe saya mah diajak liburan pasti seneng.
Oke sebelum saya menulis macam-macam, sepertinya kemarin saya punya hutang ya?
Saya bilang mau cerita tentang praktikum ya kalo gak salah?
Well let me do it now. Sekarang saya cerita tentang praktikum dulu ya, ntar di tulisan selanjutnya bahas yang lain. Janji wis ini yang terakhir tulisan saya tentang pelajaran*. Habis itu ganti yang lain.

(*terms and conditions apply)

Praktikum.

Adalah suatu mata kuliah di Teknik kimia yang dilakukan berpartner dan biasanya diambil oleh satu angkatan penuh, maksudnya tidak ada percepatan dan (biasanya) tidak ada yang mengulang. Lebih tepatnya tidak ada yang mau, nilainya pun berkisar antara baik sampai cukup baik, insyaallah, ya saya sih belum pernah mendengar nilai praktikum yang buruk, hehe.
And anyway, yang mau saya bahas bukan nilainya sih, tapi proses nya yang lumayan melelahkan menyenangkan.

PAB.
Mari kita mulai dengan praktikum pertama yang saya temui di Teknik Kimia, yaitu Praktikum Analisis Bahan (semester 2). Partner saya adalah Chika, orangnya super rajin. Bisa ditebak saya lebih banyak merepotkan Chika daripada Chika yang merepotkan saya. Pokoknya dia partner super kece deh. Ada delapan praktikum yang harus kami lakukan selama satu semester di PAB. Seperti namanya, praktikum yang kami lakukan adalah untuk menganalisis bahan, seperti Volumetri, Spektrofotometri, Gravimetri, Modulus Patah dan Kuat Desak, dan teman-temannya. Secara singkat, proses praktikum adalah seperti ini: sebelum memulai praktikum kami akan melakukan pre-test mata praktikum yang akan kami laksanakan minggu depan. Kemudian kami akan praktikum, yang dimulai dengan memakai APD (alat pelindung diri) lengkap, kalau tidak lengkap kami tidak boleh melaksanakan praktikum, setelah itu ada safety moment, cek alat, lalu memulai praktikum, mencatat hasil, mencuci alat dan mengeringkannya seperti semula, cek data dan mengumpulkan laporan sementara, cek alat (lagi), pulang, buat laporan, pre-test lagi, mengumpulkan laporan di minggu selanjutnya sekaligus melaksanakan praktikum selanjutnya, menulis laporan lagi, lalu revisi laporan yang kemarin keluar, kadang ditambah pertanyaan tambahan, nulis revisi dan pertanyaan tambahan, pre-test, praktikum, nulis laporan dan revisi dan pertanyaan tambahan dan pre-test dan ………………((passed out)).
Begitulah muter terus sampai delapan kali. Kalau kata pribahasa tentang praktikum nih ya: every end is the beginning of something else. Yup. Tepat sekali.

Saya sebenarnya suka praktikum, serius deh. Walaupun lama, praktikum itu menyenangkan, gerak-gerak, gak diem aja kaya di kelas nyatet terus ngantuk. Yang kurang menyenangkan adalah bagian menulis laporannya. Soalnya banyak dan ditulis tangan di kertas folio gitu. Laporan PAB ini cukup banyak, kalau lagi dapet mata praktikum yang singkat ya paling sekitar 10 halaman, kalau lagi dapet yang panjang ya bisa sampai 30 atau 35 halaman gitu. Tapi tenang aja, semua pasti dapet kok, cuman saatnya aja yang beda-beda, kan semua mata praktikum juga harus dilaksanakan. Oiya dari semua kegiatan praktikum tadi, semuanya itu kami laksanakan bersama asisten, bukan dosennya langsung. Siapa asistennya? Ya kakak angkatan kita sendiri. Jadi yang ngasih pre-test, kasih pertanyaan tambahan, ngasih inhall, ngoreksi laporan sampai memberi nilai laporan kita, itu para asisten-asisten itu. Terus asisten ya gitu, ada yang menyenangkan, ada juga yang….lumayan rempong, haha..begitulah.
Inhall. Apakah itu? Inhall itu adalah bintang bergemerlap bertaburan yang akan diberikan asisten kepada kita ketika kita melakukan kesalahan selama proses praktikum itu. Banyak jenisnya, ada kesalahan praktikum, kesalahan data, kesalahan laporan, memecahkan alat, telat praktikum, dll. Maksimal bintang yang bisa kita peroleh adalah 5, artinya, ketika bintang kita sudah 5, maka kita akan menerima suatu hukuman, nah apalagi kalau lebih dari 5, lah dihukum terus bisa-bisa ._.
Selama PAB, berapa bintang yang saya dapat? Tiiiiigaaa…yeah. Dua bintang saya dapat waktu salah prosedur praktikum A. Praktikum A? Siapa asistennya? Masndut Ihsan Prayogo Sutjipto. Iyap, masnya yang ngasih saya bintang, gak tanggung-tanggung langsung dikasih dua. Hisshhh -_____-
Terus satu lagi bintang saya dapat waktu telat safety moment, dikasih satu bintang. Jadi total ada 3 bintang, ya Alhamdulillah cuma 3.
(?)

Pelajaran berharga saat praktikum.

Ada satu hal yang saya dapatkan selama melaksanakan praktikum. Hal diluar proses praktikum itu sendiri. Praktikum telah mengajarkan saya arti dari kerelaan, legowo.
Kok bisa?
Setiap kali menjalankan praktikum, kita selalu melaksanakannya berpasangan dengan partner. Perlu diketahui, ketika partner telat, maka kita akan memulai praktikumnya ikut telat, ketika partner tidak hadir, maka kita juga tidak bisa melaksanakan praktikum, harus bersama-sama mencari hari pengganti. Ketika partner kita salah, misal memecahkan alat dan kena inhall, taukah bahwa kita juga akan dikenai inhall?
Iya, memang terkadang rasanya tidak adil, bahwa kita harus ikut menanggung kesalahan yang dibuat oleh teman kita. Kenapa harus begitu? Kita kan gak salah? Kenapa kita ikut dihukum?
Sebenarnya ada yang lebih dari sekadar dihukum bersama, ada suatu hal yang ingin ditanamakan pada diri kita lebih dari itu; yaitu rasa rela. Kita diajarkan untuk tidak egois dalam bekerja sama, harus berjalan selaras sepenanggungan dengan partner, sama-sama bertanggung jawab atas apa-apa yang kita lakukan, itulah yang namanya bekerja sama. Karena nantinya ketika bekerja, hal itu yang akan terjadi. Kesalahan dari seseorang di suatu tim bisa menyebabkan hal yang fatal bagi keseluruhan tim. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga komunikasi dengan partner, tidak bekerja sendiri, lebih hati-hati dalam melakukan tugas, lebih detail, dan tidak hanya memperhatikan pekerjaan kita tetapi juga pekerjaan sebelum dan sesudah kita yang dilakukan oleh partner-partner kita. Itulah yang ingin ditanamkan pada kita: rasa rela, tidak egois, semua ditanggung sama-sama.

Dan tahukan setelah saya menuliskan kata-kata indah itu, bahwa sebenarnya ketika saya melakukan kesalahan pada praktikum A tadi, partner saya juga ikut kena inhall gegara kesalahan saya. Iya, Chika ikut kena bintang karena dia partner saya. Tapi toh dia tidak marah, dia legowo menerima itu meskipun itu bukan salahnya dia. Duh saya payah sekali ya, maaf chik :(

Who udah banyak aja yang saya tulis. Padahal ini baru PAB, masih ada proses. Saya nek cerita emang ceriwis ya, suka kemana-mana. Hehehe

Ya sudah, lanjut aja yok ke praktikum selanjutnya.

Praktikum Proses.

Nah, ini praktikum yang baru saja saya selesaikan semester tiga kemarin, masih fresh. Nilai juga belum keluar. Wohoo~
Ganti semester, ganti praktikum, ganti partner, ganti asisten, ganti laboratorium, ganti semuanya deh. Suasana baru.

Praktikum proses ini bisa dikatakan lebih sulit dari PAB, waktunya juga lebih lama. Kita harus datang ke lab jam 7.15, dan praktikum selesai jam 12.00 (untuk yang shift pagi). Jadi berapa tu mm hampir 5 jam lah ya. Bayangin aja dong di lab lima jam untuk satu mata praktikum, kurang puyeng apa itu. Tapi, enaknya dari PAB, laporan proses ini lebih sedikit. Kalau lagi dapat praktikum yang panjang ya paling 10 halaman, maksimal 15 lah, itu udah buat yang rajin banget. Kalau saya sih biasanya nggak banyak-banyak, haha... Terus kalau lagi dapet praktikum yang sedikit paling laporannya 5 halaman kelar, kalau yang males biasanya bisa cuman 3 halaman.
Lumayan banyak kan bedanya sama laporan PAB?
Nah makanya saya ni excited banget awalnya untuk memulai praktikum proses ini. Excited sekaligus deg-degan rada-rada takut soalnya praktikumnya emang udah lebih advance dan hazard nya lebih tinggi dari PAB. Iya, rawan inhall. Wkwk
Dapat berapa bintang saya selama praktikum proses ini?
Dua! Yaaay, peningkatan lah ya dibanding PAB. Lumayan :3

Berikutnya saya akan ceritakan pengalaman inhall dua bintang saya yang sangat menggemaskan minta dicubit. (?)

Mata praktikum pertama saya selama praktikum proses ini adalah praktikum kode B: Esterifikasi Asam Asestat penghancur mood super ampuh sepanjang masa. Dimulai dengan suatu rabu pagi nan cerah ketika saya dan partner memulai praktikum ini, pegel-pegel dan lelah, banyak yang harus dilakukan soalnya, dan harus cak cek, waktunya mepet sekali, oleng dikit nanti bisa jadi lama, terus gak selesai-selesai, terus lewat jam 12, terus inhall waktu deh. Jadi saya dan partner kaya keburu-buru gitu praktikumnya, terus ada satu prosedur yang miss, masa kita titrasi pake NaOH sampai tiga buret diganti -_- banyak banget gitu, gak mungkin. Kurang koordinasi antar praktikan dan asisten juga sepertinya, yang jelas atas saran seorang asisten kita melanjutkan praktikum. Tetapi sekitar jam 11 asisten B datang, dan melihat praktikum kita. Lalu mereka (para asisten) menjalani sebuah perdebatan yang sengit *alah* dan…sekitar jam 11.40, praktikum kita divonis gagal, dan harus mengulang. Bayangin dong, seperempat jam lagi juga udah rampung praktikumnya. Udah capek, harus ngulang, sedih maksimal :((
Ya sudah mau gimana lagi, vonis asisten adalah harga mati. *alah*
Saya dan partner membereskan alat-alat mematikan pemanas mantel dan mencuci semuanya, lalu kami ke asisten untuk mendapat kartu ganti hari. Dipilihlah hari rabu minggu depan, bareng-bareng sama praktikan lain yang juga mengulang. Saya sampai harus bolos kelas agama lho. Soalnya yang ambil agama cuma saya, dan semua praktikan bisa hari rabu siang kecuali saya, jadilah saya yang mengalah. Udah gitu saya hari rabunya malah sakit, jadi siangnya mau praktikum itu lemes banget, toh tetep dibela-belain demi praktikum.
Dan setelah semua itu, saya praktikumnya kena inhall gegara saya mecahin Erlenmeyer dan Agus (partner saya) matahin pengaduk merkuri. Ya ampun, udah ngulang, pas ngulang malah kena inhall. Belum cukup, habis itu hitungan saya di laporan salah karena ada rumus yang diganti jadi saya harus mengulang menghitung, and after all that, laporan saya cuma dikasih nilai 74. Kurang apa lagi coba ><
Pokoke praktikum B ini sukses membuat mood saya hancur. Saya jadi malas sekali mau lanjut praktikum, gak excited lagi. Untung praktikum C yang sangat menyenangkan itu menyelamatkan mood saya, kalau enggak bisa-bisa saya bad mood sepanjang praktikum satu semester kan gak lucu.

Ya sudah, overall excluding praktikum pertama saya, proses lumayan menyenangkan kok. Saya belajar banyak hal baru juga, nulis laporannya juga selow, cuman kemarin responsinya gak begitu bagus, enggak tau ini nanti nilainya gimana, masih belum keluar juga sampai sekarang. Semoga hasilnya baik ya…aamiin…

Sekian cerita praktikum saya, semoga bisa membantu adek-adek 2014 dan selanjutnya untuk punya gambaran tentang praktikum. Dan buat teman-teman dan kakak angkatan semoga bisa dijadikan nostalgia :3 ahaha..

Bye..! Selamat melanjutkan liburan!

Annyeong!

Yuk mari kita lanjutkan perbincangan seru tadi malam :3
Sudah 4 makul dibahas berarti masih ada tujuh ya, apa saja itu?

Termo 1.
Termodinamika 1 adalah salah satu makul wajib di semester tiga, while nanti di semester 4 akan dilanjutkan dengan Termodinamika 2. Termo 1 ini ujian pertama saya di tiga minggu rangkaian UAS. Oiya UAS saya bener tiga minggu loh, lama ya?
He eh lama bet serasa never ending.
Balik ke makul ini. Termo 1 tuh apa ya yang berkesan emmn..paling ini si Bapak dosen yang suka tiba-tiba nunjuk mahasiswanya dengan menyebutkan suatu nomor absen lalu disuruh maju ke depan untuk mengerjakan soal. Cara ini sukses bikin mata saya terbelalak dan bangun dari rasa ngantuk yang selalu setia menemani setiap kuliah, sebab saya kalo di kelas suka lola lolo nggak dong gitu makanya saya takut banget mesti kalo disuruh maju, tar gak bisa ngerjain. Payah ya :(
Tapi ujiannya saya belajar sungguh-sungguh kok, semoga hasilnya juga sungguh-sungguh ya, aamiin.

Gamtek.
Gambar Teknik. Ya Allahuakbar ini makul yah...duh. Saya tuh suka gambar-gambar gitu sebenarnya, tapi bukan gambar teknik. Lumayan susah sih ini makul buat saya...selain gambar manual pakai tangan kita juga diberi tugas besar di akhir semester pakai AutoCad gitu. Saya yang dari awal nggak ngerti sama sekali sama AutoCad sangat meraba-raba buat ngerjain tugasnya. Untung tugasnya berkelompok, dan untung di kelompok saya ada Dea, jadi dia yang ngajarin saya, hehe..suwun yo go :')
(Dea= Pego)
Terus ini entah kenapa saya ujiannya nggak UTS nggak UAS tuh gak ada yang selesai :/
Perasaan soalnya banyak, harus mikir, terus waktunya sedikit. Jadi pasti di menit-menit akhir tu buru-buru, yang pada akhirnya nggak keburu. Ya tapi gimana, mungkin saya emang kurang cepet ngerjainnya, mungkin emang segitu udah yang paling cepet yang saya bisa. Ya sudah lah ya

KF 2.
Kimia Fisika 2. Dulu Kimia Fisika 1 saya sudah ambil di semester 2, dapat C -_-
amsyong memang lah ini makul. Selama satu semester si Bapak dosen hanya masuk 4 kali, dengan satu pertemuan isinya introduction :"
Jadi total ngajar berapa? Hanya 3 kali, lalu UAS. Saya gak ada gambaran apa-apa soalnya bakal gimana ._.
Yah ditunggu saja hasilnya, semoga nggak kaya KF 1 yah :"

Kewir.
Kewirausahaan. Ini juga makul percepatan yang saya ambil, bebannya 1 sks. Cukup seru. Di penghujung semester kita buka lapak kuliner di sudut kampus, itu sebagai tugas dari kelas kewir. Modalnya dikasih sama Bapaknya, terus kita jualan buat cari untung (yaiyalah ya). Bapaknya baik, banget. Masa setelah kelas Kewir berakhir kita satu kelas di traktir gitu, di suatu tempat makan mau pesan apapun boleh. Oke sekali ya, terima kasih Bapak :"
Kalau ujiannya alhamdulillah lancar-lancar saja, semoga nanti nilainya keluar juga lancar-lancar saja.

Prak Pros.
Praktikum Proses...jeng jeng jeng~
Ini...bakal lama, saya nanti buka lapak baru saja ya, banyak yang mau diceritakan #woh

Agama.
Awh! Agama!
Saya sukaa sekali kelas ini, kayanya selama di Tekkim saya belum pernah suka sama suatu mata kulian sebanyak saya menyukai ini. Tidak terduga, banyak ilmu yang saya dapatkan di sini...duh harusnya makul seperti ini jangan cuman sekali aja, kayanya di Tekkim perlu beberapa kali ada makul ini, supaya jiwanya tenang. hehehe...
Oya makul ini juga saya ambil percepatan, normalnya semester 6, dan setelah saya ambil kelasnya saya tau mengapa di Tekkim kelas agama ditempatkan di semester 6; untuk menjaga kita agar stay on track.
Karena semakin ke atas kan semakin nggak karuan, maka kita butuh adanya penyangga iman, supaya tidak goyah dengan persiapan tugas akhir wkwk.
Kalau ujiannya..bismillah ya, semoga hasilnya baik :)

Ekotek.
Terakhir nih, ekonomi teknik. Ini juga salah satu mata kuliah yang saya suka selama belajar di Tekkim, ngitung duit gitu :3
Ahaha...kuliahnya seru kok, dosennya oke dan suka nge jayuz. Ada tugas besar juga di akhir semester yang...bikin pusing tujuh keliling, sumpinaaa ._.
Ngitung analisis ekonomi pabrik dapetnya rugi muluu, duh yungalah mending gak usah berdiri pabriknya. Pokoknya penuh kesabaran dan keteguhan hati ini ngerjain tugasnya.
Terus tentang UASnya, ini...breathtaking banget. Saya datang ke kelas aja udah telat, 5 apa 10 menit gitu. Kok bisa? hujannn deras banget. Udah telat basah pulak saya sampai kelas, kursinya di bawah AC pulak :(
Sedih banget saya ngerjain ujian ekotek ini, penuh cobaan. Saya mau nulis aja rempong karena lengan saya basah kena hujan, sementara kalau nulis kan lengan nya pasti nempel di kertas kan, nah kertasnya jadi basah. Terus saya gulung biar nggak basah-basah banget, tapi tetep masih basah karna kena hujannya sampai atas ya masa saya gulung lengan sampai atas.
Tetap mencoba tenang buat ngerjain, nomor satu lancar. Lanjut, nomor dua...kok nggak ada bunga nya? Bunga apaan? bunga desa? wkwkw
Saya bingung tuh karna setau saya cara  ngitungnya pakai bunga, tapi kok temen-temen gak ada yang protes gitu? Terus saya coba berpikir lain, mungkin ada cara lain yang tidak membutuhkan bunga untuk menghitung? Tapi saya nggak tau cara lain, taunya yang pakai bunga. Bingung nyari bunga akhirnya saya pergi ke kotabaru buat beli, saya lanjut ke nomor tiga. Taunya di nomor tiga juga ada satu komponen yang nggak diketahui terus saya jadi nggak bisa ngerjain juga, beralih ke nomor empat. Di nomor empat ada suatu istilah yang saya gak tau artinya, alah alah..ini piye. Nomor dua tiga empat gak bisa ki njuk meh ngopo ._.
Hiks saya terpuruk sekali saat itu, mana masih dingin karna basah. Terus saya cuman bengong 5 menit, plonga plongo liat temen-temen yang kaya keburu-buru ngerjain seolah-olah takut kehabisan waktu, sementara saya.....hh melihat jam dinding yang ada di depan. Tik tok tik tok....eh, tunggu. Apa itu yang di depan? Di papan tulis ada tulisan-tulisan....masyaAllah itu ralatan.. ._.
Hal-hal yang nggak diketahui tadi ada semuaa disitu ditulis di papan tulis. Ya ampun chaaak keterlaluan memanggg T.T
Duh saya bagaikan menemukan jodoh setelah sekian lama menjomblo *gaknyambung.
Ya pokoknya seneng banget terharu banget liat ralat di papan tulis itu...saya pego juga ya ternyata, masa ya di depan di tulis nggak lihat dari tadi..mana nggak niat tanya apa kek gitu malah diem aja wohlah chaaak. Terus saya juga baru lihat kalau di papan tulis juga ditulis waktunya ditambah 20 menit, duh saya bahagia pokoknya..walaupun tetap ada bagian yang belum selesai..ah daripada tiga nomor gak bisa sih ya, begini masih jauh lebih baik.

Ya ituu overview mata kuliah dan UAS semester tiga saya kemarin. Semoga perjuangannya worth it ya, tiga minggu belajar terus melek sampai pagi jam tidur kacau, setelah bangun pun ngigaunya rumus duh, semoga hasilnya sesuai perjuangan ya..Bismillah. Sekarang tinggal berdoa dan menunggu hasil keluar di portal mehehe serem juga nih.
Saling mendoakan ya, semoga kita semua diberi hasil yang terbaik, amiin....

Dah malam, tidur yuk. Good night and thanks for reading! ;)
Alhamdulillah...dilanjutkan juga ceritanya :D
Setelah kemarin agak melow sedikit, sekarang kita akan tertawa ria bahagia membicarakan satu hal: UAS! ahaha...noh kan udah ketawa, belum juga dimulai ceritanya.
(?)
Hampir mirip sih sama overview yang saya lakukan dulu untuk makul-makul semester satu, sekarang saya juga akan melakukan hal yang sama. Iya saya tau semester dua kemarin saya nggak buat overview sama sekali, sayanya enggak excited sih ._.
Yah pokoknya gitu deh, rada males gitu ngomongin semester dua hahaha.
So, apakah saya cukup excited dengan makul-makul semester tiga ini?
well...yah...gitu...deh,
Saya dulu agak deg-degan sebenarnya memulai semester tiga karena dari cerita kakak-kakak angkatan semester tiga itu menyeramkan, iya soalnya kita istilahnya kaya udah mulai masuk mata kuliah ke-Tekkim-an gitu.
............

............

*hening*

...jadi eike satu tahun kemarin ngapain aja ya? Kok baru masuk kuliah Tekkim sekarang....
heeeemm....

yah sebenernya sih, satu tahun kemarin itu persiapan, persiapan buat masuk ke sini nih ke semester tiga. Persiapannya aja sudah begitu ya ._.


Ya sudah, memang begitu adanya. Dijalani sahaja.

Dan btw, makul apa aja nih yang saya ambil?
*drum roll*

MTK.
aaak!
Matematika Teknik Kimia, alias, Matematika Tanpa angKa. Sudah basi kali ya istilah itu, tapi ya memang begitu...angka-angka tiba-tiba ilang semua di sini...berganti dengan huruf huruf...pun bukan abjad Indonesia, melainkan simbol-simbol begitu. Ada sih angkanya, tetapi sedikit sekali, terkadang angka hanya kita jumpai pada nomor soal. Iya, nomor soal..
MTK ini salah satu makul yang paling ajaib. Saya dari awal sudah siap-siap banget lho mengambil makul ini, udah ancang-ancang lah istilahnya, kalau di kelas memperhatikan, mencatat lengkap selengkap mungkin, dan lain sebagainya, menggebu-nggebu. Saya dari awal bertekad saya harus bisa mata kuliah ini, nggak boleh ngulang pokoke, saya HARUS bisa.
Hasilnya?
Tumbang di tengah jalan.. ._.
Sempat lost contact beberapa saat (kaya airasia aja), hilang arah..tujuan...terdera dalam kebingungan...duh apasih. Yah intinya enggak bisa ngejaga semangat yang dari awal dipupuk baik-baik, toh saya akhirnya fotocopy catatan orang T.T
Jangankan memperhatikan, catatan aja nggak lengkap, bagian yang lengkap pun terkadang salah. Iya saya salah nulis gitu...misal awalnya adalah To bisa jadi Ta, lo bisa tiba-tiba berubah jadi ro (itu bacanya el enol ya, bukan lo. er enol juga, bukan ro :p)
Mengapa bisa demikian? karena saya hanya menyalin apa yang ditulis Bapak nya di papan tulis. Kenapa hanya nyalin? Karena saya nggak mudeng. Kok nggak mudeng? aduh baaang...ucink pala adek, nyalin aja ngos ngosan gimana mau sambil mudeng :(
bisa-bisa gak dapat dua-duanya, nyatet enggak mudeng juga enggak. Lah..makanya saya pilih nyatet aja..mudengnya nanti aja..belajar pas mau uas aja...terus mati aja...

Tapi saya betulan kok sebelum UAS belajar, sungguh-sungguh belajar. Sampai-sampai selama minggu tenang tidak sempat pegang atk2 (uhuk!)
Tapi minggu tenang saya memang tidak begitu tenang sih. Saya pas itu lagi ada masalah sama salah satu teman dekat saya, jadi susah fokus untuk belajar. Mau dipaksain gimana juga susah buat konsen ngerjain soal, kepikiran mulu :(
Sedihlah pake acara masalah-masalah pas minggu tenang, mbok ya minggu yang lain aja
#eh
Tapi saya tetap sebisa mungkin maksain otak buat tetap berputar untuk mengerjakan soal MTK, yah demi banget lah pokoke MTK ini...mata kuliah yang paling saya perjuangkan selama di semester tiga, kenapa gitu?
1. Karena ini memang susah, jadi kalau gak belajar dijamin gak bisa apa-apa pas UAS.
2. Karena kalau nggak bisa, maka saya harus menjalani satu semester lagi dengan berpusing-pusing belajar MTK (woh amit amit ><) ya makanya itu ngambilnya sekali aja, pusing nya biar sekali aja. Jadi sisan lah di pol-pol ke, biar besok wis bar ndak berhubungan lagi sama makul ini *alergi*
Terus perjuangannya terasa begitu besar setelah ujian selesai, karena ujiannya....tidak seperti yang saya ekspektasikan, enggak selancar yang saya prediksikan, terus saya jadi sedih..
Tapi semoga kerja keras tidak mengkhianati ya, kalaupun toh berkhianat jangan tega banget ya.. :((
Sudah lah, mari beranjak ke mata kuliah yang lain. Sudahi semua MTK ini.

ATK 2.
(Azab Azaz Teknik Kimia 2)
Sudah ada sedikit spoiler nya tadi. Apaan? ya itu..yang belum tersentuh sama sekali selama minggu tenang itu..
Saya akui untuk mata kuliah ini memang saya agak nekat. ATK 2 tuh belajar aja belum tentu bisa, apalagi nggak belajar. Saya bukannya nggak belajar sih, cuman saya terlalu sebentar aja belajarnya. ATK 2 ujian hari Selasa, sementara saya hari Senin ada ujian Termo dan hari Selasanya itu saya ujiannya dua. Jadi saya baru belajar hari Senin nya setelah Termo, belajar H-1 untuk dua makul. Hmm....saya keren juga ya.
.......
Kok bisa ujiannya dua dalam sehari? Iya karena ATK 2 ini sesungguhnya adalah makul semester 4, tetapi saya rada-rada sedeng juga ngambil buat percepatan. Apa pasal?
ATK 2 emang susah, mau diambil sekarang apa nanti ya bakal sama-sama susah. Jadi yaudah si ya sama aja, tinggal pilih mau susah kapan.
*meskipun susah sekarang dan nanti bisa saja terjadi*
#omaigat T.T jangan sampai dong T.T
Tapi kalau melihat track record saya di makul ini....sepertinya tinggal menunggu keajaiban saja. Saya UTS nya nggak bisa, satu nomor pun nggak bisa...lalu UAS nya....ah...saya harus ngomong apa sih ini...
Saya tetep menunggu keajaiban itu datang kok, datang ya? datang kan? please..?

TTL.
Apa ini? Tempat tanggal lahir?
.......
Duh saya malas sekali cerita tentang makul ini.
Dah ya nggak usah cerita. Pokoknya ni makul yang ujiannya bareng sama ATK 2, yang sama-sama hari Selasa tadi tu. And btw singkatannya Teknik Tenaga Listrik. Udah gitu aja.

ATK 1
Tadi sudah ATK 2, nah ini sekarang ATK 1, singkatannya sama; Azaz Teknik Kimia 1.
Ini nih harusnya kalau semester tiga ambilnya ATK 1 dulu, baru nanti semester 4 dilanjut ATK 2, tapi ini di diagram alir bisa diambil berbarengan juga kok, jadi percepatan ATK 2 sebenarnya sah-sah saja, lagian banyak juga yang ambil percepatan ATK 2, eh tapi ini udah bukan ranahnya ya, ini sekarang yang dibahas kan ATK 1.
Ya jadi kalau ATK 1 ini memang nggak se susah ATK 2, nggak se abstrak ATK 2 juga, and by the way lagi kita udahan ya ngomongin ATK 2, tadi kan udah bilang.
Terus ini ATK 1 tu bisa dikerjain sebenernya, tapi emang harus belajar banget, beda sama ATK2, mau belajar bangetnya kaya apa belum tentu bisa dikerjain. oke cukup ngomongin ATK2 nya.
Tapi ini ATK 1 saya agak failed gitu di UTS, jadi UAS nya emang harus bagus biar bisa ngatrol nilai. Semoga beneran bisa ya, ini saya juga masih perjuangkan sampai sekarang kok, dengan doa....
*hening*

Hah. Udah jam sebelas aja ._.
Udah dulu ya, besok deh tak lanjutin lagi. Itu udah berapa makul sih, emmnn...empat yah? Iya empat. Saya ambilnya..sepuluh tambah praktikum jadi sebelas. Ya, sebelas makul. Berarti tinggal berapa?
Tujuh,
((tinggal))
Oke deh, sisanya dibahas besok ya...sekarang bobok dulu...bobok tantik...selamat malam..
and thanks for reading!
:D

Hai!
Apa kabar semuanya?
Sudah liburan nih, alhamdulillah akhirnya semester 3 selesai. Semester yang penuh dengan perjuangan. Anyway kok saya udah semester 3 aja ya, cepat sekali waktu berlalu~

Akhir-akhir ini saya jarang post (seperti biasa sih). Saya sempat membuat beberapa tulisan namun tidak selesai, pasti keburu ini dan itu terus nulisnya kepotong lalu pada akhirnya tidak dilanjutkan, karena melanjutkan tulisan tuh aneh, mood nya udah beda, mending bikin tulisan baru kaya ini. Tapi saya sedih kalo liat draft saya, banyak sekali isinya..banyak sekali tulisan yang sudah saya mulai namun tidak selesai :(
Kayanya saya kalau mau nulis emang nunggu liburan gini ya..duh..begini banget apa Tekkim ._.
dan ngomongin tentang Tekkim, apa kabar hidup saya di sini?
Yah..baik-baik saja kok, ini masih hidup. (?)
ahaha nggak selebay itu sih, cuman ya memang perjalanan di Tekkim penuh perjuangan. Mungkin karena itu jadi gak kerasa udah semester tiga aja? eh udah selesai ding, bentar lagi semester empat. Habis itu lima enam tujuh delapan dan..lulus! wow. Cepet juga ya?
*((cepet)) 
*and by the way itu doa, semoga lulusnya emang bener 4 tahun ya. Semoga semesternya sampai 8 aja ya. amin amiiin...

Di semester tiga ini saya mendapat banyak sekali hal baru, banyak kisah, banyak cerita, banyak pengalaman dan pastinya pelajaran hidup yang saya lalui dan rasakan sendiri. I enjoyed the process, and finally that it is done, I feel so relieved! Saya menyukai semester tiga ini lebih dari semester sebelumnya. Jujur saja saya memang tidak terlalu suka semester dua saya, penuh dengan kegiatan yang bahkan saya sampai tidak dapat menikmati apa yang saya lakukan, jenuh, capek, sangat capek. Itu gambaran semester dua saya. Cukup membosankan, hasilnya pun…suram. wkwk ah sudahlah. Mungkin kalau semester dua saya nggak begitu, saya nggak akan belajar, dan mungkin semester tiga nya saya tidak akan se menikmati seperti sekarang ini. Satu hal yang saya syukuri ketika di semester dua, yang baru saya sadari di semester tiga ini karena saya tidak mendapatkan hal tersebut: sehat. Saya ternyata kurang bersyukur bahwa sebanyak-banyak nya kegiatan yang saya punya dulu, di semester dua, saya ternyata masih diberi kesehatan untuk melaksanakan semua kegiatan saya, meskipun capek, at least saya nggak sakit, karena kalau sakit itu....semua kegiatan yang sudah tertata rapih maka akan menjadi berantakan nggak karuan. Memangnya kenapa di semester tiga?
Saya pernah dalam satu periode itu sakit-sakitan, dalam satu semester saya sampai 3 kali periksa ke rumah sakit, padahal di tahun pertama saya kuliah saya nggak pernah sekalipun sakit sampai harus ke rumah sakit. Habis sakit ini, sakit itu, sembuh dari sakit itu, eh ganti sakit ini, dan itu sempat membuat saya frustrasi ><

Nggak usah pakai punya kegiatan, cukup kuliah aja, di tekkim tuh disambi sakit begitu udah nggak karuan rasanya, apalagi kalau punya kegiatan lain. Karena di tengah sakit itu saya sedang dalam suatu kepanitiaan yang mengharuskan saya untuk selalu datang, saya masih aktif di dalam suatu organisasi, saya masih harus mengerjakan tugas yang diberikan dosen, saya masih harus masuk kelas se-nggak-enak-apapun badan saya demi mengejar absensi, karena mengurus izin ke TU jauh lebih ribet dan melelahkan ketimbang memaksakan diri masuk, sekedar tandatangan, duduk di belakang, lalu tidur kalau dah nggak kuat. Iya menyedihkan, saya melewati saat-saat itu di semester tiga ini. Sampai suatu saat saya bener-bener nggak enak sekali rasanya tapi toh saya tetap harus ke kampus dan pada akhirnya sampai di kampus salah satu teman dekat saya menyadari keadaan saya dan bertanya, kenapa kamu, Cha?
Alih-alih menjawab saya malah meluk dia lalu nangis :'(
Dia mengerti dan tidak melanjutkan pertanyaannya. Mungkin dia nggak sadar apa yang dilakukannya saat itu sangat berarti bagi saya, mungkin dia sudah lupa akan hal itu tetapi saya akan selalu mengingatnya. Terima kasih ya..

Selain diingatkan untuk selalu bersyukur ketika sehat, saat-saat sakit itu juga mengajarkan saya bagaimana berartinya teman bagi saya. Tidak akan ada orang yang dapat mengerti keadaan saya sepenuhnya selain teman-teman saya. Kuliah, tugas, organisasi, kepanitiaan, tidak akan pernah bilang, Cha, you look really bad, just go home and rest! Cuma teman-teman saya yang selalu berkata seperti itu setiap kali saya datang ke kelas. Kata-kata mereka memang tidak membuat sakit saya sembuh, tetapi kata-kata mereka membuat saya menyadari, bahwa ada orang-orang di sini yang perhatian dengan saya, yang selalu ada untuk saya. Dan saya sangat bersyukur saya bisa bersama-sama dengan mereka berjuang di sini,
saya enggak sendiri :’)
Duh..saya kok sedih ya nulisnya, mungkin karna ini juga lagi sendirian di rumah, lagi pada ditinggal pergi ._.

Terus selain itu, di semester tiga ini mata kuliah di Tekkim juga mulai ajaib, aneh-aneh. Tingkat keanehannya adalah limit mendekati tak hingga. yungalah T.T
Terus saya yang semester duanya nggak bagus bagus amat ini harus belajar sedemikian rupa supaya bisa merubah nasib di Tekkim. Yah, pokoknya semester tiga ini penuh perjuangan…nanti insyaAllah kalau saya nggak kejebak males saya bakal nerusin cerita-ceritanya di suka duka #2, #3 dan seterusnya ya, semoga nggak wacana ya,
hehe..
Cheers!



Awh! awh! finally!! :D
After these looong long weeks bisa post lagi. Sebenernya dari kemarin-kemarin ini jari udah gatel banget pengen nulis di sini, tapinya ngga bisa...harus belajar T.T
eh.ngga boleh gitu, harusnya; harus belajar :)
Nah, gitu.

Jadii dua minggu ini saya UAS. Ya, UAS pertama saya. And pretty excited for it!
excitednya di awal sih pas hari H nya mah nangis
Oke. So, UAS nya sudah selesai? Beluuum.hahaha
Masih ada satu lagi sebenernya besok Jumat, tapi yah. Udah sih, kepengen nulis ini.

Karena saya baru (hampir) saja selesai UAS, jadi post kali ini ngga jauh-jauh dari itu.

Ujian Akhir Semester 1.
Somehow ujian ini beda sama ujian-ujian akhir sebelumnya yang pernah saya lalui di hidup saya. Biasanya ujian akhir tuh bulan Desember, bukan Januari. (?)
Ya itu nggak penting.
Pokoknya ini beda. Lebih....dapet feel nya. #apasih
Kalau saya mau bilang  materinya susah, udah basi kali ya. Udah berapa kali saya bilang di Tekkim susah? Sampe bosen saya ngomongnya, apalagi yang denger.

Saya cerita aja kali ya satu-satu per mata kuliahnya, sapa tau ini post yang baca ada anak kelas 12 yang mau masuk Tekkim? sapa tau. Kan bisa jadi gambaran apa yang akan mereka temui nanti huehehe.

Oke. Let's start from...Pancasila.
Ujian Pancasila ni out of the box banget. (?)
Kan kita di Teknik tu ujiannya mulai tanggal 6 Januari yah, eh ini si Pancasila udah minta mulai aja tanggal 2 Januari. Akhirnya saya kepaksa deh motong jatah liburan saya di rumah minggu tenang saya buat ujian nih makul. Yah saya tau sih sebenernya saya dibantu banget sama si Pancasila ini, pertama: saya jadi cepet-cepet balik ke Jogja lagi which is good karena saya di rumah so pasti ngga akan belajar sampe kapanpun. Kedua: saya udah ujian Pancasila sebelum minggu ujian dimulai, jadi besok pas ujian Tekkim nya ngga usah lagi ujian Pancasila which is also good karena saya benar-benar butuh banyak waktu untuk belajar makul lain. Yang ketiga: Ujian Pancasilanya open book :3 karena kan Pancasila itu kuliah umum jadi dosennya beda-beda, nah kok saya beruntung banget dapet kelasnya si Bapak yang baek hati ini. Jadi untuk ujian Pancasila, terima kasih banyak ya :D

Matematika 1.
Ini officially ujian pertama saya di dua minggu jadwal ujian di Tekkim. Aduh saya bingung mau bilang apa tentang matematika ini, susah diungkapkan dengan kata-kata, sesusah soalnya .___.
Padal jatah saya buat belajar makul ini paling banyak lo, tapi kok ya masih susah saya kerjain soalnya.
Terus pulang-pulang ke kos saya langsung lebay banget. Badan anget, lemes, terus tepar #alaah
Padal harus belajar buat Fisika besoknya.

Fisika 1.
Jeng jeng jeng~
Ini kayanya makul paling sensasional di antara makul-makul yang ada di semester satu.
Saya aja tanya beberapa kakak angkatan mereka masih mengakui lho ke-oke-an makul ini. Fisika 1 emang oke. Kece badai.
Btw ini saya sebenernya sok kalem dari tadi nulis tentang Fisika, karena sebenernya SAYA ENGGAK BISA NGERJAIN huaaaaa T.T
Ujiannya dua soal lama dua soal baru. Yang lama mosok ngga bisa ngerjain? Kan soal lama? Ya kali soalnya ada seratus lima puluh tiga soal dikira saya bisa inget itu semuaa T.T
Soal lamanya ada yang kepleset di salah satu soal, soal barunya. Nah ini, Soal barunyaaa.....engga bisa ngerjain ._.
Saya sempet salah liat waktu juga. Jadi kan ujian Fisika tu 100 menit ya 4 soal (kalo dipikir-pikir banyak nggak sih. 100 menit cuma 4 soal men, selo banget. #ini pikiran waktu baru mau masuk kuliah) nah saya kira itu dua jam, jadi setengah jam akhir yang saya dedikasikan untuk ngerjain soal nomor dua, ternyata itu tinggal 10 menit aja. Ya iyalah 100 menit itu bukan dua jam caak, dua jam itu 120 menit ._.
Yaudah akhirnya nomor dua saya enggak ngerjain sama sekali.
Yah sebenernya itu excuse aja sih, misalkanpun saya dapet ekstra waktu buat ngerjain belum tentu juga bisa ngerjain. Toh sampe kos saya coba yang nomer dua tetep ga bisa *yailaa bilang aja dari tadi.wkwk
Terus? soal baru yang satunya?
Saya kerjain sih tapi ternyata.....salah.
Keluar dari ruangan udah kaya zombi saya mukanya, zonk. Enggak nangis, enggak sedih, engga tau lagi mau ngapain, bingung. Jadi saya diem aja. Terus perlahan-lahan ketika kesadaran mulai kembali, saya panik ._.
Saya mau pulang aja tu rasanya pengen cepet-cepet ketemu teman dekat saya: kasur. Tapinya saya inget saya nggak punya uang akhirnya ke kpft dulu ambil uang. Terus pas ngantri di depan atm tiba-tiba saya liat suatu tulisan, di tempel di bagian depan mesin atm. Bunyinya gini: "I have not failed. I've just found 10,000 ways that won't work. -Thomas A. Edison-"
Yailah ini apaaa coba maksudnya, sengaja banget gitu kayanya ditujukan buat saya.
Ah, bahkan mesin atm pun menghibur saya hari itu.

Kimia Umum.
Ya ampun ini kimia umum bagaikan hujan yang mengguyur di tengah badai pasirnya si matematika dan fisika. Sejuk bangeeet~
Saya bisa ngerjain! :D awh.finally!
Empat soal, open book. Yang dua tinggal liat rumus, yang dua ternyata soal tahun-tahun lalu yang saya udah kerjain, jadi tinggal nyalin :3
Pokoke pokokeee I have the brightest smile ever setelah keluar ruangan hari itu. hihihi
Yah sebenernya kakak angkatan banyak yang pada bilang si ini Bapaknya agak random gitu kalo kasih nilai, tapi semoga besok nilainya yang keluar bagus. Amin amin amiiin.

Kimia Analisis.
5 Soal, open book. Bisa bisa nggak bisa gitu, ya biasalah. Ngga ada yang wah banget dari ujian yang ini, tapi semoga nilainya bagus. Amiiiin.

Kimia Organik.
Masyaallah. Ini saya belajar lo, serius saya belajar. Tapi soal yang keluar err...kaya gitu --
Saya tau KO tu materinya banyak makanya belajarnya juga harus banyak. Dan saya tau ini harus bisa karna jatah nggak bisa saya udah habis di Fisika. Tapi, enggak tau habis ngerjain ujian kemarin jadi nggak yakin.
mm....nggak tau deh :/

Success Skill.
Belum, itu besok pagi. Semoga sukses seperti nama mata kuliahnya :)

Ya udah. Itu tujuh makul yang saya ambil di semester ini. Berat sih, tapi saya tau semester-semester depan bakal lebih berat. Semester depan bakal lebih susah lagi makulnya, bakal lebih banyak lagi waktu buat belajarnya. Ini baru awal, perjalanan saya di Tekkim masih panjang, baru dimulai malah. Jadi, harus tetep semangat, semangat semangat!

Oya saya juga mau bilang makasih. Makasih buat banyak orang, khususnya buat anak-anak Tekkim. Saya pernah bilang ya kalau ga salah, salah satu hal yang bikin saya betah di Tekkim adalah orang-orangnya :)
Saya salut banget-banget, sama temen-temen yang pinter dan mau ngajarin yang belum bisa. Sama temen-temen yang masih mau ngajari padahal mereka sendiri juga butuh belajar. Saya tau banget itu, kalian butuh waktu buat belajar, tapi pas kami nanya kalian mau ngeluangin waktu, motong waktu belajar kalian sendiri. Maaf saya belum bisa jadi orang yang bisa ngajarin kalian balik. Belum bisa ganti bantuin kalian, masih selalu jadi orang yang butuh dibantu. Kalau nanti nilai UAS saya bagus *amin amiiiin ya Allah amiiin*
itu berarti karena bantuan kalian juga, terima kasih ya :)

As what I wrote in my previous posts, being engineering student is not easy. It's not like that I don't know anything about engineering or that I haven't talk to anyone about this but, I never expect it is this hard.  I know that everyone in my class, the whole people in chemical engineering or even every single engineering student is a smart one, or, freaking smart. I believe that, but being the one that is having hard time within those smart people, that upsets me.

Actually I haven't had any serious thought about me being in engineering until my lecturer gave us our first quiz on physics. I so remember that day, when I received my paper and, the grade was, just so,
well it was just horrible.
*sigh*
When I say it's horrible, it is horrible, and that makes me worried. Like really. I've never been this worry about my grades before. I literally never have a really meaningful worrisome about grade since I start school. I was considered as one of those smart students who will get to understand lessons easily (not to show off. When you understand engineering, you'll know that this is really not one of the things worth showing off. No one will really care about how you do during high school, they just care about how you do now.) And so this will be one of the biggest challenge I need to face in my freshmen year.

I've just done my mid-term exams. And yes, It was not easy. I did study hard but, it's just too difficult to catch up with the lectures. Not enough with those, I have a heart breaking moment on my first day of exams. That day, right after we finished our math, we gathered in one place (we=all chemical engineering students class of 2013). I didn't know what's going on and no one did. I didn't have any special thought, I wasn't interested in guessing either. Everyone's focus were still in the exam, while one of my friends makes us to be quiet and start to talk.
It was a really shocking news for me. It's also because, I never expect it.
What was going on?
One of my friend decided to quit. Ya, keluar dari Tekkim.
I don't know it just somehow surprises me a lot, and I feel like it happened too fast. My friend told us why he would quit from engineering. He said one of the reason is because he has difficulties with the lectures and he feels like he doesn't belong in here anymore. He feels like it's not his world and he's not meant to be here.
And bang!
That's what I feel.
No, not that I feel I'm not meant to be here but, I have the same difficulties as he does. Saya seperti mendapat tamparan keras. I mean, I know I have a hard time and I know I'm not the only one but deciding to quit is something that I thought will never happen, something that's too far from us, because it's difficult already to get to be here so for me the word 'quit' is just too much to be thought. But then I realize, it is not that far, it's even really close. It is something that's really possible to happen. And my next thought was, what about you, Cha? He's, your own friend, taking this decision. You, that have the same situation, what do you think? Taking the same decision? Or, will you make it here?
I can't think anything else. It shocked me a lot. I can't even hold my tears. I was in the very front line then I move to the last one so that my friends couldn't see me cry. But well they know it anyway.

After that heart-breaking day, I think a lot about so many things. But it never ended up of me thinking to take the same decision as my friend. All I can think is that I need to work harder, and that I'm not alone, I have lots of friends that will be beside me and will be kindly helping each other. I was wondering how I can think that way, until I found this quotation:

"If it's something that came from your heart, no matter how hard it is or how bad you wanna give up, you keep going anyway"


That's exactly what I feel. And yes, being in chemical engineering is something that came from my heart :')