Showing posts with label Sophomore Year. Show all posts
Showing posts with label Sophomore Year. Show all posts
Hai haai..apa kabar liburan?
Masih setia menunggu portal?

Ahaha..ngga usah la ya, seneng-senengin dulu aja la ya, mumpung masih libur.
Entar kalo dah masuk juga pusing (lagi).

Yah. Saya sudah gatal ini tangannya pengen nulis lagi. Kemarin sempet berenti karena ini dan itu, sempet ke pacitan juga lo. Liburaannn, sama temen-temen rada koplak rame-rame ke Gua Gong dan Pantai Klayar. Seneng. Banget. Capek juga. Tapi tetep seneng :)
Hehehe saya mah diajak liburan pasti seneng.
Oke sebelum saya menulis macam-macam, sepertinya kemarin saya punya hutang ya?
Saya bilang mau cerita tentang praktikum ya kalo gak salah?
Well let me do it now. Sekarang saya cerita tentang praktikum dulu ya, ntar di tulisan selanjutnya bahas yang lain. Janji wis ini yang terakhir tulisan saya tentang pelajaran*. Habis itu ganti yang lain.

(*terms and conditions apply)

Praktikum.

Adalah suatu mata kuliah di Teknik kimia yang dilakukan berpartner dan biasanya diambil oleh satu angkatan penuh, maksudnya tidak ada percepatan dan (biasanya) tidak ada yang mengulang. Lebih tepatnya tidak ada yang mau, nilainya pun berkisar antara baik sampai cukup baik, insyaallah, ya saya sih belum pernah mendengar nilai praktikum yang buruk, hehe.
And anyway, yang mau saya bahas bukan nilainya sih, tapi proses nya yang lumayan melelahkan menyenangkan.

PAB.
Mari kita mulai dengan praktikum pertama yang saya temui di Teknik Kimia, yaitu Praktikum Analisis Bahan (semester 2). Partner saya adalah Chika, orangnya super rajin. Bisa ditebak saya lebih banyak merepotkan Chika daripada Chika yang merepotkan saya. Pokoknya dia partner super kece deh. Ada delapan praktikum yang harus kami lakukan selama satu semester di PAB. Seperti namanya, praktikum yang kami lakukan adalah untuk menganalisis bahan, seperti Volumetri, Spektrofotometri, Gravimetri, Modulus Patah dan Kuat Desak, dan teman-temannya. Secara singkat, proses praktikum adalah seperti ini: sebelum memulai praktikum kami akan melakukan pre-test mata praktikum yang akan kami laksanakan minggu depan. Kemudian kami akan praktikum, yang dimulai dengan memakai APD (alat pelindung diri) lengkap, kalau tidak lengkap kami tidak boleh melaksanakan praktikum, setelah itu ada safety moment, cek alat, lalu memulai praktikum, mencatat hasil, mencuci alat dan mengeringkannya seperti semula, cek data dan mengumpulkan laporan sementara, cek alat (lagi), pulang, buat laporan, pre-test lagi, mengumpulkan laporan di minggu selanjutnya sekaligus melaksanakan praktikum selanjutnya, menulis laporan lagi, lalu revisi laporan yang kemarin keluar, kadang ditambah pertanyaan tambahan, nulis revisi dan pertanyaan tambahan, pre-test, praktikum, nulis laporan dan revisi dan pertanyaan tambahan dan pre-test dan ………………((passed out)).
Begitulah muter terus sampai delapan kali. Kalau kata pribahasa tentang praktikum nih ya: every end is the beginning of something else. Yup. Tepat sekali.

Saya sebenarnya suka praktikum, serius deh. Walaupun lama, praktikum itu menyenangkan, gerak-gerak, gak diem aja kaya di kelas nyatet terus ngantuk. Yang kurang menyenangkan adalah bagian menulis laporannya. Soalnya banyak dan ditulis tangan di kertas folio gitu. Laporan PAB ini cukup banyak, kalau lagi dapet mata praktikum yang singkat ya paling sekitar 10 halaman, kalau lagi dapet yang panjang ya bisa sampai 30 atau 35 halaman gitu. Tapi tenang aja, semua pasti dapet kok, cuman saatnya aja yang beda-beda, kan semua mata praktikum juga harus dilaksanakan. Oiya dari semua kegiatan praktikum tadi, semuanya itu kami laksanakan bersama asisten, bukan dosennya langsung. Siapa asistennya? Ya kakak angkatan kita sendiri. Jadi yang ngasih pre-test, kasih pertanyaan tambahan, ngasih inhall, ngoreksi laporan sampai memberi nilai laporan kita, itu para asisten-asisten itu. Terus asisten ya gitu, ada yang menyenangkan, ada juga yang….lumayan rempong, haha..begitulah.
Inhall. Apakah itu? Inhall itu adalah bintang bergemerlap bertaburan yang akan diberikan asisten kepada kita ketika kita melakukan kesalahan selama proses praktikum itu. Banyak jenisnya, ada kesalahan praktikum, kesalahan data, kesalahan laporan, memecahkan alat, telat praktikum, dll. Maksimal bintang yang bisa kita peroleh adalah 5, artinya, ketika bintang kita sudah 5, maka kita akan menerima suatu hukuman, nah apalagi kalau lebih dari 5, lah dihukum terus bisa-bisa ._.
Selama PAB, berapa bintang yang saya dapat? Tiiiiigaaa…yeah. Dua bintang saya dapat waktu salah prosedur praktikum A. Praktikum A? Siapa asistennya? Masndut Ihsan Prayogo Sutjipto. Iyap, masnya yang ngasih saya bintang, gak tanggung-tanggung langsung dikasih dua. Hisshhh -_____-
Terus satu lagi bintang saya dapat waktu telat safety moment, dikasih satu bintang. Jadi total ada 3 bintang, ya Alhamdulillah cuma 3.
(?)

Pelajaran berharga saat praktikum.

Ada satu hal yang saya dapatkan selama melaksanakan praktikum. Hal diluar proses praktikum itu sendiri. Praktikum telah mengajarkan saya arti dari kerelaan, legowo.
Kok bisa?
Setiap kali menjalankan praktikum, kita selalu melaksanakannya berpasangan dengan partner. Perlu diketahui, ketika partner telat, maka kita akan memulai praktikumnya ikut telat, ketika partner tidak hadir, maka kita juga tidak bisa melaksanakan praktikum, harus bersama-sama mencari hari pengganti. Ketika partner kita salah, misal memecahkan alat dan kena inhall, taukah bahwa kita juga akan dikenai inhall?
Iya, memang terkadang rasanya tidak adil, bahwa kita harus ikut menanggung kesalahan yang dibuat oleh teman kita. Kenapa harus begitu? Kita kan gak salah? Kenapa kita ikut dihukum?
Sebenarnya ada yang lebih dari sekadar dihukum bersama, ada suatu hal yang ingin ditanamakan pada diri kita lebih dari itu; yaitu rasa rela. Kita diajarkan untuk tidak egois dalam bekerja sama, harus berjalan selaras sepenanggungan dengan partner, sama-sama bertanggung jawab atas apa-apa yang kita lakukan, itulah yang namanya bekerja sama. Karena nantinya ketika bekerja, hal itu yang akan terjadi. Kesalahan dari seseorang di suatu tim bisa menyebabkan hal yang fatal bagi keseluruhan tim. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga komunikasi dengan partner, tidak bekerja sendiri, lebih hati-hati dalam melakukan tugas, lebih detail, dan tidak hanya memperhatikan pekerjaan kita tetapi juga pekerjaan sebelum dan sesudah kita yang dilakukan oleh partner-partner kita. Itulah yang ingin ditanamkan pada kita: rasa rela, tidak egois, semua ditanggung sama-sama.

Dan tahukan setelah saya menuliskan kata-kata indah itu, bahwa sebenarnya ketika saya melakukan kesalahan pada praktikum A tadi, partner saya juga ikut kena inhall gegara kesalahan saya. Iya, Chika ikut kena bintang karena dia partner saya. Tapi toh dia tidak marah, dia legowo menerima itu meskipun itu bukan salahnya dia. Duh saya payah sekali ya, maaf chik :(

Who udah banyak aja yang saya tulis. Padahal ini baru PAB, masih ada proses. Saya nek cerita emang ceriwis ya, suka kemana-mana. Hehehe

Ya sudah, lanjut aja yok ke praktikum selanjutnya.

Praktikum Proses.

Nah, ini praktikum yang baru saja saya selesaikan semester tiga kemarin, masih fresh. Nilai juga belum keluar. Wohoo~
Ganti semester, ganti praktikum, ganti partner, ganti asisten, ganti laboratorium, ganti semuanya deh. Suasana baru.

Praktikum proses ini bisa dikatakan lebih sulit dari PAB, waktunya juga lebih lama. Kita harus datang ke lab jam 7.15, dan praktikum selesai jam 12.00 (untuk yang shift pagi). Jadi berapa tu mm hampir 5 jam lah ya. Bayangin aja dong di lab lima jam untuk satu mata praktikum, kurang puyeng apa itu. Tapi, enaknya dari PAB, laporan proses ini lebih sedikit. Kalau lagi dapat praktikum yang panjang ya paling 10 halaman, maksimal 15 lah, itu udah buat yang rajin banget. Kalau saya sih biasanya nggak banyak-banyak, haha... Terus kalau lagi dapet praktikum yang sedikit paling laporannya 5 halaman kelar, kalau yang males biasanya bisa cuman 3 halaman.
Lumayan banyak kan bedanya sama laporan PAB?
Nah makanya saya ni excited banget awalnya untuk memulai praktikum proses ini. Excited sekaligus deg-degan rada-rada takut soalnya praktikumnya emang udah lebih advance dan hazard nya lebih tinggi dari PAB. Iya, rawan inhall. Wkwk
Dapat berapa bintang saya selama praktikum proses ini?
Dua! Yaaay, peningkatan lah ya dibanding PAB. Lumayan :3

Berikutnya saya akan ceritakan pengalaman inhall dua bintang saya yang sangat menggemaskan minta dicubit. (?)

Mata praktikum pertama saya selama praktikum proses ini adalah praktikum kode B: Esterifikasi Asam Asestat penghancur mood super ampuh sepanjang masa. Dimulai dengan suatu rabu pagi nan cerah ketika saya dan partner memulai praktikum ini, pegel-pegel dan lelah, banyak yang harus dilakukan soalnya, dan harus cak cek, waktunya mepet sekali, oleng dikit nanti bisa jadi lama, terus gak selesai-selesai, terus lewat jam 12, terus inhall waktu deh. Jadi saya dan partner kaya keburu-buru gitu praktikumnya, terus ada satu prosedur yang miss, masa kita titrasi pake NaOH sampai tiga buret diganti -_- banyak banget gitu, gak mungkin. Kurang koordinasi antar praktikan dan asisten juga sepertinya, yang jelas atas saran seorang asisten kita melanjutkan praktikum. Tetapi sekitar jam 11 asisten B datang, dan melihat praktikum kita. Lalu mereka (para asisten) menjalani sebuah perdebatan yang sengit *alah* dan…sekitar jam 11.40, praktikum kita divonis gagal, dan harus mengulang. Bayangin dong, seperempat jam lagi juga udah rampung praktikumnya. Udah capek, harus ngulang, sedih maksimal :((
Ya sudah mau gimana lagi, vonis asisten adalah harga mati. *alah*
Saya dan partner membereskan alat-alat mematikan pemanas mantel dan mencuci semuanya, lalu kami ke asisten untuk mendapat kartu ganti hari. Dipilihlah hari rabu minggu depan, bareng-bareng sama praktikan lain yang juga mengulang. Saya sampai harus bolos kelas agama lho. Soalnya yang ambil agama cuma saya, dan semua praktikan bisa hari rabu siang kecuali saya, jadilah saya yang mengalah. Udah gitu saya hari rabunya malah sakit, jadi siangnya mau praktikum itu lemes banget, toh tetep dibela-belain demi praktikum.
Dan setelah semua itu, saya praktikumnya kena inhall gegara saya mecahin Erlenmeyer dan Agus (partner saya) matahin pengaduk merkuri. Ya ampun, udah ngulang, pas ngulang malah kena inhall. Belum cukup, habis itu hitungan saya di laporan salah karena ada rumus yang diganti jadi saya harus mengulang menghitung, and after all that, laporan saya cuma dikasih nilai 74. Kurang apa lagi coba ><
Pokoke praktikum B ini sukses membuat mood saya hancur. Saya jadi malas sekali mau lanjut praktikum, gak excited lagi. Untung praktikum C yang sangat menyenangkan itu menyelamatkan mood saya, kalau enggak bisa-bisa saya bad mood sepanjang praktikum satu semester kan gak lucu.

Ya sudah, overall excluding praktikum pertama saya, proses lumayan menyenangkan kok. Saya belajar banyak hal baru juga, nulis laporannya juga selow, cuman kemarin responsinya gak begitu bagus, enggak tau ini nanti nilainya gimana, masih belum keluar juga sampai sekarang. Semoga hasilnya baik ya…aamiin…

Sekian cerita praktikum saya, semoga bisa membantu adek-adek 2014 dan selanjutnya untuk punya gambaran tentang praktikum. Dan buat teman-teman dan kakak angkatan semoga bisa dijadikan nostalgia :3 ahaha..

Bye..! Selamat melanjutkan liburan!

Annyeong!

Yuk mari kita lanjutkan perbincangan seru tadi malam :3
Sudah 4 makul dibahas berarti masih ada tujuh ya, apa saja itu?

Termo 1.
Termodinamika 1 adalah salah satu makul wajib di semester tiga, while nanti di semester 4 akan dilanjutkan dengan Termodinamika 2. Termo 1 ini ujian pertama saya di tiga minggu rangkaian UAS. Oiya UAS saya bener tiga minggu loh, lama ya?
He eh lama bet serasa never ending.
Balik ke makul ini. Termo 1 tuh apa ya yang berkesan emmn..paling ini si Bapak dosen yang suka tiba-tiba nunjuk mahasiswanya dengan menyebutkan suatu nomor absen lalu disuruh maju ke depan untuk mengerjakan soal. Cara ini sukses bikin mata saya terbelalak dan bangun dari rasa ngantuk yang selalu setia menemani setiap kuliah, sebab saya kalo di kelas suka lola lolo nggak dong gitu makanya saya takut banget mesti kalo disuruh maju, tar gak bisa ngerjain. Payah ya :(
Tapi ujiannya saya belajar sungguh-sungguh kok, semoga hasilnya juga sungguh-sungguh ya, aamiin.

Gamtek.
Gambar Teknik. Ya Allahuakbar ini makul yah...duh. Saya tuh suka gambar-gambar gitu sebenarnya, tapi bukan gambar teknik. Lumayan susah sih ini makul buat saya...selain gambar manual pakai tangan kita juga diberi tugas besar di akhir semester pakai AutoCad gitu. Saya yang dari awal nggak ngerti sama sekali sama AutoCad sangat meraba-raba buat ngerjain tugasnya. Untung tugasnya berkelompok, dan untung di kelompok saya ada Dea, jadi dia yang ngajarin saya, hehe..suwun yo go :')
(Dea= Pego)
Terus ini entah kenapa saya ujiannya nggak UTS nggak UAS tuh gak ada yang selesai :/
Perasaan soalnya banyak, harus mikir, terus waktunya sedikit. Jadi pasti di menit-menit akhir tu buru-buru, yang pada akhirnya nggak keburu. Ya tapi gimana, mungkin saya emang kurang cepet ngerjainnya, mungkin emang segitu udah yang paling cepet yang saya bisa. Ya sudah lah ya

KF 2.
Kimia Fisika 2. Dulu Kimia Fisika 1 saya sudah ambil di semester 2, dapat C -_-
amsyong memang lah ini makul. Selama satu semester si Bapak dosen hanya masuk 4 kali, dengan satu pertemuan isinya introduction :"
Jadi total ngajar berapa? Hanya 3 kali, lalu UAS. Saya gak ada gambaran apa-apa soalnya bakal gimana ._.
Yah ditunggu saja hasilnya, semoga nggak kaya KF 1 yah :"

Kewir.
Kewirausahaan. Ini juga makul percepatan yang saya ambil, bebannya 1 sks. Cukup seru. Di penghujung semester kita buka lapak kuliner di sudut kampus, itu sebagai tugas dari kelas kewir. Modalnya dikasih sama Bapaknya, terus kita jualan buat cari untung (yaiyalah ya). Bapaknya baik, banget. Masa setelah kelas Kewir berakhir kita satu kelas di traktir gitu, di suatu tempat makan mau pesan apapun boleh. Oke sekali ya, terima kasih Bapak :"
Kalau ujiannya alhamdulillah lancar-lancar saja, semoga nanti nilainya keluar juga lancar-lancar saja.

Prak Pros.
Praktikum Proses...jeng jeng jeng~
Ini...bakal lama, saya nanti buka lapak baru saja ya, banyak yang mau diceritakan #woh

Agama.
Awh! Agama!
Saya sukaa sekali kelas ini, kayanya selama di Tekkim saya belum pernah suka sama suatu mata kulian sebanyak saya menyukai ini. Tidak terduga, banyak ilmu yang saya dapatkan di sini...duh harusnya makul seperti ini jangan cuman sekali aja, kayanya di Tekkim perlu beberapa kali ada makul ini, supaya jiwanya tenang. hehehe...
Oya makul ini juga saya ambil percepatan, normalnya semester 6, dan setelah saya ambil kelasnya saya tau mengapa di Tekkim kelas agama ditempatkan di semester 6; untuk menjaga kita agar stay on track.
Karena semakin ke atas kan semakin nggak karuan, maka kita butuh adanya penyangga iman, supaya tidak goyah dengan persiapan tugas akhir wkwk.
Kalau ujiannya..bismillah ya, semoga hasilnya baik :)

Ekotek.
Terakhir nih, ekonomi teknik. Ini juga salah satu mata kuliah yang saya suka selama belajar di Tekkim, ngitung duit gitu :3
Ahaha...kuliahnya seru kok, dosennya oke dan suka nge jayuz. Ada tugas besar juga di akhir semester yang...bikin pusing tujuh keliling, sumpinaaa ._.
Ngitung analisis ekonomi pabrik dapetnya rugi muluu, duh yungalah mending gak usah berdiri pabriknya. Pokoknya penuh kesabaran dan keteguhan hati ini ngerjain tugasnya.
Terus tentang UASnya, ini...breathtaking banget. Saya datang ke kelas aja udah telat, 5 apa 10 menit gitu. Kok bisa? hujannn deras banget. Udah telat basah pulak saya sampai kelas, kursinya di bawah AC pulak :(
Sedih banget saya ngerjain ujian ekotek ini, penuh cobaan. Saya mau nulis aja rempong karena lengan saya basah kena hujan, sementara kalau nulis kan lengan nya pasti nempel di kertas kan, nah kertasnya jadi basah. Terus saya gulung biar nggak basah-basah banget, tapi tetep masih basah karna kena hujannya sampai atas ya masa saya gulung lengan sampai atas.
Tetap mencoba tenang buat ngerjain, nomor satu lancar. Lanjut, nomor dua...kok nggak ada bunga nya? Bunga apaan? bunga desa? wkwkw
Saya bingung tuh karna setau saya cara  ngitungnya pakai bunga, tapi kok temen-temen gak ada yang protes gitu? Terus saya coba berpikir lain, mungkin ada cara lain yang tidak membutuhkan bunga untuk menghitung? Tapi saya nggak tau cara lain, taunya yang pakai bunga. Bingung nyari bunga akhirnya saya pergi ke kotabaru buat beli, saya lanjut ke nomor tiga. Taunya di nomor tiga juga ada satu komponen yang nggak diketahui terus saya jadi nggak bisa ngerjain juga, beralih ke nomor empat. Di nomor empat ada suatu istilah yang saya gak tau artinya, alah alah..ini piye. Nomor dua tiga empat gak bisa ki njuk meh ngopo ._.
Hiks saya terpuruk sekali saat itu, mana masih dingin karna basah. Terus saya cuman bengong 5 menit, plonga plongo liat temen-temen yang kaya keburu-buru ngerjain seolah-olah takut kehabisan waktu, sementara saya.....hh melihat jam dinding yang ada di depan. Tik tok tik tok....eh, tunggu. Apa itu yang di depan? Di papan tulis ada tulisan-tulisan....masyaAllah itu ralatan.. ._.
Hal-hal yang nggak diketahui tadi ada semuaa disitu ditulis di papan tulis. Ya ampun chaaak keterlaluan memanggg T.T
Duh saya bagaikan menemukan jodoh setelah sekian lama menjomblo *gaknyambung.
Ya pokoknya seneng banget terharu banget liat ralat di papan tulis itu...saya pego juga ya ternyata, masa ya di depan di tulis nggak lihat dari tadi..mana nggak niat tanya apa kek gitu malah diem aja wohlah chaaak. Terus saya juga baru lihat kalau di papan tulis juga ditulis waktunya ditambah 20 menit, duh saya bahagia pokoknya..walaupun tetap ada bagian yang belum selesai..ah daripada tiga nomor gak bisa sih ya, begini masih jauh lebih baik.

Ya ituu overview mata kuliah dan UAS semester tiga saya kemarin. Semoga perjuangannya worth it ya, tiga minggu belajar terus melek sampai pagi jam tidur kacau, setelah bangun pun ngigaunya rumus duh, semoga hasilnya sesuai perjuangan ya..Bismillah. Sekarang tinggal berdoa dan menunggu hasil keluar di portal mehehe serem juga nih.
Saling mendoakan ya, semoga kita semua diberi hasil yang terbaik, amiin....

Dah malam, tidur yuk. Good night and thanks for reading! ;)
Alhamdulillah...dilanjutkan juga ceritanya :D
Setelah kemarin agak melow sedikit, sekarang kita akan tertawa ria bahagia membicarakan satu hal: UAS! ahaha...noh kan udah ketawa, belum juga dimulai ceritanya.
(?)
Hampir mirip sih sama overview yang saya lakukan dulu untuk makul-makul semester satu, sekarang saya juga akan melakukan hal yang sama. Iya saya tau semester dua kemarin saya nggak buat overview sama sekali, sayanya enggak excited sih ._.
Yah pokoknya gitu deh, rada males gitu ngomongin semester dua hahaha.
So, apakah saya cukup excited dengan makul-makul semester tiga ini?
well...yah...gitu...deh,
Saya dulu agak deg-degan sebenarnya memulai semester tiga karena dari cerita kakak-kakak angkatan semester tiga itu menyeramkan, iya soalnya kita istilahnya kaya udah mulai masuk mata kuliah ke-Tekkim-an gitu.
............

............

*hening*

...jadi eike satu tahun kemarin ngapain aja ya? Kok baru masuk kuliah Tekkim sekarang....
heeeemm....

yah sebenernya sih, satu tahun kemarin itu persiapan, persiapan buat masuk ke sini nih ke semester tiga. Persiapannya aja sudah begitu ya ._.


Ya sudah, memang begitu adanya. Dijalani sahaja.

Dan btw, makul apa aja nih yang saya ambil?
*drum roll*

MTK.
aaak!
Matematika Teknik Kimia, alias, Matematika Tanpa angKa. Sudah basi kali ya istilah itu, tapi ya memang begitu...angka-angka tiba-tiba ilang semua di sini...berganti dengan huruf huruf...pun bukan abjad Indonesia, melainkan simbol-simbol begitu. Ada sih angkanya, tetapi sedikit sekali, terkadang angka hanya kita jumpai pada nomor soal. Iya, nomor soal..
MTK ini salah satu makul yang paling ajaib. Saya dari awal sudah siap-siap banget lho mengambil makul ini, udah ancang-ancang lah istilahnya, kalau di kelas memperhatikan, mencatat lengkap selengkap mungkin, dan lain sebagainya, menggebu-nggebu. Saya dari awal bertekad saya harus bisa mata kuliah ini, nggak boleh ngulang pokoke, saya HARUS bisa.
Hasilnya?
Tumbang di tengah jalan.. ._.
Sempat lost contact beberapa saat (kaya airasia aja), hilang arah..tujuan...terdera dalam kebingungan...duh apasih. Yah intinya enggak bisa ngejaga semangat yang dari awal dipupuk baik-baik, toh saya akhirnya fotocopy catatan orang T.T
Jangankan memperhatikan, catatan aja nggak lengkap, bagian yang lengkap pun terkadang salah. Iya saya salah nulis gitu...misal awalnya adalah To bisa jadi Ta, lo bisa tiba-tiba berubah jadi ro (itu bacanya el enol ya, bukan lo. er enol juga, bukan ro :p)
Mengapa bisa demikian? karena saya hanya menyalin apa yang ditulis Bapak nya di papan tulis. Kenapa hanya nyalin? Karena saya nggak mudeng. Kok nggak mudeng? aduh baaang...ucink pala adek, nyalin aja ngos ngosan gimana mau sambil mudeng :(
bisa-bisa gak dapat dua-duanya, nyatet enggak mudeng juga enggak. Lah..makanya saya pilih nyatet aja..mudengnya nanti aja..belajar pas mau uas aja...terus mati aja...

Tapi saya betulan kok sebelum UAS belajar, sungguh-sungguh belajar. Sampai-sampai selama minggu tenang tidak sempat pegang atk2 (uhuk!)
Tapi minggu tenang saya memang tidak begitu tenang sih. Saya pas itu lagi ada masalah sama salah satu teman dekat saya, jadi susah fokus untuk belajar. Mau dipaksain gimana juga susah buat konsen ngerjain soal, kepikiran mulu :(
Sedihlah pake acara masalah-masalah pas minggu tenang, mbok ya minggu yang lain aja
#eh
Tapi saya tetap sebisa mungkin maksain otak buat tetap berputar untuk mengerjakan soal MTK, yah demi banget lah pokoke MTK ini...mata kuliah yang paling saya perjuangkan selama di semester tiga, kenapa gitu?
1. Karena ini memang susah, jadi kalau gak belajar dijamin gak bisa apa-apa pas UAS.
2. Karena kalau nggak bisa, maka saya harus menjalani satu semester lagi dengan berpusing-pusing belajar MTK (woh amit amit ><) ya makanya itu ngambilnya sekali aja, pusing nya biar sekali aja. Jadi sisan lah di pol-pol ke, biar besok wis bar ndak berhubungan lagi sama makul ini *alergi*
Terus perjuangannya terasa begitu besar setelah ujian selesai, karena ujiannya....tidak seperti yang saya ekspektasikan, enggak selancar yang saya prediksikan, terus saya jadi sedih..
Tapi semoga kerja keras tidak mengkhianati ya, kalaupun toh berkhianat jangan tega banget ya.. :((
Sudah lah, mari beranjak ke mata kuliah yang lain. Sudahi semua MTK ini.

ATK 2.
(Azab Azaz Teknik Kimia 2)
Sudah ada sedikit spoiler nya tadi. Apaan? ya itu..yang belum tersentuh sama sekali selama minggu tenang itu..
Saya akui untuk mata kuliah ini memang saya agak nekat. ATK 2 tuh belajar aja belum tentu bisa, apalagi nggak belajar. Saya bukannya nggak belajar sih, cuman saya terlalu sebentar aja belajarnya. ATK 2 ujian hari Selasa, sementara saya hari Senin ada ujian Termo dan hari Selasanya itu saya ujiannya dua. Jadi saya baru belajar hari Senin nya setelah Termo, belajar H-1 untuk dua makul. Hmm....saya keren juga ya.
.......
Kok bisa ujiannya dua dalam sehari? Iya karena ATK 2 ini sesungguhnya adalah makul semester 4, tetapi saya rada-rada sedeng juga ngambil buat percepatan. Apa pasal?
ATK 2 emang susah, mau diambil sekarang apa nanti ya bakal sama-sama susah. Jadi yaudah si ya sama aja, tinggal pilih mau susah kapan.
*meskipun susah sekarang dan nanti bisa saja terjadi*
#omaigat T.T jangan sampai dong T.T
Tapi kalau melihat track record saya di makul ini....sepertinya tinggal menunggu keajaiban saja. Saya UTS nya nggak bisa, satu nomor pun nggak bisa...lalu UAS nya....ah...saya harus ngomong apa sih ini...
Saya tetep menunggu keajaiban itu datang kok, datang ya? datang kan? please..?

TTL.
Apa ini? Tempat tanggal lahir?
.......
Duh saya malas sekali cerita tentang makul ini.
Dah ya nggak usah cerita. Pokoknya ni makul yang ujiannya bareng sama ATK 2, yang sama-sama hari Selasa tadi tu. And btw singkatannya Teknik Tenaga Listrik. Udah gitu aja.

ATK 1
Tadi sudah ATK 2, nah ini sekarang ATK 1, singkatannya sama; Azaz Teknik Kimia 1.
Ini nih harusnya kalau semester tiga ambilnya ATK 1 dulu, baru nanti semester 4 dilanjut ATK 2, tapi ini di diagram alir bisa diambil berbarengan juga kok, jadi percepatan ATK 2 sebenarnya sah-sah saja, lagian banyak juga yang ambil percepatan ATK 2, eh tapi ini udah bukan ranahnya ya, ini sekarang yang dibahas kan ATK 1.
Ya jadi kalau ATK 1 ini memang nggak se susah ATK 2, nggak se abstrak ATK 2 juga, and by the way lagi kita udahan ya ngomongin ATK 2, tadi kan udah bilang.
Terus ini ATK 1 tu bisa dikerjain sebenernya, tapi emang harus belajar banget, beda sama ATK2, mau belajar bangetnya kaya apa belum tentu bisa dikerjain. oke cukup ngomongin ATK2 nya.
Tapi ini ATK 1 saya agak failed gitu di UTS, jadi UAS nya emang harus bagus biar bisa ngatrol nilai. Semoga beneran bisa ya, ini saya juga masih perjuangkan sampai sekarang kok, dengan doa....
*hening*

Hah. Udah jam sebelas aja ._.
Udah dulu ya, besok deh tak lanjutin lagi. Itu udah berapa makul sih, emmnn...empat yah? Iya empat. Saya ambilnya..sepuluh tambah praktikum jadi sebelas. Ya, sebelas makul. Berarti tinggal berapa?
Tujuh,
((tinggal))
Oke deh, sisanya dibahas besok ya...sekarang bobok dulu...bobok tantik...selamat malam..
and thanks for reading!
:D

Hai!
Apa kabar semuanya?
Sudah liburan nih, alhamdulillah akhirnya semester 3 selesai. Semester yang penuh dengan perjuangan. Anyway kok saya udah semester 3 aja ya, cepat sekali waktu berlalu~

Akhir-akhir ini saya jarang post (seperti biasa sih). Saya sempat membuat beberapa tulisan namun tidak selesai, pasti keburu ini dan itu terus nulisnya kepotong lalu pada akhirnya tidak dilanjutkan, karena melanjutkan tulisan tuh aneh, mood nya udah beda, mending bikin tulisan baru kaya ini. Tapi saya sedih kalo liat draft saya, banyak sekali isinya..banyak sekali tulisan yang sudah saya mulai namun tidak selesai :(
Kayanya saya kalau mau nulis emang nunggu liburan gini ya..duh..begini banget apa Tekkim ._.
dan ngomongin tentang Tekkim, apa kabar hidup saya di sini?
Yah..baik-baik saja kok, ini masih hidup. (?)
ahaha nggak selebay itu sih, cuman ya memang perjalanan di Tekkim penuh perjuangan. Mungkin karena itu jadi gak kerasa udah semester tiga aja? eh udah selesai ding, bentar lagi semester empat. Habis itu lima enam tujuh delapan dan..lulus! wow. Cepet juga ya?
*((cepet)) 
*and by the way itu doa, semoga lulusnya emang bener 4 tahun ya. Semoga semesternya sampai 8 aja ya. amin amiiin...

Di semester tiga ini saya mendapat banyak sekali hal baru, banyak kisah, banyak cerita, banyak pengalaman dan pastinya pelajaran hidup yang saya lalui dan rasakan sendiri. I enjoyed the process, and finally that it is done, I feel so relieved! Saya menyukai semester tiga ini lebih dari semester sebelumnya. Jujur saja saya memang tidak terlalu suka semester dua saya, penuh dengan kegiatan yang bahkan saya sampai tidak dapat menikmati apa yang saya lakukan, jenuh, capek, sangat capek. Itu gambaran semester dua saya. Cukup membosankan, hasilnya pun…suram. wkwk ah sudahlah. Mungkin kalau semester dua saya nggak begitu, saya nggak akan belajar, dan mungkin semester tiga nya saya tidak akan se menikmati seperti sekarang ini. Satu hal yang saya syukuri ketika di semester dua, yang baru saya sadari di semester tiga ini karena saya tidak mendapatkan hal tersebut: sehat. Saya ternyata kurang bersyukur bahwa sebanyak-banyak nya kegiatan yang saya punya dulu, di semester dua, saya ternyata masih diberi kesehatan untuk melaksanakan semua kegiatan saya, meskipun capek, at least saya nggak sakit, karena kalau sakit itu....semua kegiatan yang sudah tertata rapih maka akan menjadi berantakan nggak karuan. Memangnya kenapa di semester tiga?
Saya pernah dalam satu periode itu sakit-sakitan, dalam satu semester saya sampai 3 kali periksa ke rumah sakit, padahal di tahun pertama saya kuliah saya nggak pernah sekalipun sakit sampai harus ke rumah sakit. Habis sakit ini, sakit itu, sembuh dari sakit itu, eh ganti sakit ini, dan itu sempat membuat saya frustrasi ><

Nggak usah pakai punya kegiatan, cukup kuliah aja, di tekkim tuh disambi sakit begitu udah nggak karuan rasanya, apalagi kalau punya kegiatan lain. Karena di tengah sakit itu saya sedang dalam suatu kepanitiaan yang mengharuskan saya untuk selalu datang, saya masih aktif di dalam suatu organisasi, saya masih harus mengerjakan tugas yang diberikan dosen, saya masih harus masuk kelas se-nggak-enak-apapun badan saya demi mengejar absensi, karena mengurus izin ke TU jauh lebih ribet dan melelahkan ketimbang memaksakan diri masuk, sekedar tandatangan, duduk di belakang, lalu tidur kalau dah nggak kuat. Iya menyedihkan, saya melewati saat-saat itu di semester tiga ini. Sampai suatu saat saya bener-bener nggak enak sekali rasanya tapi toh saya tetap harus ke kampus dan pada akhirnya sampai di kampus salah satu teman dekat saya menyadari keadaan saya dan bertanya, kenapa kamu, Cha?
Alih-alih menjawab saya malah meluk dia lalu nangis :'(
Dia mengerti dan tidak melanjutkan pertanyaannya. Mungkin dia nggak sadar apa yang dilakukannya saat itu sangat berarti bagi saya, mungkin dia sudah lupa akan hal itu tetapi saya akan selalu mengingatnya. Terima kasih ya..

Selain diingatkan untuk selalu bersyukur ketika sehat, saat-saat sakit itu juga mengajarkan saya bagaimana berartinya teman bagi saya. Tidak akan ada orang yang dapat mengerti keadaan saya sepenuhnya selain teman-teman saya. Kuliah, tugas, organisasi, kepanitiaan, tidak akan pernah bilang, Cha, you look really bad, just go home and rest! Cuma teman-teman saya yang selalu berkata seperti itu setiap kali saya datang ke kelas. Kata-kata mereka memang tidak membuat sakit saya sembuh, tetapi kata-kata mereka membuat saya menyadari, bahwa ada orang-orang di sini yang perhatian dengan saya, yang selalu ada untuk saya. Dan saya sangat bersyukur saya bisa bersama-sama dengan mereka berjuang di sini,
saya enggak sendiri :’)
Duh..saya kok sedih ya nulisnya, mungkin karna ini juga lagi sendirian di rumah, lagi pada ditinggal pergi ._.

Terus selain itu, di semester tiga ini mata kuliah di Tekkim juga mulai ajaib, aneh-aneh. Tingkat keanehannya adalah limit mendekati tak hingga. yungalah T.T
Terus saya yang semester duanya nggak bagus bagus amat ini harus belajar sedemikian rupa supaya bisa merubah nasib di Tekkim. Yah, pokoknya semester tiga ini penuh perjuangan…nanti insyaAllah kalau saya nggak kejebak males saya bakal nerusin cerita-ceritanya di suka duka #2, #3 dan seterusnya ya, semoga nggak wacana ya,
hehe..
Cheers!