Showing posts with label College Life. Show all posts
Showing posts with label College Life. Show all posts
I am so blessed to have met this girl over the struggling-life of college. Saya harus (sekali lagi) berterima kasih sama kakak-kakak yang mengajak kami untuk ikut PKM kala itu, yang membuat saya pertama kalinya bekerja sama dengan Sari, yang kemudian diteruskan dengan kerja bersama lainnya hingga sekarang. 
I've learnt a lot with you yah Sar, bareng-bareng bertransformasi dari anak ingusan yang baru masuk kuliah sampai sekarang sudah tingkat akhir. I've spent so many times with you in which we've built up this kind of friendship where we can laugh over stupid things we did yet be professional for the works we need to do.

One thing that I adore so much from you: despite all of your achievements you remain to be low profile. Sari itu pintar sekali, dan selalu mau membantu teman-temannya untuk banyak urusan perkuliahan. Kemarin kami baru saja mengikuti lomba. Kebetulan itu di tengah-tengah tugas perkuliahan dan deadline TA dan lain-lain. Kebetulan lagi, di tengah-tengah itu ada kuis PPK yang mana sudah bisa ditebak Icha masih belum belajar hingga H-1. Karena sedang mengikuti lomba jadi kami menginap di tempat yang sama, dan setelah presentasi lomba hingga sebelum kuis dimulai itu Sari ngajarin banyak materi ke saya. Ya ampun kalo saya belajar sendiri ga mungkin mudeng materi secepat itu. Thanks a lot untuk Sari yang menyelamatkan kuis PPK saya :))
Selain itu, Sari adalah salah satu orang yang sangat multi-tasking yang pernah saya temui, which I always envy :( wkwkwk
Terbukti sekali dengan tugas yang sama beratnya, persiapan lomba yang sama bobotnya, tapi Sari sudah belajar PPK dari jauh jauh hari sedangkan Icha.......
hehehe
Padahal dia baru pulang dari exchange ke Jepang which means dia sebenarnya ketinggalan materi kuliah untuk beberapa waktu, tapi toh tetap dia yang ngajarin Icha :) so amazing.

Tadi malam itu adalah pengumuman hasil lomba. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk menjadi juara. Bersyukur sekaliii....dan terima kasih banyak untuk Sari ya, sudah menjadi partner yang luar biasa kooperatif! Couldn't do it without you :)

Tadi malam setelah pengumuman itu kami balik ke kamar. Saya merasa saya pantas mendapatkan self reward dan oleh karenanya saya balik kamar lalu tiduran sambil nonton TV. While this girl beside me, was on her laptop doing something. She keeps typing which makes me so curious about what she's doing, which then I make an ask, "kamu ngapain e Sar?" which was followed by her answer, "ngerjain T3 Cha" dengan muka datar tetep ngadep laptop. Masyaallah :")))
Kadang saya wondering kenapa ini orang bisa sangat produktif. Habis menang lomba njuk nggarap tugas. Lalu reaksi saya gimana? Sempat tergelitik sih, apa saya belajar aspen aja ya soalnya lusa saya ada ujian aspen. Tapi lalu saya tetap keukeuh dengan self reward saya dan terus nonton tv wkwkw *cry*

Terima kasih ya Sari, sudah menjadi partner PKM, partner penelitian, partner lomba sampai partner nggosip dan partner curhat yang luar biasa. Inii foto-foto sejak jaman dulu, yang enggak dulu dulu banget sih (?)

Ini pas mau berangkat ke Kendari yeayy
Waktu exhibition PKM di PIMNAS
Waktu lembur penelitian. Dinginnya minta ampun tapi tetep selfie
Waktu ambil sampel di sumur geothermal, lagi-lagi sempat selfie :3
Iniii finally kita seminar penelitian yeayy!!!
Gala Dinner Kulker, alhamdulillah sesekali cantik ya 
So, to wrap this up, good luck ya untuk TA dan KP kita masing-masing. I am always looking forward to our next teamwork, and always ready to listen to your up-coming stories. Terima kasih juga telah mendengarkan my endless curhat bcs I just can tell everything to you. Tetap menjadi Sari yang low profile and warm-hearted yet still so inspiring ya! Remember the dreams we share, we need to believe that they're meant to be achieved! Then I know I will see you on top one day. Be that strong women we always wanted to be. Terus belajar bersama ya Sar! *hugs*
8 September 2016

Hai!
Salam dari Dieng dan dinginnya malam.
Setelah ditinggal KKN kulker dan macam-macam, finally we made it to Dieng!
Lebih tepatnya, ke Geo Dipa, pusat pembangkit listrik tenaga geothermal yang harus kami kunjungi selama 10 hari untuk melaksanakan penelitian. Segala persiapan suka dan duka kami lalui untuk dapat pergi ke Dieng, segala jenis percobaan awal yang datanya selalu jelek juga sudah kami lewati. Dan alhamdulillah, disinilah kami sekarang: Saya dan Sari di kamar kosan langsung slimutan tebal setelah pulang dari Lab di Geo Dipa.
Kami berangkat ke sini dua hari yang lalu, hari Selasa. Tapi perjuangan kami sudah dimulai semenjak hari Senin. Dari yang muter-muter cari dosen untuk minta tandatangan surat izin –yang ternyata salah format dan harus diulang buatnya-, nge pack barang yang seabrek banyaknya, fyi kami membawa semuanya, berbagai alat dan bahan yang kami butuhkan di sini, jadi kami seperti “pindahan Lab”, bisa dibayangkan seriweuh dan sebanyak apa barang bawaan kami. Apalagi kebanyakan barang adalah pecah belah, jadi kami bungkusin semua satu-satu mulai dari yang segede beaker 2000 mL sampai yang sekecil pipet 1 mL pokoke yang rapuh-rapuh itu –seperti hati kami- dibungkusin satu-satu pakai koran –tapi hati kami tidak ikut dibungkus koran (?)
Selesai packing ternyata kami kekurangan tempat untuk menaruh barang, kardus NAD belum ada -saking gedenya NAD nya ga ada kardus yang mencukupi, belum sebotol gede asam sulfat 96%.
Untungnya sudah ada kardus khusus untuk asam sulfat yang ada kayunya gitu biar kuat, ya ga lucu aja kalau asamnya sampai bocor nanti mobilnya bisa bolong :)))
Selesai dengan perpackingan alat akhirnya kami pulang ke rumah dan kos masing-masing. Setelah itu saya bebersih diri dan segala macam, dan lalu baru mulai packing baju. Iya saya belum packing sama sekali untuk ini. Wat wut aja packingnya asal masukin baju enggak dipilih-pilih pokoke asal ada jaket tebel aja sama kaoskaki, kan nanti di Dieng dingin. Selesai packing itu udah jam 11 lebih lalu saya teringat bahwasanya saya belum nggarap tugas yang dikumpulkan besok. Padahal besoknya itu kami janjian jam 5 pagi berangkat dari rumah. Tapi saya kok sudah ga kuat kalau mau ngerjain saat itu juga, ngantuk banget sekaliii....alhasil saya malah tidur. Haha
Tapi saya bangun gasik kok, jam setengah 3 saya bangun buat ngerjain tugas. Terus baru selesai setengah 5, lanjut solat subuh terus siap-siap untuk berangkat. Hamdalah ada sister Nisrina Adelia yang super baik hati mau bangun pagi subuh-subuh buat nganterin temennya yang mau hijrah sebentar ini. Makasih banyak Lia!
Lanjut ya kami sampai kampus dan langsung buka Lab untuk persiapan barang-barang yang akan di load ke mobil. Setelah mobilnya datang kami load semua barang dan mobilnya penuh sekalii dengan barang-barang kami. Benar-benar hanya sisa 3 kursi untuk kami, untuk saya, Sari dan Pak Kus yang sudah langganan mengantar ke Geo Dipa. Setengah jam jalan haha hihi ngobrol sama Pak Kus lalu kami sukses ngelempus tidur selama dua jam. Haha ngantuk sangat soalnya. Bangun ngobrol tidur lagi, ngobrol lagi tidur lagi sampai akhirnya kami tiba di Geo Dipa.
Kami parkir di depan kantor Geo Dipa dan langsung turun untuk menemui Ibu yang bertugas di Geo Dipa. Begitu saya turun.....kok dingin ya. Saya tau Dieng itu dingin tapi saya gak nyangka kalau pakai kaos aja siang-siang bolong yang sebenarnya terik juga sinar mataharinya, saya bisa menggigil di ruang penerimaan tamu di kantor. Iya, saya betulan menggigil, literally. Iseng saya buka app di hp dan lihat suhunya, ternyata 18 derajad. Haha pantes aja kok sampai kedinginan begini.
Setelah menurunkan barang-barang yang seabrek banyaknya itu di Lab Geo Dipa, kami kembali ke mobil untuk diantar ke kos kami. Akhirnya saya bisa pakai jaket!
Kami ngekos di salah satu pegawai Geo Dipa, jadi Bapaknya sudah mengerti. Bapak sama Ibunya juga baik bangeet, sering sekali membantu kami sampai sekarang. Kami pesan kamar satu untuk berdua, saya sempat insecure gimana kalau kasurnya kecil, ternyata kasurnya itu yang king size dan sudah disediakan bantal guling karpet plus paling penting dua selimut yang super tebal. Alhamdulillah :))
Selesai beberes dari kos kami balik lagi ke Geo Dipa untuk diantar touring keliling Geo Dipa, mulai dari sumur produksinya yang buanyak sekali ternyata, dilihatin seberapa banyak endapan silika yang ada –ini yang menjadi topik penelitian kami, sampai ke sumur reinjeksi nya yang jauhnya sampai 7 km dari sumur produksi. Wow gila ya, semua itu dihubungkan dengan pipa-pipa besar sepanjang jalan. Hari pertama kami produktif sekali, mulai dari unpack barang, set up alat, settle-in kosan, keliling Geo Dipa, kenalan dengan banyak orang di Geo Dipa, ambil sampel brine sampai run penel dan lembur pula sampai jam 9 malam. Capek tapi bahagia,
dan dingin...... (?)
Jam 9 malam kami keluar lab untuk pulang. Jalan ke kosan ini ya ampun dinginnya, sesuatu sekali. Sampai kosan tiada yang mandi hahaha saya sama Sari cuman bebersih aja terus tidur, biar besoknya bisa bangun pagi.
Dan.....bangun pagi hanyalah wacana. Saya bangun untuk solat subuh tapi habis itu tidur lagi karena dingin sekali habis ambil air wudhu ini sampai menggigil lagi. Kami pasang alarm jam setengah 7 tapi baru bangun jam setengah 8. Soalnya dingin sekaliii enggak kuat meninggalkan selimut, iseng saya cek hp ternyata oh ternyata suhunya duabelas derajad. Iya mamen dua-belas-derajad. Megottt. Bayangin nggak. Bayangin nggak betapa magernya bangkit dari kasur.
Lalu ingin berangkat pagi pun gagal. Kami baru sampai Lab sekitar setengah 9, lalu run penel seperti biasa alhamdulillah sampai sore bisa run 7 kali. Sengaja kami gak lembur karena mau ngerjain aspen di kosan.
Sampai kosan bebersih diri lalu kami mulai mengerjakan aspen. Tiba-tiba........pet! listrik mati. Saya langsung liat-liatan sama Sari. Yo opo iki wis adem listrik mati sisan lah dalah....untung kami lagi sama –sama ngadep laptop jadi enggak langsung gelap gulita.
Tiba-tiba lagi......tok tok tok......ada yang mengetuk pintu. Saya liat-liatan lagi sama sari, saling ngasih kode yang artinya,
“Ono sing ndodok ndak an?”
“Sopo yo kui?”
“Kowe wae Sar le mbukak”
“Gah yo kowe wae Cak kono”
Iya, hanya dengan liat-liatan kami bisa ngobrol begitu. Akhirnya saya buka kan pintu, oh ternyata Bapak kos ngasih lilin. Seketika rasa horor tadi berubah jadi rasa haru. Ya ampun saya aja kalau di kosan Jogja mati lampu ga pernah dibawakan lilin sama Bapak kos –baper.
Akhirnya kami lanjutkan mengerjakan tugas aspen dengan penerangan lilin yang syahdu dan bikin ngantuk (?)
alhasil saya ketiduran depan laptop *halah. sebentar doang terus bangun lagi buat lanjut ngerjain matiin laptop terus beneran tidur. hahaha

Keesokan paginya, yaitu hari ini, kami bangun telat lagi wkwkwk kapan ini mau berangkat pagi kalau begini mulu ya. Tapi serius deh 24 jam pagi siang malam biasa di panasnya Kota Jogja membuat kami kuwalahan melawan dinginnya udara di sini. Kami tidak biasa kedinginan kecuali hati ini.
Padahal ini baru hari ketiga, masih ada tujuh hari lagi di sini. Bismillah, semoga kuat ya, semoga semuanya lancar, semoga bisa pulang lebih awal, semoga sehat selalu, semoga mendapat jodoh.
Aamiin..

......to be continued.


Selamat larut malam semuanya...

Tadinya post ini mau saya kasih judul "Putus", tapi lalu saya berpikir, mungkin berhenti lebih tepat. Lebih jelas dan lebih konkrit, berhenti. Berhenti mencintai. 

Weh bukan karna saya baru berhenti mencintai ya, bukan juga karna ini malam Minggu njuk jadi galau -dan btw ini sudah Minggu pagi sih. 

Entah kenapa akhir-akhir ini orang-orang di sekitar saya sedang banyak yang berurusan dengan hal tersebut. Puncaknya adalah baru saja ketika teman saya yang paling cantik bercerita tentang ke-berhenti-annya. Bukan karena dia sedang bersedih dan lalu saya ingin menghiburnya lewat tulisan ini, enggak kok. Dia sudah biasa-biasa saja, dia sudah bahagia seperti sedia kala. Cuman ceritanya memang cukup buat saya gregetan super...heran kenapa ada orang yang bisa berbuat seperti itu, heran kenapa orang seperti itu bisa hidup di dunia (?) 

Dan dari sekian banyak cerita teman saya tentang Berhenti itu, saya kok merasa mereka semua adalah orang yang luar biasa, cerdas, dewasa, dan sangat bijaksana. Saya mengagumi keputusan-keputusan yang mereka ambil, kata-kata yang mereka lontarkan, attitude yang mereka tanamkan dalam menghadapi hal ini. Tidak lagi anak SMP yang putus-putusan dan menjadi alay, atau anak SMA yang putus-yaudahsih-masih-lama-ini-seriusnya. Di umur saya (yang sudah mulai mendapat undangan nikahan teman) ini saya berada di antara orang-orang yang sudah mulai serius dalam menjalani hubungan. Tidak untuk main-main, tidak untuk haha-hihi, tapi ya...cari yang, bisa diajak bersama selamanya. Pun tidak selalu yang pertama kita temukan, adalah orang yang tepat untuk kita. Terkadang kita dipertemukan supaya bisa belajar....belajar menghargai orang lain dan menghargai diri kita sendiri. Orang semakin banyak tidak cocok, biasanya akan semakin hati-hati dalam memilih. Terkadang ada yang sangking hati-hatinya dia bahkan tidak berani membuka pintu hati, takut tersakiti...atau takut menyakiti. Meskipun kita tetap harus berhati-hati dalam mencari. Bukan mencari sih ya...menunggu dipertemukan, walaupun, sekali lagi, yang bertemu dengan kita bukanlah selalu orang yang tepat. 

Satu hal yang harus kita yakini, yaitu bahwa orang yang akan bersama kita kelak adalah orang yang memang pantas untuk kita, dan kita pantas pula untuknya. Tidak akan ada yang lebih tinggi, atau lebih rendah. Setiap manusia akan dipasangkan dengan yang sederajat dengannya, no?
Jadi ga usah takut, ga perlu risau, nanti juga akan dipertemukan. Jikalau yang bertemu saat ini berhenti di tengah jalan, mungkin dia memang tidak pantas untuk kita, atau kita yang masih belum pantas untuknya. Yang jelas, nanti di saat yang tepat, di saat yang paling tepat, akan ada seseorang terbaik yang hadir dalam hidup kita, yang akan menerima segala kelebihan dan kekurangan kita, yang akan kita terima segala kelebihan dan kekurangannya, yang akan bersama-sama membangun keluarga, yang akan bersama-sama mengusahakan untuk selalu bahagia, yang pantas untuk bersama kita, dan yang pantas untuk kita bersamai. 

There's no need to rush...If something is meant to be, it will happen. In the right time, with the right person, for the best reason

Selamat malam! Selamat istirahat dan semoga mimpi indah :)
Bukan Icha namanya kalau nggak ngerepotin orang. Bukan Icha namanya kalau nggak ngerusuhin temen.
Dua orang terpilih yang harus rela direpotin saya hari ini adalah: Kanda dan Tiwik.

Tadi sore saya berada di kampus untuk mengikuti kegiatan MM yang sekarang sedang diselenggarakan setiap hari. Saya mengikuti sesi sore kemudian berniat pulang terlebih dahulu sebelum kembali lagi untuk mengikuti sesi malam. Lalu berjalanlah saya ke parkiran Mustek, karena saya memarkirkan motor disitu. Saya mengeluarkan motor saya di antara barisan motor yang terparkir, kemudian methangkring di atas motor untuk bersiap pulang ketika tiba-tiba motor saya tidak bisa dihidupkan. Beberapa kali di starter mesinnya nggak bisa nyala, njuk saya bingung. Iki kenopo yo..
Beberapa teman yang lewat sempat berhenti dan membantu saya untuk menstarter motor, ada Michi ada Nopal dan Irul, tetapi tidak berhasil. Lalu karena mereka segera ada kegiatan lain maka kita hentikan usaha ini (?) dan memarkirkan kembali motor saya ke tempat semula. Saya berniat menuju ruang KM dan mencari bantuan, saya bahkan gak tau harus gimana atau harus kemana atau menghubungi siapa, maka saya ingin mencari inspirasi siapa tau mereka bisa memberi saya saran apa yang harus dilakukan. Sebelum saya beranjak menuju ruang KM saya turun dulu ke OTK karena berniat mengembalikan helm Ijah ke motornya (tadi helm Ijah ada di motor saya). Nah, di OTK inilah saya bertemu dengan dua teman super unyu nan baik hati yang kemudian membantu saya mengurusi motor saya yang rewel ini.

Lalu, mulailah asumsi-asumsi kita lontarkan tentang kenapa motor ini gakmau nyala, dari bensin habis yang langsung saya tepis, "enak aja! barusan tak isi full bensinnya" kata saya yang entah kenapa gak terima dibilang bensinnya habis. (?)
Lalu ke aki, yang terus saya komentarin, "waduh, engko nek ganti larang dong :("
Sampai ke sekring yang saya gak tau itu apa letaknya dimana gunanya untuk apa.
Yang saya tau hanya lampu sign oren yang seharusnya menyala saat saya on kan kuncinya, itu nggak nyala disini. Tau kan? Itu lampu yang nyala sebentar ketika kita puter kunci, terus kita tunggu lampunya sampe mati baru motor di starter, nah ini lampunya gak nyala.

Setelah puas berasumsi lalu kita mulai merencanakan tindakan. Saya mikirnya langsung ke dealernya aja, tapi jam segitu tadi dealer udah tutup ._.
Terus akhirnya kita ke bengkel yang ada di Sendowo. Gimana bawa motornya?
Tiwik pakai motor saya lalu didorong sama Kanda yang naik motornya
(?)
ya pokoknya begitu, kalau yang sudah pro masalah beginian pasti ngerti deh hehehe.
Nah, terus saya?
Saya malah bawa motornya Tiwik ._.
Kata Tiwik, "udah mak, aku aja yg bawa. tar km malah gak bisa, dah km pake motorku aja sana."
duh hiks...terharu saya...karena memang sebenernya saya juga nggak ngerti gmn itu bawanya T.T terus jadi saya manut2 aja pas motor saya mau dibawain sama Tiwik.
Terus tadi ke bengkel nya sempet dibantu dorong juga sama mas Adit
*pokoke Icha hari ini versi ngerepotin orang banget*

Sesampainya di bengkel......enggak bisa diperbaiki ternyata ._.
Kata mas bengkelnya kita disuruh langsung ke dealer resminya aja, lahh pak kan sekarang sudah tutup :(
mm...kita mikir sebentar njuk akhirnya memutuskan untuk bawa motor saya pulang aja ke kos...rencananya besok pagi baru mau dibawa ke dealer.

Nha ini. Kita diskusi harus lewat jalan manakah untuk ke kos saya nan jauh disana....akan ribet kalau lewat perempatan yang ada lalin nya, tapi setelah dipikir-pikir, kek nya bakal lebih ribet kalau kita harus nyeberang Jakal. Ya sudah akhirnya kita bawa motornya didorong persis kaya tadi. All by kita bertiga: Kanda Tiwik dan saya, kita bertiga bergantian bawa motornya sampai kos saya. Duh...senang sekali dibantuin sama mereka, gak bayangin kalau saya harus ngedorong motor sambil jalan kaki dari kampus sampai kos...itu jauhnya 3 kilo...saya bisa sekurus apa nanti :(

Terima kasih banyak ya buat Kanda dan Tiwik. Aku tau tadi pasti capek dan pegel banget...jauh amir soalnya yah hiks...saya tuh berkali-kali ga enak dan mereka jawabnya santai banget mesti bilangnya gakpapa Cha selo, gitu...
Pokoknya makasih banget banget buat Kanda sama Tiwik! You both are my hero today!
*grin*

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


....Next challenge: besok pagi gimana bawa ke dealernya.....

Pagi Semua!
Cerah sekali ya pagi ini, haha setidaknya buat saya. Buat saya yang baru selesai UTS :D
Ya saya tahu sih UTS selesai artinya "selamat datang kembali PAB" atau, "selamat datang kembali laporan", atau, "selamat datang kembali lembur malam" duh T.T
Tadi malem aja saya harusnya mulai buat laporan yang buat minggu besok mengingat saya belum sama sekali at all bikin sepatah kata pun, tapi cuman, niat hanyalah niat..laporan sementara saya malah menghilang entah kemana. Mungkin ada di tengah tumpukan jerami itu. Eh maksudnya tumpukan soal UTS. Ya deh nanti di cari lagi, nanti....nanti?

UTS kali ini enggak biasa-biasa saja buat saya. Kenapa? Karena soal fisika susah? haha itu sih biasa. Bukan, tapi karena..saya kan baru aja ulang tahun. Yaaaay!! *prokprokprok*
Yah sebenernya dari dulu dari jaman saya mulai sekolah ulang tahun saya pasti berada di tengah-tengah UTS sih ._.
Banyak yang unexpectable di ulang tahun kali ini. Salah satunya because there is this one person, yang saya benar-benar ngga nyangka bakal kasih kado, and...yeah, he's a good friend :)
And there is this one person yang kasih kado juga, bukan kadonya yang unexpectable, tapi suratnya....kok bikin saya terharu ya, makasih lho :')
And there is this one person lagi, yang juga enggak disangka-sangka bakal datang ke kos saya dan ikut kasih surprise, hehe that's cute ;)
Makasih yaa..makasih semua..makasih semua muanya yang ikut bikin ulang tahun saya ini so worth it. Makasih yang sudah menyadarkan saya kalau there's so much I have right now untuk saya habiskan waktu hanya dengan mengeluh. Maaf yah saya emang jadi lebih sering ngeluh semenjak masuk Tekkim ya harusnya enggak boleh saya tahu kok T.T

Oya satu lagi highlighting buat mbak Mai sama Lia yang udah bela-belain ke teknik cuman buat kasih surprise dan kue dan kebahagiaan, ahaha..makasih lho sampai mau parkir aja bingung di sebelah mana baru pertama masuk Teknik ya? :p udah gitu sayanya pakai ngga ada di kampus. Udah melibatkan Lala dengan kedok sosialisasi AFS, dan Doni dengan kedok nitip barang, yah tetep aja saya pas itu engga ada di kampus. Jadinya mereka nungguin saya dateng deh. Lumayan lama sih duh maaf yaa...terus pas dateng saya udah senyum-senyum seneng banget gitu disamperin eh malah terus dibilangin, "ini anak satu susah banget sih cuman mau dikasih surprise. Nih, kue nya nih, tiup sendiri sana, nyanyiin sendiri juga" ahahaa lucu kali sih ni dua orang hihihi...Makasih loh ya...muucih banyak :* sepenuh hati dari Icha :D

Segini dulu ya pagi ini and....keep reading! *ngarep dibaca* Karena saya sedang membuat post yang lain hohohoo *kedip kedip*
Dadaah and have a great day everyone!
Awh! awh! finally!! :D
After these looong long weeks bisa post lagi. Sebenernya dari kemarin-kemarin ini jari udah gatel banget pengen nulis di sini, tapinya ngga bisa...harus belajar T.T
eh.ngga boleh gitu, harusnya; harus belajar :)
Nah, gitu.

Jadii dua minggu ini saya UAS. Ya, UAS pertama saya. And pretty excited for it!
excitednya di awal sih pas hari H nya mah nangis
Oke. So, UAS nya sudah selesai? Beluuum.hahaha
Masih ada satu lagi sebenernya besok Jumat, tapi yah. Udah sih, kepengen nulis ini.

Karena saya baru (hampir) saja selesai UAS, jadi post kali ini ngga jauh-jauh dari itu.

Ujian Akhir Semester 1.
Somehow ujian ini beda sama ujian-ujian akhir sebelumnya yang pernah saya lalui di hidup saya. Biasanya ujian akhir tuh bulan Desember, bukan Januari. (?)
Ya itu nggak penting.
Pokoknya ini beda. Lebih....dapet feel nya. #apasih
Kalau saya mau bilang  materinya susah, udah basi kali ya. Udah berapa kali saya bilang di Tekkim susah? Sampe bosen saya ngomongnya, apalagi yang denger.

Saya cerita aja kali ya satu-satu per mata kuliahnya, sapa tau ini post yang baca ada anak kelas 12 yang mau masuk Tekkim? sapa tau. Kan bisa jadi gambaran apa yang akan mereka temui nanti huehehe.

Oke. Let's start from...Pancasila.
Ujian Pancasila ni out of the box banget. (?)
Kan kita di Teknik tu ujiannya mulai tanggal 6 Januari yah, eh ini si Pancasila udah minta mulai aja tanggal 2 Januari. Akhirnya saya kepaksa deh motong jatah liburan saya di rumah minggu tenang saya buat ujian nih makul. Yah saya tau sih sebenernya saya dibantu banget sama si Pancasila ini, pertama: saya jadi cepet-cepet balik ke Jogja lagi which is good karena saya di rumah so pasti ngga akan belajar sampe kapanpun. Kedua: saya udah ujian Pancasila sebelum minggu ujian dimulai, jadi besok pas ujian Tekkim nya ngga usah lagi ujian Pancasila which is also good karena saya benar-benar butuh banyak waktu untuk belajar makul lain. Yang ketiga: Ujian Pancasilanya open book :3 karena kan Pancasila itu kuliah umum jadi dosennya beda-beda, nah kok saya beruntung banget dapet kelasnya si Bapak yang baek hati ini. Jadi untuk ujian Pancasila, terima kasih banyak ya :D

Matematika 1.
Ini officially ujian pertama saya di dua minggu jadwal ujian di Tekkim. Aduh saya bingung mau bilang apa tentang matematika ini, susah diungkapkan dengan kata-kata, sesusah soalnya .___.
Padal jatah saya buat belajar makul ini paling banyak lo, tapi kok ya masih susah saya kerjain soalnya.
Terus pulang-pulang ke kos saya langsung lebay banget. Badan anget, lemes, terus tepar #alaah
Padal harus belajar buat Fisika besoknya.

Fisika 1.
Jeng jeng jeng~
Ini kayanya makul paling sensasional di antara makul-makul yang ada di semester satu.
Saya aja tanya beberapa kakak angkatan mereka masih mengakui lho ke-oke-an makul ini. Fisika 1 emang oke. Kece badai.
Btw ini saya sebenernya sok kalem dari tadi nulis tentang Fisika, karena sebenernya SAYA ENGGAK BISA NGERJAIN huaaaaa T.T
Ujiannya dua soal lama dua soal baru. Yang lama mosok ngga bisa ngerjain? Kan soal lama? Ya kali soalnya ada seratus lima puluh tiga soal dikira saya bisa inget itu semuaa T.T
Soal lamanya ada yang kepleset di salah satu soal, soal barunya. Nah ini, Soal barunyaaa.....engga bisa ngerjain ._.
Saya sempet salah liat waktu juga. Jadi kan ujian Fisika tu 100 menit ya 4 soal (kalo dipikir-pikir banyak nggak sih. 100 menit cuma 4 soal men, selo banget. #ini pikiran waktu baru mau masuk kuliah) nah saya kira itu dua jam, jadi setengah jam akhir yang saya dedikasikan untuk ngerjain soal nomor dua, ternyata itu tinggal 10 menit aja. Ya iyalah 100 menit itu bukan dua jam caak, dua jam itu 120 menit ._.
Yaudah akhirnya nomor dua saya enggak ngerjain sama sekali.
Yah sebenernya itu excuse aja sih, misalkanpun saya dapet ekstra waktu buat ngerjain belum tentu juga bisa ngerjain. Toh sampe kos saya coba yang nomer dua tetep ga bisa *yailaa bilang aja dari tadi.wkwk
Terus? soal baru yang satunya?
Saya kerjain sih tapi ternyata.....salah.
Keluar dari ruangan udah kaya zombi saya mukanya, zonk. Enggak nangis, enggak sedih, engga tau lagi mau ngapain, bingung. Jadi saya diem aja. Terus perlahan-lahan ketika kesadaran mulai kembali, saya panik ._.
Saya mau pulang aja tu rasanya pengen cepet-cepet ketemu teman dekat saya: kasur. Tapinya saya inget saya nggak punya uang akhirnya ke kpft dulu ambil uang. Terus pas ngantri di depan atm tiba-tiba saya liat suatu tulisan, di tempel di bagian depan mesin atm. Bunyinya gini: "I have not failed. I've just found 10,000 ways that won't work. -Thomas A. Edison-"
Yailah ini apaaa coba maksudnya, sengaja banget gitu kayanya ditujukan buat saya.
Ah, bahkan mesin atm pun menghibur saya hari itu.

Kimia Umum.
Ya ampun ini kimia umum bagaikan hujan yang mengguyur di tengah badai pasirnya si matematika dan fisika. Sejuk bangeeet~
Saya bisa ngerjain! :D awh.finally!
Empat soal, open book. Yang dua tinggal liat rumus, yang dua ternyata soal tahun-tahun lalu yang saya udah kerjain, jadi tinggal nyalin :3
Pokoke pokokeee I have the brightest smile ever setelah keluar ruangan hari itu. hihihi
Yah sebenernya kakak angkatan banyak yang pada bilang si ini Bapaknya agak random gitu kalo kasih nilai, tapi semoga besok nilainya yang keluar bagus. Amin amin amiiin.

Kimia Analisis.
5 Soal, open book. Bisa bisa nggak bisa gitu, ya biasalah. Ngga ada yang wah banget dari ujian yang ini, tapi semoga nilainya bagus. Amiiiin.

Kimia Organik.
Masyaallah. Ini saya belajar lo, serius saya belajar. Tapi soal yang keluar err...kaya gitu --
Saya tau KO tu materinya banyak makanya belajarnya juga harus banyak. Dan saya tau ini harus bisa karna jatah nggak bisa saya udah habis di Fisika. Tapi, enggak tau habis ngerjain ujian kemarin jadi nggak yakin.
mm....nggak tau deh :/

Success Skill.
Belum, itu besok pagi. Semoga sukses seperti nama mata kuliahnya :)

Ya udah. Itu tujuh makul yang saya ambil di semester ini. Berat sih, tapi saya tau semester-semester depan bakal lebih berat. Semester depan bakal lebih susah lagi makulnya, bakal lebih banyak lagi waktu buat belajarnya. Ini baru awal, perjalanan saya di Tekkim masih panjang, baru dimulai malah. Jadi, harus tetep semangat, semangat semangat!

Oya saya juga mau bilang makasih. Makasih buat banyak orang, khususnya buat anak-anak Tekkim. Saya pernah bilang ya kalau ga salah, salah satu hal yang bikin saya betah di Tekkim adalah orang-orangnya :)
Saya salut banget-banget, sama temen-temen yang pinter dan mau ngajarin yang belum bisa. Sama temen-temen yang masih mau ngajari padahal mereka sendiri juga butuh belajar. Saya tau banget itu, kalian butuh waktu buat belajar, tapi pas kami nanya kalian mau ngeluangin waktu, motong waktu belajar kalian sendiri. Maaf saya belum bisa jadi orang yang bisa ngajarin kalian balik. Belum bisa ganti bantuin kalian, masih selalu jadi orang yang butuh dibantu. Kalau nanti nilai UAS saya bagus *amin amiiiin ya Allah amiiin*
itu berarti karena bantuan kalian juga, terima kasih ya :)

Udah pernah denger quote itu? saya sih baru aja, dan ada sesuatu yang menarik waktu pertama denger, ada arti tersendiri yang memberi kesan di hati #alaah
Ya pokoknya ada cerita dibalik hadirnya quote itu. Bukan, bukan karena saya lebih tua dewasa dari teman-teman seangkatan saya dan lalu saya menyukai quote itu, sehingga walaupun saya sudah tua dewasa saya tetap jadi bagian dari keluarga angkatan saya. Bukan. Ya walaupun, saya sebenarnya setuju dengan hal itu. Maksudnya, dari dulu saya memang bukan orang yang terlalu memikirkan umur dalam hal berteman. Banyak teman dekat saya yang umurnya beberapa tahun di atas saya, atau di bawah saya, and there's nothing wrong with it. As long as we understand each other, we respect each other, and I feel comfortable, anybody could be friends with me, anybody could be my new family.
Makanya saya ngga suka dengan yang berbau senioritas senioritasan begitu, don't get the point why people do that --
Makanya lagi saya nggak suka dengan kegiatan ospek yang bersenioritas tinggi, di mana yang lama seolah berkuasa dan yang baru harus banget menuruti semua yang mereka mau. Sayangnya saya masuk di teknik di mana hal-hal begitu masih dirasa perlu untuk dilakukan, dan saya kemarin tidak begitu menyukai ospek jurusan saya. Sudah. Lupakan, lupakan.

Oke mari balik ke topik.
Jadi quote itu saya dapet kemarin hari Minggu, waktu acara closing BEM. Oya saya ikut BEM Fakultas Teknik, dan untuk acara closing kemarin, saya jadi panitianya. Closing BEM itu pergantian kabinet, semacam acara perpisahan untuk PH-PH yang lama, dan diserahkan ke pengurus yang baru. Closing kemarin memberi kesan tersendiri bagi saya. Saya belum pernah ikut sebelumnya #yaiyalah dan saya ngga ngerti itu acaranya bakal gimana. Kirain bakalan biasa-biasa aja, ngebosenin. Ternyata enggak, malah di beberapa sesi jadi emosional gitu, jadi mengharu biru, pas anak-anaknya kasih surprise, nampilin persembahan terakhir untuk Kadept kadeptnya (sebelum mereka lengser digantikan), terus ngasih hadiah, ada juga yang ngasih bunga. Aduh, saya sampe kebawa suasana, ikut terharu.
Terus di akhir sesi, tanpa disangka-sangka, tidak ada di rundown acara juga, tiba-tiba ada seseorang yang maju. Ah, anak 13. Saya tau karna dia juga panitia, dan saya bingung kenapa dia ke depan, mau ngapain? Dia bilang ke MC nya minta waktu sebentar. Terus dia pegang mic sambil ngomong, "emm..maaf saya minta waktunya sebentar, di sini saya mau memberikan pengakuan................."
?
Pengakuan? Apaan sih?
Terus dia melanjutkan kata-katanya, "mungkin selama ini ada yang bingung ya saya dari angkatan berapa, 2013 atau 2012 sebenarnya, "
Nah, di BEM tu emang kalo oprec ga cuma anak 13 aja (maba) yang boleh daftar, kalau ada anak 12 yang pengen menjadi anggota baru, boleh kok ikutan daftar. Nah tapi saya tetep ngga ngerti arah pembicaraan si doi ini sampe dia bilang,
"iya sebenarnya, saya angkatan 2007...."
hah. HAH? adaa percikan rasa kaget waktu itu. Ahh, seriously 2007?
I mean, mbaknya ngga ada tampang #serius
Makanya saya kan percaya-percaya aja dia maba, saya ngga ada sama sekali kepikiran mbaknya itu udah angkatan atas.
Nggak cuma saya, semua orang di situ juga kaget. Pasti pada mikir, ngapain mbaknya ikut BEM? ngapain mbaknya tahun depan udah lulus malah cari kesibukan?
Terlebih lagi, ngapain mbaknya gabung sama anak2 baru 2013 yang notabene jauh di bawah angkatannya?
Pasti kan pengalaman mbaknya jauh lebih banyak dari kita. Anak 2013 kan masih cupu-cupu, masih baru kan soalnya. Kenapa mbaknya  mau gabung sama kita?
Terus mbaknya bilang lagi, "Pasti pada kaget yah. Pasti pada tanya-tanya juga ngapain saya yang tahun depan udah lulus -amin,insyaallah, malah sekarang di sini? Saya nggak ada maksud tertentu kok, nggak ada niat jahat atau apa. Saya cuma ingin, selama 4 bulan ke depan, sisa waktu saya kuliah bisa bermanfaat, saya bisa aktif lagi di sini, bisa dukung dan kontribusi untuk kegiatan BEM, bisa ngeluangin waktu buat BEM. Gitu..
Saya nggak ada maksud apa-apa dengan nggak bilang dari awal saya angkatan 2007. Bukan maksud bohongin panitia atau apa, tapi coba temen-temen bayangin kalau saya dari awal bilang. Terutama untuk temen-temen 2013, kalian pasti jadi sungkan kan? Mungkin kalau ngobrol, atau tanya, tanggepannya bakal beda, nggak kaya sekarang, iya kan?"
Iya juga sih ._.
Saya juga pasti kalau tau jadi lebih sungkan buat ngobrol bebas sama mbaknya, pasti mikir2 dulu.Tapi,....
Keren nggak sih? maksudnya, butuh keberanian lho buat ngelakuin hal itu. Butuh tekad yang kuat buat jaga konsistensinya. Pasti ada alasan tersendiri sampe mbaknya memutuskan untuk ikut lagi dan gabung sama angkatan yang jauh di bawahnya, sampai mbaknya bisa nyimpen berbulan-bulan dan baru bilang sekarang.
Kemudian mbaknya ngelanjutin, "Nah kan sekarang temen-temen udah tau saya sebenernya gimana. Saya juga ga bisa nyimpen ini terus-terusan. Jadi ini saya serahin sama temen-temen aja, setelah tau ini semua apa saya masih diterima jadi anggota BEM atau tidak, itu keputusannya ada di temen-temen saya akan terima kok."
Ya ampun udah ngga ngerti lagi sama mbaknya. Mbak nya nggak malu ngomong begitu, nggak malu gabung sama anak 2013 demi dia bisa berkontribusi, demi dia bisa bermanfaat untuk waktu-waktu terakhirnya kuliah. Mbaknya juga nggak peduli mau kita panggil namanya langsung juga nggak apa. Udah gitu, mbaknya masih minta pendapat kita apa masih boleh di BEM apa enggak. Apa lagi yang ditunggu?
Dan saat itu, salah satu dari kami menyeletuk, "Kenapa tidak? Keluarga tak mengenal usia" katanya lantang, diikuti dengan riuhnya teman-teman yang lain, tanda setuju.
Tentu saja boleh kakak, kami butuh orang-orang sekeren kakak untuk ada di sini :)



Hari itu saya dapat suatu pembelajaran baru, tentang sebuah kemauan, tentang kerendahan hati, tentang rasa saling memiliki dan mengerti, tentang arti sebuah keluarga. 

Terima kasih kakak, semoga waktu-waktu terakhirmu kuliah di sini bisa menuai manfaat yang sebanyak-banyaknya, seperti apa yang kakak inginkan :)


Selamat Malam! :)
Sebenarnya, nothing special di post kali ini. Saya nulis karna tiba-tiba mood nulis saya muncul, bukan karna ada topik yang pengen di tulis. Tapi saya tetep pengen nulis, tapi terus ngga tau mau nulis apa, nah terus gimana dong.
Yaudah sih dibaca aja ya.
Padahal kadang kalau lagi ada yang pengen ditulis, lagi ngga pengen nulis, terus pada akhirnya cerita itu menguap begitu saja. Giliran pengen nulis, ngga ada yang pengen ditulis. #Kok hidup saya ribet banget ya

ehmm..tak ceritain hari ini aja ya. Jadi, hari ini kuliah masuk pagi, jam tujuh. Dan saya bangun jam berapa? jam tujuh juga. Seriusan. Telat? ya iyalah, pake banget. Udah pernah telat sebelumnya? Udah, tapi ngga separah ini, dan bukan di kelas ibuknya yang punya peraturan ga boleh telat lebih dari 10 menit. Jadi gimana dong?
Saya bingung tuh, karna kan saya pasti telat ya, tapi mosok meh nggak kuliah? masalahnya ada PR yang harus dikumpul. Ngga usah ngumpul? enak aja. PR nya udah susah-susah dikerjain. Sebenernya sih, lebih ke nilai saya di makul ini yang aduhai. Jadi buat ngebantu ngatrol nilai, PR harus dikumpul. Akhirnya karena alasan itu, setelah 30 detik bangun -kenapa 30 detik? karna saya kaget. Kaget banget bangun jam 7, jadi saya butuh proses penenangan diri dulu. Sebenernya belum tenang juga, tapi karna tau ga punya banyak waktu, secara spontan otak saya memperpendek waktu penenangan diri- saya langsung siap-siap dan jeng jeng jeng...sampai di Tekkim jam 07.15. Emejing yak? gila, banget lah. Rekor ini. 15 menit dihitung dari bangun sampe udah di Tekkim, udah diitung waktu jalan juga lho. Jadinya apa? Rada ngebut di jalan. Yah sebenernya saya lagi nggak berani yang ngebut2 bagitu, tapi apa daya tangan tak sampai. Kenapa saya nggak berani? Karena minggu kemarin baru jatuh dari motor, hiks :'(
Sayanya nggapapa, tapi motor tercinta saya retak di bagian depan, sedih deh.
Oke lanjut.
Di depan teknik, pas portal masuk, ngga ambil karcis parkir. Kenapa? ya karna udah telat. Padahal ambil karcis itu maksimal nunda 20 detik. Nggak lama. Tapi kalo telat, sedetik jadi kerasa sehari.
Terus langsung masuk ke parkiran Tekkim. Ya, parkiran Tekkim yang jauhnya minta ampun itu.
Sampe di parkiran, naro motor di tempat kosong terdekat. Terus cus ke kelas, lari. Capek. Degradasi kecepatan, ngos-ngosan. Lama-lama jalan. Tiba-tiba, wuuusssh. Ada yang nyalip, larinya kenceng banget. Siapa? temen saya. Ternyata nggak cuma saya yang telat. Agak tenang, ngerasa punya temen. Eh tapi ngerasa punya saingan juga, jadi saya lari lagi. Nggak mau kalah. Yauda kita balapan.
Sampai di kelas, masuk. Eh ternyata ibuknya ngga merhatiin #rejeki saya.
Terus buru-buru ngeluarin PR, mau dikumpul. Ternyata, ada yang masih di coret-coretan, belum disalin ._.
Gondhesss~
Ya wis. Ditumpuk wae, sing penting ngumpul.
Terus lanjut pelajaran. Awalnya merhatiin, lama-lama ngantuk. Tapi enggak tidur, cuma kedip agak lama.
Habis itu dikasih PR lagi, terus kelas selesai.
Yaudah, telatnya itu aja. Kelas lainnya nggak telat, karna nggak pulang dulu. Nunggu terus di Tekkim, disambi ngobrol, disambi gabut.

Cerita lain hari ini?
Ada. Malemnya, tadi barusan, ngumpul bareng sama temen sebatalion (kelompok ospek fakultas). Ngapain? Ya ngobrol-ngobrol, kangen-kangenan. Salah satu yang diomongin tadi tentang kesukaan nulis, nah yang punya blog terus pada promosi, bikin saya jadi pengen nulis -makanya ini nulis.
Terus masing-masing minta dikepoin. Terus kita janjian ngepoin satu sama lain.
Kalau habis ini ada yang baca, Halo! :D
hahahaa gaje banget yah.
Yauda de sampe di sini dulu, udah ngga tau lagi mau nulis apa soalnya. Yang jelas hasrat menulis sudah tersampaikan,
udah ngantuk juga. Ayo bobok.
Selamat Malam. Selamat tidur :)
As what I wrote in my previous posts, being engineering student is not easy. It's not like that I don't know anything about engineering or that I haven't talk to anyone about this but, I never expect it is this hard.  I know that everyone in my class, the whole people in chemical engineering or even every single engineering student is a smart one, or, freaking smart. I believe that, but being the one that is having hard time within those smart people, that upsets me.

Actually I haven't had any serious thought about me being in engineering until my lecturer gave us our first quiz on physics. I so remember that day, when I received my paper and, the grade was, just so,
well it was just horrible.
*sigh*
When I say it's horrible, it is horrible, and that makes me worried. Like really. I've never been this worry about my grades before. I literally never have a really meaningful worrisome about grade since I start school. I was considered as one of those smart students who will get to understand lessons easily (not to show off. When you understand engineering, you'll know that this is really not one of the things worth showing off. No one will really care about how you do during high school, they just care about how you do now.) And so this will be one of the biggest challenge I need to face in my freshmen year.

I've just done my mid-term exams. And yes, It was not easy. I did study hard but, it's just too difficult to catch up with the lectures. Not enough with those, I have a heart breaking moment on my first day of exams. That day, right after we finished our math, we gathered in one place (we=all chemical engineering students class of 2013). I didn't know what's going on and no one did. I didn't have any special thought, I wasn't interested in guessing either. Everyone's focus were still in the exam, while one of my friends makes us to be quiet and start to talk.
It was a really shocking news for me. It's also because, I never expect it.
What was going on?
One of my friend decided to quit. Ya, keluar dari Tekkim.
I don't know it just somehow surprises me a lot, and I feel like it happened too fast. My friend told us why he would quit from engineering. He said one of the reason is because he has difficulties with the lectures and he feels like he doesn't belong in here anymore. He feels like it's not his world and he's not meant to be here.
And bang!
That's what I feel.
No, not that I feel I'm not meant to be here but, I have the same difficulties as he does. Saya seperti mendapat tamparan keras. I mean, I know I have a hard time and I know I'm not the only one but deciding to quit is something that I thought will never happen, something that's too far from us, because it's difficult already to get to be here so for me the word 'quit' is just too much to be thought. But then I realize, it is not that far, it's even really close. It is something that's really possible to happen. And my next thought was, what about you, Cha? He's, your own friend, taking this decision. You, that have the same situation, what do you think? Taking the same decision? Or, will you make it here?
I can't think anything else. It shocked me a lot. I can't even hold my tears. I was in the very front line then I move to the last one so that my friends couldn't see me cry. But well they know it anyway.

After that heart-breaking day, I think a lot about so many things. But it never ended up of me thinking to take the same decision as my friend. All I can think is that I need to work harder, and that I'm not alone, I have lots of friends that will be beside me and will be kindly helping each other. I was wondering how I can think that way, until I found this quotation:

"If it's something that came from your heart, no matter how hard it is or how bad you wanna give up, you keep going anyway"


That's exactly what I feel. And yes, being in chemical engineering is something that came from my heart :')